Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.99


__ADS_3

Suster Sarla dan suster Alya yang dipercaya untuk merawat Tania sudah datang dan memeriksa tekanan darah Tania,memeriksa matanya dan membuka mulut Tania.Suster yang bernama Sarla tersenyum penuh arti saat selesai memeriksa Tania.lalu segera mengganti infus yang sudah mau habis.


"Perkembangan kesehatan Nona Tania sangat baik semua normal,hanya perlu waktu untuk dia bisa sadar dan pulih kembali."Ucapan suster Sarla itu membuat Kakek Royan dan Varo sangat senang sekali.


Varo selalu menunggu dan berharap ada kabar baik setiap hari dari para dokter maupun suster.


"Terus berikan semangat buat Nona Tania,dia bisa mendengar apa yang kita ucapkan",Suster Alya menjelaskan pada Varo.


"Kapan istri saya bisa sadar sepenuhnya Suster,Tanya Varo antusias


"Saya Tidak bisa memprediksi kapan Nona Tania sadar,tapi kemungkinan untuk sadar itu pasti ada,melihat perkembangan Nona Tania yang sangat bagus."ucap suster Sarla


"Saya sangat merindukan istri saya seperti dulu,Berharap setiap pagi dia sudah membuka matanya, dan mendengar dia memanggil namaku,Lirih Varo

__ADS_1


"Iya kami mengerti Tuan Varo,Sahut Suster Alya


"Bersabarlah dan terus berdoa untuk kesembuhannya,Kita semua merindukannya.Kakek menepuk pundak Varo


"Saya rasa sudah memeriksa semuanya,Suster Alya merapikan semua peralatan medisnya.


Melihat Sarko datang ,kakek segera memberi perintahnya.


"Sarko antarkan Suster Sarla dan Alya kekamar mereka yang sudah dipersiapkan Bi Rumi".


"Kami permisi dulu Tuan Mahardika dan Tuan muda Varo,pamit suster itu ramah


dan mengikuti langkah sarko menuju kamar untuk mereka beristirahat.

__ADS_1


"Varo kakek turun dulu,kalau ada perkembangan Tania jangan lupa beritahu kakek mu ini,Besok sidang kedua buat Rosi,kamu tidak ingin menghadirinya?


Varo hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


Varo masih tetap tidak mau menghadiri persidangan dan menemui Mamanya sampai sekarang.


"Baiklah,kakek tidak akan memaksamu.dan kakek meninggalkan Varo dikamarnya.


"Hei,,tuan putri tidur bukan kah aku udah sering memberimu kecupan,kapan dirimu akan bangun,Varo kembali membisikan kata-kata di telinga Tania.


"Aku ingin bangun, heeii !!!!!pangeran tampan dan membalas kecupanmu,aku juga sangat merindukan mu.ingin sekali Tania meneriakkan kata hatinya sekarang


Varo memandangi wajah Tania dan mengusap pipinya lembut,

__ADS_1


"alat-alat ini pasti rasanya tidak nyaman kan sayang????Cepatlah bangun sayang,Aku ingin sekali mengajakmu kesuatu tempat yang pernah aku kunjungi dulu waktu kecil kakek pernah membawaku ke desa itu,disana sangat indah,sejuk dan damai pemandangannya sangat alami,tapi tidak tahu masa sekarang ini apakah kondisi desa itu masih sama seperti masa dulu,aku harap desa itu masih lekat dengan pemandangan alamnya.nama nya adalah desa guna bakti,kita lanjutkan bulan madu kita di sana pasti indah sayang,aku tidak mau ada lagi yang ingin mencelakai mu saat bulan madu kita diluar negeri yang jadi kacau balau .Varo terus bercerita dan mengelus kepala istrinya lembut.


"Itu desa kelahiranku varo,Aku pasti sangat bersyukur kamu mengajakku kesana sayang.Aku rindu sama Ayah,ibu dan nenekku.ingin sekali mengunjungi makam mereka hiks,hiks,hiks selama ini tidak pernah bisa pulang.Aku harus cepat pulih dan kamu harus janji ya suamiku harus menepati janjimu kedesaku.Bathin Tania yang merasa semangat untuk segera pulih.


__ADS_2