
Suasana kediaman keluarga Mahardika terasa semakin ramai mereka menyambut kedatangan si pengantin baru siapa lagi kalau bukan Gibran dan Laura ,banyak oleh-oleh yang Laura bawa untuk keluarga suaminya.
Yang paling banyak menerima oleh-oleh tentu saja Zain,di dominasi mainan dan juga baju-baju anak cowok dengan style keren.
"Laura kamu sepertinya memborong barang-barang hampir separo kota paris"Tania menggeleng melihat semua yang dibawa sahabatnya itu.
"Heheheehhe,mama Ina juga berkata sepertimu Tania".Laura teringat ucapan mamanya sama persis dengan Tania.
"Gimana bulan madu kalian??,semoga ada kabar baik Laura nanti hamil"antusias Bunda Bella biar bunda punya dua wanita hamil Tania dan Laura.
"Masih diusahain bunda,baru sebentar nyetak masa langsung jadi"Ucap Gibran santai Laura mencubit perut suaminya,ia merasa malu membicarakan keintiman dihadapan banyak orang.
"Hahahahahahaha" Bunda Bella tertawa dengan ucapan Gibran"Anak bunda sudah nyetak rupanya".goda bunda Bella dan membuat Laura tertunduk malu.
"ini masih masa-masa romansa dan hawa-hawa pengantin baru harusnya Laura kamu kurung aja dikamar,kenapa malah dibawa keluar".Bunda Bella masih semangat mengerjai pengantin baru itu.
Dan mereka pun semua tertawa bersama.dan mengobrol banyak hal Laura dengan bersemangat menceritakan pengalaman nya disana dan memperlihatkan beberapa foto dirinya dan Gibran yang mereka abadikan.
__ADS_1
"Ternyata Gibran jago jepret ya"Laura berkata antusias"Laura suka hasil foto nya".
"Iya,Gibran dan Varo punya hobi yang sama Fotografi,kalo setau bunda dulu mereka suka mengabadikan pemandangan dan suasana alam,mungkin semenjak punya istri lebih banyak mengabadikan foto istrinya.iya kan Varo,Gibran"Bunda Bella menaikan alis matanya
Gibran dan Varo bersamaan mengangkat jempol mereka tanda setuju.
"Bunda melupakan sesuatu,gimana hasil pemeriksaan kandungan mu Tania".
"Hasilnya,,,,,,,,,,,,,,,,,,"Tania sengaja menggantung ucapannya ingin membuat orang-orang dihadapannya sedikit penasaran karena mereka dengan muka tegangnya menunggu kelanjutan ucapan Tania.
"Tania selamat"Laura memeluk Sahabatnya
Mata Bunda Bella berkaca-kaca mendengar ucapan Varo "Kakek,papa dan ayahmu pasti senang mendengar ini,Bunda tak sabar memberitahu mereka"
"Selamat ya sayang"Bunda Bella mencium pucuk kepala Tania.
"Aku ikut bahagia mendengarnya dua bayi kembar itu sangat luar biasa Varo"Gibran juga tak kalah antusias.
__ADS_1
"Terima kasih kak Gibran,cepat nyusul juga punya anak,usaha siang malam"Varo menggoda Gibran
"Saran yang bagus,aku akan melakukannya"Gibran berbisik pada Varo
Dan Varo tertawa,sejak menikah banyak yang berubah dari sahabatnya itu.Gibran terlihat lebih Banyak bicara dan sikap dinginnya mulai hilang dan lebih mesum juga sepertinya.
Laura banyak mengubah hidup Gibran dalam waktu singkat,Tania dan Laura sangat bersyukur Karena memiliki suami yang tidak seperti diluaran sana,yang hobi pergi ke Bar dan mabuk-mabukan walau ada juga kekurangan dan kelebihannya dari diri mereka masing-masing.
Bukan Rumah tangga Tania tidak pernah dibumbui perkelahian,Sikap Tania yang sabar lebih banyak mengalah membuat rumah tangga mereka selalu tampak harmonis.dan Varo yang tak mau kalau bertengkar berlarut-larut juga sering meminta maaf pada istrinya terlebih dulu.mereka saling melengkapi satu sama lainnya.
"Kapan Kami mulai Bekerja di perusahan Om Bran???"Tanya Varo serius
"Sebenarnya aku ingin Minggu depan,namun perusahaan papa Bran sangat membutuhkan ku sekarang,aku akan bekerja mulai besok".
"Semoga sukses dalam Karir dan perusahaan yang kamu jalan kan nanti,jujur aku sangat merasa kehilangan sosok hebat sepertimu,Om Bran tak salah mempercayakan padamu semua".
"Iya aku juga sangat bersyukur,Mama Ina dan Papa Bran mempercayakan Putrinya padaku,Aku akan menjaga nya"Varo dan Gibran memandang istri mereka yang sedang asik melihat foto-foto kenangan saat mereka sekolah dulu.
__ADS_1