
Seminggu sudah Zain dan Kinara berada di Singapura.hari ini adalah kepulangan mereka kembali.Dua hari yang lalu Zain kembali memeriksa kondisi mata istrinya,dan Dokter mengatakan perkembangan kesehatan mata Kinara sangat bagus,membuat Zain merasa tenang saat kembali ke Indonesia.
Tania dan Kinara sudah mengemas barang-barang,beberapa oleh-oleh untuk keluarga juga sudah mereka persiapkan.
Mobil yang akan mengantar mereka ke bandara sudah siap didepan hotel.Zain pun segera mengajak Mama dan istrinya untuk turun kebawah.dan langsung menuju bandara Cangi Singapura.
Di kediaman keluarga mahardika tampak sibuk mempersiapkan beberapa hidangan makanan untuk menyambut Tania,Zain dan Kinara dirumah.
Laura membuat bermacam kue dibantu oleh putrinya Sya.
Zia,Zio dan Tama bertugas menjemput Dibandara.
Didalam pesawat kinara tertidur pulas di bahu Zain,dan Zain membangunkan perlahan Kinara karena sudah sampai di bandara Soekarno Hatta.
"Sayang bangun,,,,kita sudah sampai".Zain berucap pelan
Kinara mengerjap-ngerjap kan matanya dan mengumpulkan kesadarannya.
Tania pun membantu Kinara untuk turun dari pesawat,Zain membawa beberapa barang yang ia taruh dibagasi dalam.
kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu Oleh Zia dan Zio juga Tama.
__ADS_1
Setelah semua barang masuk kedalam mobil,mereka semua pun langsung menuju rumah kediaman keluarga Mahardika.
"Kak Ara,Zia senang sekali melihat kak Ara sudah bisa melihat lagi".Zia merangkul kakak iparnya itu.
dan Ara mengusap rambut adik iparnya dengan penuh kasih sayang.
Laura yang sudah tak sabar menunggu kedatangan Tania pun sudah berdiri dihalaman depan.
Mobil berwarna hitam tampak dari kejauhan dan Laura tersenyum gembira.dan mobil berhenti tepat didepan Laura.
"Tante Laura"Ucap Zia yang lebih dulu membuka pintu mobil.
Zia membantu Kinara keluar dari mobil,Zio dan Tama bertugas mengeluarkan semua barang di bagasi belakang.
Bunda Bella yang mendengar suara dari luar pun langsung berlari menuju pintu depan.Bunda Bella lega melihat orang-orang tercintanya sudah datang dengan selamat.
"Ayo semuanya masuk,Laura dan Oma sudah menyiapkan sesuatu buat kalian".Bunda Bella menyuruh semua keluarga nya yang masih berdiri didepan pintu untuk masuk.
Setelah beristirahat sebentar dan membersihkan diri mereka makan bersama dan Varo memilih pulang lebih awal dan menjemput pak Toni terlebih dulu untuk menjenguk Kinara.
Zain bercerita banyak tentang operasi Kinara yang berjalan lancar,dan Tania juga tak kalah antusias.
__ADS_1
Toni merasa bersyukur putri tersayangnya sudah bisa melihat lagi.
"Ayah"Kinara menghambur kedalam pelukan Ayahnya.
"Ara,,"Toni mengeluarkan Air mata bahagia melihat Putrinya.
"Apa Ayah sehat,kemaren Ara telpon suara Ayah terdengar sedang Flu".Ara memeriksa keadaan Ayahnya.
"Ayah sehat-sehat aja Ara,jangan khawatir".
"Bener Ayah gak apa-apa??"Ara meyakinkan lagi karena Ara tau Ayahnya selalu tidak ingin Ara tau jika ia sakit.
"Ayah udah minum obat,hanya flu karena terkena hujan kemaren,ini sudah mulai fit lagi dan sehat mendengar saat kamu mau pulang"
"Syukurlah Yah"Kata Kinara,ia merasa lega
"Zain dan semua keluarga disini terima kasih udah banyak membatu Kinara putriku,akhirnya penantian panjang untuk putriku bisa melihat lagi terwujud".Toni merasa banyak berhutang Budi pada keluarga Mahardika.
"Toni,,jangan seperti itu,Kinara dan kamu adalah keluarga kami sekarang,apabila ada yang memerlukan bantuan kami semua akan siap membantu,terlebih lagi Ara adalah istri Zain cucu kesayangan ku".kata kakek Rendi.
Toni pun merasa terharu,orang biasa seperti dirinya sangat diterima dikeluarga Mahardika.
__ADS_1