Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 237 (Ctb)


__ADS_3

"Tama?????,apa yang kamu lakukan"Zia menarik tangannya dari bibir Tama.


"Maaf Zi,,aku reflek tadi"Tama merasa bersalah pada Zia,sekarang ia pasrah bila harus kena semprot oleh Zia.


Tapi sikap Zia malah sebaliknya


"kamu gak Jijik Tam"Tanya Zia dengan wajah memerahnya.


Tama pun menggeleng,tanda ia tak jijik.


"Coba kakak lihat lukamu"Zio sedikit kaget dengan perlakuan Tama tadi.


Zia mengulurkan tangannya pada Zio.


"Zia luka nya sangat dalam,kakak Zio minta suster kesini mengobati lukamu".Zio pun segera keluar.


Kinara yang sempat tertidur pun akhirnya terbangun."Zia ada apa??''Tanya Kinara


"Hanya terluka terkena pisau kak Ara,Kak Zio udah memanggil suster untuk meminta perban".


"Coba kak Ara lihat lukamu"


"Cuma luka gores kak Ara jangan khawatir"Zia gak mau Kak Ara nya khawatir.


"Lain kali hati-hatiya Zi"


"Iya kak Ara"

__ADS_1


Tama memandang Zia dan ingin sekali ia mengusap dan membersihkan darah Zia yang masih menetes dijarinya.


Tak lama kemudian Zain dan Zio datang dengan seorang suster.Zio sudah memberi tahu Bang Zain tentang Zia.


"Suster segera obatin luka Adikku"Zain mendekati Zia dan merasa kasian melihat luka adiknya.


"gimana bisa terluka Zi??"Tanya Zain


"Tadi kurang hati-hati aja Bang Zain".


"Suster akan mengobatimu".Zain pun mengusap rambut adik kesayangannya itu.


setelah suster mengobati Zia,Lalu memeriksa kondisi Kinara.


Dua hari setelah itu Kinara sudah diperbolehkan pulang,kesehatannya berangsur-angsur pulih.


Semua keluarga berkumpul diruang keluarga,ayah Toni juga ikut mengantar putrinya pulang.


Bunda Bella membuat beberapa cemilan,Zia dan Sya asik mengobrol di taman belakang.


Ronal memilih ikut bermain game bersama Kak Zio dan Tama.


"Sudah gak sabar nunggu tangis bayi lagi dirumah ini"Kata Bunda bella


"Ini calon cucu pertama kita,Semoga putriku selalu sehat,aku merasa khawatir dengan kondisinya".Lirih Toni


"Kami mengerti kekhawatiran mu Toni,Kami semua disini akan menjaga nya dengan baik"Rendi menepuk pelan punggung Toni.

__ADS_1


Kinara yang masih merasa lelah pun akhirnya tertidur,Zain tidak ingin mengganggu tidur istrinya memilih turun untuk bergabung bersama keluarga besarnya dibawah.


Diruang bawah keluarga Varo membahas tentang kuliah kedua anak kembarnya.


Zio tetap pada pendiriannya mau kuliah kedokteran dan Zia memilih bisnis seperti yang diinginkan papanya.Varo sudah tidak memaksakan lagi Zio untuk mengikuti jejak nya.


"Zain mana Kinara???"Tanya Toni yang hanya melihat Zain turun dari tangga sendiri.


"Kinara sedang tidur,efek obat yang ia minum membuatnya mengantuk".


"Biarkan dia lebih banyak beristirahat,kondisi nya masih lemah"Pesan Bunda Bella


"Iya Oma"


Lima bulan berlalu,Perut Kinara sudah terlihat membesar.dan semua keluarga selalu ekstra menjaganya.


Hari ini Zain dan Varo harus berangkat lagi keluar kota.Om Andre ikut bersama mereka walau masih berduka kehilangan sang Istri sebulan lalu.


"Jaga anak kita ya sayang"Zain mencium kening Kinara dan mengelus perut istrinya.


"Kamu juga jangan kelelahan,minta lah sama mama atau Oma bila ingin makan atau memerlukan sesuatu".pesan Zain


Kinara mengangguk mengiyakan semua perkataan Zain padanya.


dan Zain dan Varo pun pamit untuk pergi.


"Hati-hati dalam perjalanan"Tania memeluk suami dan anaknya bergantian.

__ADS_1


__ADS_2