
Zain mengendarai mobilnya pelan saat ia sudah pulang dari bekerja,Zain menyempatkan singgah di sekolah SMA nya dulu.SMA nya berbeda dari adik-adiknya Zain memilih sekolah biasa dan tidak ada yang tau tentang identitasnya waktu itu.
Tak banyak berubah dari sekolahnya,banyak kenangan yang ia rindukan ditempat ini.kenangan bersama sahabatnya Kinara.
"Kinara dimana kamu sekarang"Lirih Zain ia terus mencari keberadaan sahabatnya itu.
"Nak Zain"Sapa seseorang dari belakang
Zain menoleh kan kepalanya seseorang yang sangat dikenalnya kini tersenyum pada Zain.
"Bu Anin"Zain pun menyalami tangan wanita paruh baya itu.Buk Anin adalah istri penjaga sekolah sekaligus Ibu kantin sekolah Zain.
"Zain dah lulus kuliah"Tanya Bu Anin ia memperhatikan tampilan Zain dengan Jas kerjanya.
"Zain udah kerja Bu"Jawab Zain
Bu Anin mengangguk mengerti,Zain terlihat lebih dewasa sekarang dan tidak mengurangi ketampanannya.
"Mau mampir dirumah Ibu,Kebetulan hari ini ibu masak getuk makanan kesukaan mu"
"Zain gak ngerepotin Bu"tanya Zain
"Ya enggak lah anggap aja Reuni"kata Bu Anin bercanda"Bapak pasti senang melihat kehadiran Kamu Zain".
Zain pun tak enak menolak,dan mengikuti langkah Bu Anin masih kedalam sekolah.
__ADS_1
menuju rumah sederhana terletak di ujung.
"Pak lihat siapa yang datang"
Suami Bu Anin memperhatikan Lekat seseorang yang ditunjuk istrinya.
Pak Aris tersenyum lebar saat tau yang berdiri dihadapannya sekarang adalah Zain.
"Apa kabar Zain,udah sukses kamu sekarang Nak"pak Aris melihat penampilan Zain yang berbeda.
"ini hari pertama Zain bekerja Pak,Bu..."
"Kalo boleh tau kerja dimana Nak??"Tanya pak Aris lagi
"Biarkan Zain duduk dulu pak,jangan langsung kepo"Bu Anin menegur suaminya.
Zain sedikit terkejut mendengar perkataan Bu Anin."Apa Bu Ani tau tentang identitasku"pikir Zain
"Dari mana Ibu tau"pak Aris hampir tak mempercayai ucapan Istrinya.
"Maaf saat ingin mengantarkan kopi keruang kepala sekolah kala itu,Ibu tak sengaja mendengar omongan keluarga dari Nak Zain Pak".cerita Bu Anin merasa bersalah tak sengaja menguping pembicaraan Keluarga Zain saat itu.
"Kok gak bilang sama Bapak,Bu??"
"Katanya rahasia jadi gak boleh dikasih tau,Ibu juga menjaga privasi dan kenyamanan Nak Zain pak,Pasti Zain punya alasan untuk itu".
__ADS_1
Pak Aris manggut-manggut mengerti tujuan sang istri.Zain salut sama pads Bu Anin yang menyimpan rapat identitasnya.
Sebenarnya tujuan Zain hanya ingin merasakan suasana baru sejak TK sampai SMP selalu disekolah Favorite yang hampir rata-rata anak orang berada,disekolah ini banyak memberi pengalaman baru dan Zain tak pernah menyesal mengambil keputusan.
"Oh iya seingat Ibu kamu sangat dekat dengan Kinara ya Nak,gimana kabar Gadis itu???"
"Jadi Bu Anin juga tak pernah mendengar kabar Kinara Bu"Zain bertanya balik
"Sejak kelulusan kalian itu terakhir Ibu bertemu degannya"Zain sedikit sedih dia berharap Bu Anin ada informasi mengenai keberadaan Kinara.
"Zain juga sedang mencarinya Bu,,kami lepas kontak saat Zain harus melanjutkan studi keluar negeri nomor ponselnya tidak pernah aktif lagi".Lirih Zain.
"Kalian membicarakan Kinara gadis cantik berambut panjang itu"Pak Aris mengingat dua hari lalu ia bertemu gadis Itu.
"Iya bener Pak,apa Pak Aris tau dimana Kinara sekarang"Zain antusias mendengar perkataan Pak Aris ada harapan ia bisa bertemu Kinara.
"Bapak ada ketemu Kinara Minggu yang lalu,karena jaraknya agak jauh Bapak tak sempat menyapanya dan Kinara keburu sudah masuk mobil"Namun ada yang menarik perhatian Bapak saat itu kinara memakai tongkat saat berjalan".
"Apa sesuatu terjadi padanya pak"tamu Zain khawatir
"Kinara seperti tidak bisa melihat,karena ia dituntun seseorang Gadis belia disampingnya.
"Pak,,Apa maksud bapak Kinara buta!!!"Bu Anin langsung menafsirkan perkataan Suaminya.
"Bapak tidak bisa memastikan itu Bu,tapi cara Gadis belia itu terlihat sekali sedang mengarahkan jalan untuk Kinara"
__ADS_1
Deg jantung Zain terasa berdetak lebih cepat rasa ingin menemukan Kinara semakin besar.
"Ra,,,aku akan mencari keberadaan mu,semoga kamu baik-baik aja selama ini,dan apa yang ku dengar hari ini tidak benar adanya"Lirih Zain didalam hatinya.