Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.21


__ADS_3

Ditempat lain


Prov Laura


Akhirnya aku sampai dinegara ini,yang akan aku tempati beberapa tahun untuk kuliahku,semoga ini tempat yang menyenangkan bagiku.ucap Laura setelah sampai.


Dengan menaiki mobil dan menyebutkan alamat apartemennya.mobil segera melaju dengan kecepatan sedang


"Pandangan yang sangat cantik,baru aja berpisah dari ayah dan ibu aku sudah merindukan mereka.


Aku juga merindukan Tania.


Laura terus menikmati pemandangan malam yang tersaji di samping kanan dan kirinya.Banyak yang berubah pada negara ini,aku bahkan lupa beberapa jalan disini.


Laura asik dengan lamunan dan pikirannya


Tanpa terasa sudah sampai di tempat yang dituju.


Setelah mengucapkan terima kasih Laura langsung menuju apartemennya,dia sedikit terburu-buru karena ingin segera beristirahat lalu menghubungi keluarga dan Tania sahabatnya.


Pagi ini Laura sibuk berbenah dan Menyusun baju-bajunya didalam lemari melihat sudah beres semua Laura menuju dapur dan membuat teh hijau kesukaaanya dan membawa beberapa cemilan untuk menemaninya bersantai sejenak,sebelum sibuk dengan aktivitas kuliahnya nanti.


Laura menuju balkon apartemennya menduduki bangku yang sudah ada meja disana lalu meletakan beberapa cemilannya. menikmati suasana indah.yang membuat orang merasa betah berlama- lama memandangi negara ini,apalagi kalo malam hari lampu-lampu yang terang benderang menambah indahnya.


"Akhirnya aku harus melanjutkan studi dinegara ini yang pernah ku kunjungi 5 tahun lalu.Saat seperti ini Aku sangat merindukan sahabatku Tania,akhhhhh ini dua hari sudah aku tak bisa menghubunginya,padahal banyak yang inginku ceritakan padanya sekarang"ucap Laura didalam hatinya.

__ADS_1


Laura terlihat membolak balik kan hpnya.


"Apa dia sudah menerima suratku?seharusnya Tania segera menelponku,apa dia marah padaku?apa dia baik-baik saja sekarang?!!Laura menggelengkan kepalanya membuang semua pikiran negatifnya.


Laura berbicara sendiri karena dia mengkhawatirkan Tania.dalam cemasnya Laura baru terpikir


"Yapp,,,kenapa aku gak kepikiran Arka,Laura menepuk jidatnya.dengan cepat menghubungi Arka.


Beberapa kali mencoba tidak ada nada tersambung.


"Signal pasti lagi buruk nih,,,tanpa menyerah Laura berusaha menghubungi Tapi hasilnya tetap nihil.


"Aku mau nelpon pak Bimo ,apa dia sudah memberikan surat itu pada Tania.jangan-jangan surat itu tidak sampai ditangan Tania.


Panggilan Laura langsung tersambung.


"Pak Bimo Laura ingin tanya,apa surat yang Laura titip udah bapak berikan?


"Sudah non,bapak kasih hari itu pas habis ngantar non kebandara.


"Bapak ngasih nya sama Tania langsung kan ya?


Lama terdiam pak Bimo


"Pak Bimo,,,,,

__ADS_1


"Eh iya non,maaf Non Laura gak beritahu bapak kalo surat itu langsung serahin ke Tania.


"Jadi Pak Bimo nitip sama siapa ya?


"Bapak juga gak kenal Non,tapi ingat seorang Ibu-ibu.mungkin Tantenya Tania non,


"Astaga,,,


"Ada apa non


"Gak apa-apa Pak Bimo,ya udah Laura tutup dulu telponnya ya.


"iya Non.


Akhirnya Laura menyadari keteledorannya


"Pasti suratku tak sampai ke Tania karena yang menerima suratnya Mak lampir itu.


Laura mengacak rambutnya kenapa dia bisa ceroboh sekali.


Laura masih belum menyerah mencoba menelpon Tania dan hasilnya masih sama tidak bisa tersambung.


"Tania please kasih kabar buat ku"ucapnya lirih.Laura masih berharap nanti saat dia menelpon lagi telpon sahabatnya itu sudah aktif.


Suasana sore sudah mulai menyapa

__ADS_1


Laura segera meninggalkan balkon dan memasuki kamarnya.


__ADS_2