Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Capter Bonus 7


__ADS_3

Perkembangan kesehatan Bayi mulai membaik.Dokter Zio dan Juna terus memantau perkembangan sang bayi.


"Aku jadi kangen sama Zulfi dan Zalfa"Ucap Zio saat melihat bayi mungil itu tidur dengan nyenyak.


"Sikembar anak Tama dan Zia ya??"Tanya Juna


Zio mengangguk"Keponakan kembarku itu selalu menggemaskan,Sekarang pertumbuhan. mereka berdua sangat sehat,bulan depan Zia akan kembali ke Jakarta aku tak sabar bertemu si kembar".


"Wah aku juga ingin melihat sikembar,beritahu aku bila keponakanmu itu sudah datang"Ucap Dokter Juna semangat.


"Oke,aku akan memberitahumu jika mereka sudah dijakarta,Oia kemana Felisha"Tanya Zio yang tak melihat ibu sang bayi benama Sakka itu.


"Ia sudah tak disini saat aku datang,aku hanya bertemu suster Susi diruangan".ucap Dokter Juna yang lebih dulu datang keruang.perawatan Sakka.


"Mungkin besok Bayi Sakka sudah boleh pulang,kita harus memberitahu ibunya".Ucao Zio lagi.


Tak berapa lama Felisha pun tiba,ia baru saja selesai menemui seseorang,Matanya terlihat sembab.


"Itu orang yang kita cari"ucap Juna saat melihat kedatangan Felisha.

__ADS_1


"Maaf dok,tadi aku keluar sebentar karena ada urusan jadi aku menitip Sakka sama suster Susi".Felisha tau pasti ada yang ingin Dokter Zio dan Dokter Juna beritahukan padanya.


"Bayimu Sakka keadaannya sudah membaik,besok sudah boleh untuk pulang".Dokter Juna memberitahu.


Ekspresi Felisha bukannya senang malah sebaliknya.


"Apa aku boleh tinggal beberapa hari lagi disini Dok"Ucap Felisha membuang sedikit rasa malunya,Felisha bingung ia harus pergi kemana,Pemilik kontrakan baru saja mengusirnya karena tak membayar uang sewa.


"Sakka sudah sembuh,bayi tidak baik tinggal terlalu lama dirumah sakit"Dokter Juna memberitahu.


"Dua hari saja dok,sampai aku mendapatkan rumah kontrakan lagi",Ucap Felisha pelan ia ingin sekali menangis namun mencoba ia tahan hingga dadanya terasa sesak.


Zio kasihan melihat keadaan Felisha pasti berat menjalani kehidupannya sekarang.


"Terima kasih Dok,tapi aku tak bisa menerimanya Dokter sudah banyak sekali membantuku".Tolak Felisha


"Pikirkan lagi Felisha,Aku khawatir dengan Sakka anakmu,tinggallah disana sementara waktu sampai keadaan Sakka benar-benar pulih".ucap Dokter Zio tulus


Felisha menghembuskan nafas beratnya

__ADS_1


"Dibanding rumah,aku lebih membutuhkan pekerjaan sekarang".Lirih Felisha


"Kalau kamu bekerja siapa yang merawat Sakka".Tanya Dokter Juna


Felisha menjadi dilema.


"Jangan khawatirkan soal biaya dan kebutuhan Sakka,aku akan menanggung semuanya"Ucapan Dokter Zio membuat Felisha dan Dokter Juna tercengang.


"Tapi Dok,itu terlalu berlebihan"Felisha merasa tak enak hati


"Didalam keluarga ku sudah diajarkan sejak kecil untuk saling membantu sesama,Mungkin bantuan ini sangat tepat diberikan padamu dan Sakka aku mohon jangan menolak nya".Pinta Dokter Zio.


Felisha nampak berpikir keras,apakan ia harus menerima tawaran Dokter Zio.


"Disaat aku menganggap semua laki-laki itu brengs*k,Tapi Dokter Zio menyadarkan hatiku bahwa tidak semua seperti itu,bahkan aku yang bukan siapa-siapa nya dia dengan ikhlas membantuku"Bathin Felisha.


"Sebaiknya terima saja Felisha"Ucap Dokter Juna


"Baiklah Dok,aku akan menerimanya"Jawab Felisha.

__ADS_1


Dokter Zio tersenyum dan menganggukan kepala senang dengan keputusan Felisha.


Felisha berjanji didalam hatinya akan membalas semua kebaikan dokter Zio.


__ADS_2