
Kepergian kakek Royan untuk selamanya
Kebahagian yang sudah terasa lengkap dikeluarga Mahardika.harus diuji lagi dengan kepergian kakek Royan untuk selamanya.membuat semua keluarga merasa terguncang.
Kakek Royan meninggal dalam tidurnya,tak ada lagi rasa sakit yang ia derita dan sembunyikan dari anak-anak dan cucunya,Beberapa tahun terakhir ini.
Varo yang sangat merasa kehilangan hanya menangis hatinya terasa kosong,orang yang paling Ia sayangi sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Sayang,yang sabar dan kuat ya"Tania memberi dukungan pada suaminya.
Varo menatap sayu kearah istrinya lalu memeluk Tania Erat"Sayang kenapa kakek menyembunyikan rasa sakitnya dari kita semua,Kalau tau kita bisa berusaha untuk mengobatinya".Varo terus menangis dalam pelukan Tania,baru kali ini Varo terlihat sangat lemah karena Kakek yang teramat ia sayangi harus pergi untuk selamanya.
__ADS_1
"Mungkin kakek tak ingin membuat kita semua khawatir sayang".Tania mencoba menenangkan Varo yang sedang terpuruk saat ini dan merasa bersalah karena tidak tau menau soal kesehatan Kakeknya sedang buruk,karena kakek Royan memilih tinggal di desa mendiang istrinya tanpa mau ditemani siapapun.Dan saat keadaan semakin buruk,para tetangga yang mengetahui kondisi kakek Royan memberi kabar keluarganya.
Kini Tania berusaha memberi semangat Suaminya agar bisa ikhlas dengan kepergian kakek Tersayangnya.
Semua orang berangsur-angsur meninggalkan Makam Kakek Royan yang tepat berada disamping makam Istrinya.
Varo dan keluarganya masih memilih untuk tinggal.
Bunda Bella sudah mulai berhenti menangis,tapi matanya masih bengkak.Ayah Denian terus memberikan perhatian lebih pada istrinya agar ia tetap kuat.karena Bunda Bella sempat beberapa kali pingsan.Ayah Rendi masih terpaku pada makam Kakek.
Laura juga memeluk Zain yang masih terisak harus kehilangan kakek yang selalu menemaninya memberi makan ikan-ikan ditaman belakang.
__ADS_1
Papa Rendi masih diam seribu bahasa.karena sebulan yang lalu saat ia asik berbincang sama ayahnya masih membekas jelas di ingatannya .Kakek Royan meminta Rendi untuk menikah lagi,memulai kehidupan baru dan melupakan kenangan lama yang menyakitkan hatinya,karena Royan tau hati Rendi saat ini sangat sulit untuk menerima seorang wanita setelah penghianatan Istrinya Rosi.
Namun dengan tegas Rendi menolak dengan alasan Ingin menghabiskan Waktunya hanya bersama cucu-cucunya.Ada rasa penyesalan dihari Rendi saat ini.
"Kalo seandainya saja Rendi tau itu permintaan terakhir papa,Rendi akan menjawab akan mempertimbangkannya"lirih Rendi dalam hatinya,hati Rendi terasa sesak saat ini.
karena Royan sangat berharap saat itu melihat anaknya menikah lagi dan memulai membuka lembaran baru.
"Mas Rendi ayo kita pulang"Denis Menepuk pundak kakak iparnya itu"Lihat cuaca sepertinya mau hujan"Denian mencoba mengingatkan.
Rendi tersadar dari lamunannya."Pa,,Rendi pulang ya,nanti Rendi akan sering kesini jengukin papa dan Rendi janji akan memenuhi permintaan terakhir papa,walau mungkin ini sangat terlambat Rendi lakukan"Kata Rendi lirih.
__ADS_1
Semua keluarga juga menaruh taburan bunga dan memanjatkan doa dimakam Sang Ibu yang sudah terlebih dulu meninggalkan mereka.
Varo menggenggam tangan Tania dan Zain bersamaan menuju mobil mereka,keluarga dan sahabatnya sekarang inilah yang memotivasi Varo harus belajar tegar dan ikhlas atas kepergiaan sang kakek.