
Tania tiba di kantor Varo semua menyambutnya ramah.
Tania pun langsung menuju kantor suaminya.
Mengetuk pintu tak ada jawaban dari dalam.
Gibran melihat kehadiran Tania dan menghampirinya.
"Tania,,,"
"Hei bran dimana Varo???"tanya Tania setelah Gibran berjalan mendekatinya.
"Dia sedang rapat direksi,sebentar lagi selesai ,tunggulah didalam".Gibran membuka pintu untuk Tania.
"Tumben kamu ga ikutan rapat,kalian sudah dapat pengganti Lisa?"
"Sudah ada dan gadis itu langsung bekerja hari ini"
"Siapa namanya???"
"Laura"
"Hah,,,,"sedikit kaget saat Gibran menyebutkan namanya
"Namanya mirip sahabatmu kan"tebak Gibran
Tania mengangguk
"Aku tinggal dulu,soalnya om Denian memanggilku tadi"Pamit Gibran
"Oke,nih aku titip sekalian buat Papa Rendi dan ayah Denian Roti kesukaannya"Tania menyerahkan nya pada Gibran.
__ADS_1
Tania meletakan keranjang makanan yang ia bawa,dan menyiapkan beberapa peralatan makan ia sudah tidak sabar menunggu suaminya.selamg beberapa menit pintu kantor Varo terbuka.
"Laura ini taruh semua berkas di meja sana,nanti aku tanda tanganin.aku sedang menunggu istriku katanya ia datang untuk mengantar makan siang".
"Baik pak"Laura berjalan saat melewati bangku yang diduduki Tania.seketika Laura bersorak melihat wanita yang duduk itu adalah Tania.
"Tania,,,,,"
Tania masih tidak percaya bahwa sahabatnya sekarang berada dihadapannya.
"Laura,,,,"
Laura meletakan langsung berkas dimeja Varo dan dengan cepat memeluk Tania,dia sangat merindukan Sahabatnya itu.
Tangis bahagia menyeruak diruangan varo.
Varo yang belum siap dengan keadaan yang heboh dan mendadak ini hanya terdiam didepan pintu.
"Aku belum sempat membuka ponsel"
"Kita perlu bicara"Tatap Tania penuh selidik
"Iya,tapi nanti setelah pekerjaanku selesai.ini hari pertama ku bekerja,Bos ku sedang melihat ku sekarang ini"Laura melihat Varo yang masih berdiri didepan pintu.
"Dia suamiku"Bisik Tania
"Ia aku tau saat melihatnya pertama kali tadi,kamu pernah menunjukan photonya,namun kamu ga pernah bilang ia seorang Ceo perusahaan besar"giliran Laura bertanya penuh selidik
"Soalnya setiap kita telpon yang dibahas hanya anakku Zain".Tania membela diri
"Hahahhaha itu memang prioritas ku"Laura tertawa senang
__ADS_1
"Pantas saja aku seperti mengenalmu,pernah melihat fotomu sekilas di ponsel istriku".Varo mendekati Tania
"Sayang aku boleh makan siang bersama Laura nanti ya. dikantin".Pinta Tania
"Kita makan bersama sekalian ajak Gibran,diruangan ini seperti biasa,kamu sudah membawa makanan hari ini"Tolak Varo karena Tania membawa kan bekal makan siang yang lumayan banyak.
Tania pun menuruti ucapan suaminya walau ia sangat ingin berbicara pada sahabatnya hanya berdua saja.
"Oke,aku selesai kan pekerjaan ku dulu ya Tania".Laura kembali dengan rutinitasnya lagi.
Tania memilih duduk dikursi dan menghubungi Bunda Bella menanyakan putranya,baru sebentar saja meninggalkan Zain ia amat rindu.
Varo melihat hasil kerja Laura dan mengakui nya lumayan untuk pemula.
Gibran memasuki ruangan,ia ingin melihat Laura dan beralasan ponselnya tertinggal.
"Ponsel ku tertinggal apa kamu melihatnya Laura?"Tanyanya pada Laura yang sekarang ikut membantu Tania menyiapkan Makan siang.
Laura menggelengkan kepalanya
"Ahh dimana ponselku"
"Diotakmu"Celetuk varo.
Gibran hanya tersenyum kecut mendengar ucapan varo.
Tania melihat mata gibran menatap Laura dan ia yakin Gibran menyukai sahabatnya.
"Apakah gadis yang Gibran maksud saat itu adalah Laura???"Tania menebak didalam hati
Varo juga memiliki firasat yang sama dengan istrinya.
__ADS_1