
"Kalian sudah menangkap wanita itu"Tanya seorang gadis pada beberapa orang suruhannya sambil membetulkan kacamata hitamnya.
"Kami sudah menyerahkannya pada pihak kepolisian".ucap salah satu dari pria berpakaian hitam.
"Aku selalu suka cara kerja kalian selalu cepat tanggap,Ayahku tidak salah mempercayakan pada kalian"puji gadis itu antusias "ingat jangan beritahu siapapun aku yang memerintahkan kalian".
"Termasuk ayah anda Nona Laura"
Laura menganggukkan kepalanya."Ya termasuk ayahku,Dia pasti marah besar aku memerintah kalian tanpa izinnya"
"Kami juga terancam Nona"Lirih pria botak yang satu lagi.
"Aku akan kasih bonus buat kalian karena bekerja dengan hebat"cara Laura berterima kasih.
"Aku pergi dulu"Laura segera meninggalkan para anak buah ayahnya dan memasuki mobil mewah kesayangannya.
"Pengen mampir tempat Tania,namun gak mungkin aku bawa mobil ini,Arghhhhh susah juga kalo harus main petak umpet gini".Pekik Laura berbicara sendiri didalam mobil.
Laura memilih mampir disalah satu supermarket dan keluar dari mobilnya.tanpa dia sadari seseorang sedang memperhatikannya dari jauh.
Dia adalah Gibran yang kebetulan mau berbelanja sesuatu pesanan Bunda Bella.
"Laura????,aku yakin gak salah liat"Gumam Gibran perlahan mengikuti Laura.
Laura memasukan semua belanjaannya dan meletakkannya dikeranjang.mendorong perlahan menuju deretan semua barang,
__ADS_1
Mengambil beberapa yang ia butuhkan.
"Cari cemilan Dulu"Laura sangat antusias bila berada di rak-rak yang penuh makanan ringan.
Terus memasukan makanan kesukaannya.
"Beliin buat siganteng nya aunty juga donk"Laura semakin semangat berbelanja cemilan nya."Kyaaaa kesukaan Tania,juga harus wajib dibeli nih"Soraknya seorang diri
Gibran terus saja jadi penguntit dan belum mengambil belanjaan pesanan bunda Bella,masih fokus pada Laura.
"Selesai"Laura Meregangkan Tangannya sedikit karena lelah berkeliling membawa troli penuh dengan belanjaannya.
Menuju kasir dan membayar menggunakan blackcard nya.dan gerak geriknya masih dipantau Gibran.setelah membayar Laura ingin keluar menuju parkir mobilnya.
"Sudah ku duga dia bukan gadis sembarangan"pikir Gibran melihat kartu yang Laura gunakan.
"Hai selamat malam"sapa Gibran Laura mengenal Suara siapa yang menyapanya.detak jantungnya berdegup kencang.
Laura dengan terpaksa membalikan badannya dan tersenyum simpul kearah Gibran.
"Pak Gibran sedang apa disini?"Tanya Laura berbasa basi menyembunyikan kegugupannya
Tanpa menjawab pertanyaan Laura Gibran membantu karyawan supermarket memasukan belanjaan Laura.yang sudah seperti orang mau hajatan.
"Sudah selesai,terima kasih"Ucap Gibran pada karyawan supermarket itu dan dibalas ucapan terima kasih kembali.
__ADS_1
Laura terlihat bingung harus mencari alasan apa.Laura mainkan Ujung bajunya dan tetap menunduk kearah bawah.
"Mau tetap disini atau pulang??"tanya Gibran membuat Laura mengangkat kepalanya dan masih memilih diam.
"Ada yang mau kamu jelaskan padaku"Gibran mendekat kearah Laura dengan pandangan penuh selidik.sebenarnya dari awal Gibran sudah tau siapa Laura dan memilih Laura berkata jujur padanya,karena Gibran yakin ada alasan Laura menyembunyikan identitasnya.
"emmmmmm,,,aku belum siap,tapi aku akan menjelaskannya nanti".Ucap Laura cepat karena terdesak
Gibran pun tidak ingin memaksa Laura."Baik,aku tunggu penjelasan mu sekarang pulang lah ini sudah larut malam".
"Terima kasih pak Gibran"Laura merasa lega karena Gibran tak memaksa nya untuk menjelaskan sekarang.
"Panggil saja namaku jangan ada embel-embel pak saat kita berada diluar lingkungan kerja"protes Gibran
"Ehh iya pak ,,,maaf Gibran maksudnya".Laura merasa tak terbiasa.
"Gimana kabar Tania?"Laura teringat sahabatnya
"Sudah mulai membaik,ia hanya shock dan terguncang".
"Besok aku ingin menjenguknya lagi saat pulang kerja".
"Oke,Besok ikutlah dengan ku,kamu gak mungkin membawa mobil ini kekantorkan".Gibran tak habis pikir kenapa gadis yang sebenarnya kaya raya malah ingin terlihat gadis biasa.
Laura hanya mengangguk pasrah.dan pamit untuk pulang meninggalkan Gibran yang masih diam mematung.
__ADS_1
"Ahhhh aku lupa membeli pesanan Bunda Bella"Gibran berlari kearah supermaket kembali.