Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.66


__ADS_3

Setelah bertanya dimana Ruangan Tania pada petugas jaga.Kakek langsung dengan segera melangkahkan kakinya.


Mengetuk pintu lalu memberi salam,Varo yang sedang asik menyuapi istrinya makan tidak menyadari kedatangan kakeknya.


Tania melihat Kakek Royan masuk,mau berkata pada Varo tapi tangan kakek memberi isyarat untuk Tania agar diam.


Dengan mengendap-endap menuju kursi dan duduk dengan tenang Disana.


Sarko hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tuan besar nya itu.Tania pun tidak bisa menahan tawanya melihat apa yang dilakukan oleh kakek Royan.


"Sayang apa yang kamu tertawakan,tanya Varo heran


"Apa aku terlihat lucu,Varo memajukan mulutnya ingin menyosor kebibir istrinya.


Tania dengan cepat menghentikannya dengan tangannya.


"Ehmmmmmmm ada tontonan gratis,ada kesempatan main sosor saja,sepertinya kita akan cepat dapat kabar baik,Kakek bergumam dengan sarko.


Dan Sarko hanya membalas dengan senyum kecilnya.


Varo menoleh ke sumber suara dari arah belakangnya.


"Kakek,kenapa selalu muncul dengan tiba-tiba,varo menggelengkan kepalanya


"Kamu aja yang asik dengan duniamu sendiri,sampai kakek ucap salam tidak didengar"balas kakek tak mau kalah.


"Gimana kondisi Tania apa sudah merasa baikkan?


"Sudah lumayan kek,sedikit pusing saja Setelah makan mulai berangsur-angsur hilang".Tania tidak ingin membuat kakeknya khawatir kondisinya yang masih merasa terguncang hebat.

__ADS_1


Mendengar penuturan Tania kakek merasa senang.


"Apa Gibran juga dirumah sakit ini? tanya kakek


"Iya ,,,,jawab Varo singkat terlihat raut muka nya yang tidak senang saat kakek menyebutkan Gibran.ada Masih tersisa rasa kesal dan kecewa dihatinya saat ini dia tidak bisa membohongi perasaannya.


"Berhenti membenci nya!,ucapan lantang kakek membuat varo tertegun.


seakan mengetahui isi hatinya.


"Apa kakek mengetahui masalahku dengan Gibran??


Kakek menganggukan kepalanya.


"Setelah kamu mengetahui apa alasan Gibran melakukan itu padamu,Kakek yakin rasa sakit hatimu padanya akan hilang".kakek menarik nafas panjang sedih rasanya karena perintah dan ide darinya untuk memisahkan varo dan Viona ,membuat hubungan persahabatan mereka menjadi serumit ini.


"Kakek dan Gibran menyembunyikan sesuatu yang penting dariku,tanya Varo penuh selidik pada kakeknya.


Sarko merasa bersalah bagaimana pun dia juga terlibat dalam masalah ini.


"Apa kakek tidak dibutuhkan lagi,karena sudah terlalu tua jadi Kalian meragukan kemampuan kakek ini,suara Kakek sekarang terdengar lebih lembut


"Bukan begitu Tuan besar,kami mengkhawatirkan kondisi kesehatanmu sekarang".


"Jangan jadikan itu alasan kalian,mulai sekarang kakek tidak mau ada masalah yang disembunyikan lagi dariku,tegas kakek Royan


selalu kesehatannya yang menjadi alasan mereka semua.


"Bawa aku keruangan Gibran,dan perintahkan Darko selalu memberi kabar perkembangan wanita itu".

__ADS_1


"Baik tuan besar,Ayo saya antarkan keruangan Gibran


"Varo jaga istrimu,setelah semua beres secepatnya kita harus kembali ke Indonesia.


Varo dan Tania pun mengangguk setuju.


Kakek segera meninggalkan ruangan Tania dan menuju keruangan Gibran.


Tania sangat kenyang sekali dan mulai mengantuk.Varo berjalan mendekati istrinya


"Apa kamu lelah sayang,varo melihat istrinya sering sekali menguap.


"Aku sangat mengantuk sekali Varo,ucap Tania manja dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya yang sudah duduk disampingnya.


"Betulkan posisi tidurmu sayang,kamu harus banyak beristirahat.Varo mengangkat kepala istrinya dan membaringkan perlahan.


."apa posisi seperti ini nyaman,tanya Varo lagi


"Iya nyaman,ucap Tania pelan yang hampir tidak terdengar oleh varo,karena matanya sangat berat membuat dia ingin cepat tertidur.


Saat melihat Tania tertidur dengan pulas varo segera menyelimuti istrinya.memberi kecupan hangat dikening Tania yang sudah menjadi kebiasaan buat Varo.


Dipikiran nya saat ini sedang berkecamuk memikirkan Gibran dan Wanita itu.


"Mendengar suara wanita itu kenapa aku teringat seseorang,varo berpikir sangat keras


Ahhhhh aku baru ingat sekarang


"suaranya mengingatkan ku pada Bibi Rosalinda!!!!!! Adik tiri mama yang dinyatakan meninggal 3 tahun lalu karena kasus dibunuh.dari kabar yang yang varo dengar dan hanya mama Rosi yang menghadiri pemakamannya waktu itu.

__ADS_1


Varo sedikit merinding mengingat suara wanita itu yang sangat mirip sekali dengan suara bibinya yang sudah meninggal.mungkin hanya sebuah kebetulan saja Varo membuang jauh -jauh pikiran horornya.😱


__ADS_2