Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 220 (Ctb)


__ADS_3

Fikri nampak murung setelah mendengar kabar Zain akan melamar Kinara.gadis yang selama ini ia cintai diam-diam.


"Kak Fikri ngelamun aja,entar kesambet Jin baru tau rasa"Vina memukul pundak Fikri membuat kakaknya itu kaget dan hampir terjungkal dari tempat duduknya.


"Vin,,,,kebiasaan ya ngagetin!!!"Kesal Fikri


"Lagian masih pagi udah ngelamun,mikirin apa sih kak"Tanpa merasa berdosa Vina duduk disebelah Fikri dan mencomot pisang goreng buatan ibunya.


"Mikirin belahan jiwa kakak Vin,,,"Lirih fikri


"Kenapa dengan kak Ara???"Vina bisa menebak siapa yang dimaksud Kakaknya itu dengan belahan jiwa.


"Kamu belum tau ya?,keluarga Zain akan melamar Kinara,kakak tidak punya kesempatan lagi Vin,,,"


"Oh,,,,udah tau sih kak,berarti Kinara bukan jodohnya kak Fikri,jadi terima aja dengan lapang dada".Vina terus saja mencerocos tanpa memikirkan perasaan Fikri yang patah hati sekarang ini.


"Kamu tuh ya Vin,,,bukannya ngehibur kakak mu ini malah makin buat aku tambah down"


"Bukan begitu kak,,,dari awal aku udah tau Kak Ara dan Kak Zain itu memiliki ketertarikan satu sama lain,Vina kan udah sering kasih tau kakak Jangan terlalu berharap,dan lupakan Kak Ara,,dan sekarang yang sakit sendiri kan kak Fikri juga"ucap Vina panjang lebar

__ADS_1


"Mungkin dengan mengikhlaskan Kak Ara dengan Kak Zain,,,itu jalan terbaik Kak"Vina mencoba memberi saran pada Fikri.


"Kamu gak pernah sih Vin merasakan jatuh cinta dan bertepuk sebelah tangan"protes Fikri pada adiknya.


"Siapa bilang,,,Vina mah sudah sering ditolak,dicuekin,bahkan gak dianggap"Ralat Vina tak setuju dengan ucapan Kakaknya.Vina teringat sosok Zio yang selalu bersikap dingin padanya.


"Wah kak Fikri gak tau kisah cintamu begitu tragis Vin"Ucap Fikri pada adiknya.


"Tapi Vina santai aja kak,,,gak mau banyak pikiran,,"


"Kakak juga mau nya gitu,,,tapi gak bisa Vin,,setiap hari ketemu Ara dan rasa cinta dan sayang itu semakin tumbuh subur"


"Ya elah kak,,,seperti tanaman aja tumbuh subur".ejek Vina


"Masa Vin,,,kak Fikri rasanya udah cinta mati sama Ara,tak bisa terganti dengan siapapun".


"Belum Nemu aja Kak,dan cobalah membuka mata dan hati,yang naksir kak Fikri tuh banyak".


"Masa sih Vin"Fikri merasa tak percaya

__ADS_1


"Hadeh Kak Fikri pura-pura bego kali ya,,ngapain si Luna dan Sita sering Caper kerumah kita antarin makanan,hampir tiap hari malah"


"Emang mereka berdua baik Vin,gak ada salahnya ngantarin makanan sama tetangga,ibu juga sering gitu kan".


"tau ah,,,males ngomong sama kak Fikri.Susah jelasinnya"Vina langsung berdiri masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Lha kok Vina marah????"Fikri bingung dengan sikap adiknya.


"Apa benar ya yang dikatakan Vina,,,Luna dan Sita Suka sama aku,ah,,,,tapi aku menganggap mereka berdua seperti Adikku saja".Fikri Menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Fikri masih sibuk dengan pikirannya sendiri sampai sebuah Suara menyadarkan Fikri lagi.


"Kak Fikri"panggil Luna yang sudah berdiri didepan teras rumah Fikri.


"Eh Lun,,,,"Fikri menjadi salah tingkah


"Luna Antarin bakwan sayur Kak,,buat sarapan pagi"Luna menyerahkan rantang berisi bakwan sayur pada Fikri


"Jadi ngerepotin kamu Lun,Tapi makasih ya"Fikri berbasa-basi

__ADS_1


"Gak ngerepotin kok Kak,,,Luna malah senang kalau kak Fikri suka makanan yang Luna buat"Luna tersenyu malu


"Lha jangan-jangan Vina benar nih,Luna punya rasa sama aku"Fikri terpikir omongan Vina adiknya.


__ADS_2