
Yuk pencet like dulu, beri rating 5 bintang dan vote seikhlasnya ya ... karena itu sebagai bentuk apresiasi kalian kepada author
Jika ada yang ingin ditanyakan, kritikan dan saran silakan tulis di kolom komentar
Jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.
Terima kasih
Salam Hangat,
Ilamy Harsa🍀
Selamat berimajinasi
_________
Selama seharian penuh Anneline bercengkerama bersama Fernando. Pemandangan yang baru bagi para maid tak terkecuali bagi Naresh dan Kinanti. Hari itu Anneline sedang mendorong kursi roda milik suaminya, tanpa rasa malu. Wajah sumringah terhias di wajah Fernando. Ia masih tidak percaya tentang istrinya yang sudah berubah. Lebih tepatnya perubahans secara mendadak.
Semua orang mudah sekali tertipu dengan akting Anneline termasuk suaminya sendiri. Ia sedang memainkan taktik agar semua orang percaya kembali terhadap Anneline yang berubah menjadi baik.
Hanya tinggal selangkah lagi aku bisa keluar dari rumah ini tanpa pengawasa. Aku akan mencari keberadaan Ilham. Terima kasih Ray, sekarang kita punya tujuan yang sama.
Sebuah senyuman menghias wajah Anneline. Senyuman akan rencana jahat. Ia mendapat pesan singkat beberapa waktu yang lalu dari Ray. Pria itu pikirannya sangat terkutuk untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Ray mengajak untuk tinggal di rumahnya agar bisa melancarkan aksi. Dalam pesanya tertulis taktik yang mengagumkan, dan itu selaras dengan keinginan Anneline.
Apakah kau mengingkan lelaki es-mu kembali? Aku menginginkan istrinya. Aku ingin menawarkan semacam kerja sama yang saling menguntungkan bagimu dan bagiku. Kau bisa mendapatkan Ilham dan aku akan mendapatkan Farah. Kita hanya tinggal memisahkan mereka saja. Tinggalkan suamimu yang tidak sempurna itu. Tinggalkan saja! Hiduplah seperti Anneline yang dulu.
Aku sangat yakin, perempuan yang menjadi pendampingmu itu adalah sahabat dekat dari Farah. Ini bisa kau manfaatkan untuk mendekati Farah. Pisahkan mereka, tidak perlu sampai menyakiti Farah.
Anneline termakan oleh rencana yang dibuat oleh Ray. Bukankah tujuan hidupnya untuk hidup bersama Ilham? Hanya sekarang ia harus mendapat izin dari Fernando. Rencana Ray selanjutnya adalah bagaimana Anneline bisa ke Kota Milepolis tanpa pengawasan.
“Aku jadi malu melihat para maid yang sedang memperhatikan kita,” ucap Fernando.
Anneline hanya tersenyum tipis. Ia juga sedang berperang melawan rasa malunya. “Kau mau dengar ceritaku?’”
Fernando mengernyitkan dahinya. “Cerita tentang apa?”
Sekarang mereka berada di gazebo dengan pilar tinggi. Mereka sedang menikmati sejuknya angin yang menggoyangkan rumput taman dan bunga seroja. Pergantian musim sedang terjadi.
__ADS_1
“Kinanti selalu bercerita tentang dirinya yang mejadi sopir. Kau tahu, ia bisa berpetualangan ke manapun. Aku jadi iri terhadap kebahagiaan yang sangat sederhana itu. Katanya Milpolis masuk dalam jajaran kota terbersih. Aku jadi ingin ke sana. Bahkan sebentar lagi akan ada event besar tentang kewirausahaan. Aku tidak pernah melihat event itu selama enam tahun ini.” Anneline memandang lantai gazebo, ia merajuk seperti anak kecil yang minta dibelikan permen oleh ibunya.
“Event?”
Fernando tidak berpikir macam-macam. Hatinya sedang bahagia sehingga ia lengah tidak menyadari kelicikan yang sedang diperbuat oleh istrinya. Ia terlalu bahagai mendapatkan secuil perhatian semu yang semata-mata hanya pancingan agar Anneline diperbolehkan untuk keluar dari lingkaran ini.
“Iya, kau tahu ‘kan, Honey. Selama beberapa tahun ini aku jarang keluar kota. Itu pun bisa dihitung dengan jari. Temanku hanya para maid dan Kinanti, hanya itu.” Anneline meraut wajah melas. Ia harus bersandiwara seperti ini untuk mendapatkan simpati dari Fernando.
Fernando membulatkan matanya. Ia merasa aneh dengan sebutan yang dibaru saja diucapkan oleh istrinya.
Dia menyebutku Honey? Dia sudah berubah? Dia sudah menerimaku sebagai kekasihnya?
Seulas lengkungan manis terbentuk dari bibir Fernando. “Honey? Apa aku tidak salah dengar?” Fernando memastikan sekali lagi.
Anneline tersenyum sangat cantik. Ia menggelengkan kepalanya. “Aku ingin kita memiliki panggilan sebagai suami istri pada umumnya. Jadi aku memilih panggilan Honey untuk kita,” ujar Anneline, “tidak apa-apa ‘kan, Honey?”
Sudah tentu Fernando menyetujuinya. Baginya ini adalah hadiah terindah di dunia, dicintai oleh istri sendiri. “Iya, Honey.”
Anneline menyentuh tangan suaminya. Ia meletakkan telapak tangan Fernando di kepalanya meminta kemanjaan seperti pasangan suami istri.
“Aku sayang kamu,”ucap Anneline.
“Honey, apa boleh aku mengajak Kinanti untuk menghadiri event itu? Mungkin beberapa hari. Aku ingin berpetualang dengan Kinanti.” Anneline semakin merajuk.
Fernando sedikit menaruh curiga, mengapa istrinya ingin sekali pergi ke event itu.
“Maksudku, selama ini Kinanti tidak pernah pulang ke kota asalnya. Biarkan dia yang menjagaku. Dia juga sudah mahir dalam ilmu bela diri. Kau tahu Honey, aku sangat bosan terhadap pemandanga yang tersaji di rumah ini.” Anneline menjelaskan kembali, ia harus bersandiwara yang manis di depan suaminya.
“Aku ragu untuk memberikan izin keluar dari kota ini. Kau pastinya tahu, Kota Milepolis melarang penggunaan senjata apapun untuk warga kotanya. Jadi ...”
“Aku tidak butuh senjata, aku cuma ingin melihat event itu. Di Kota Zen mana mungkin ada? Terlalu padat. Boleh ya, Honey.”
Fernando tidak langsung menjawabnya. Sebenarnya ia tahu bahwa beberapa hari ini Kinanti meminta beberapa hari untuk pulang ke rumahnya, namun Kakaknya masih tidak setuju. Naresh terlalu posesif jika Kinantu pulang ke kotanya.
“Boleh, biar pulangnya bersama Kinanti. Aku rasa gadis itu sudah cukup mahir untuk mengendarai mobil menuju Kota Milepolis.”
Seketika Anneline melompat kegirangan seperti anak kecil yang sedang mendapat hadiah mainan di hari natal. Tanpa di sadari, Anneline memeluk Fernando di kursi rodanya.
__ADS_1
“Terima kasih, Honey.”Anneline melepaskan pelukannya dan seketika bibir ranumnya bertaut dengan bibir Fernando.
Ciuman pertama!
Mata Fernando membulat, napasnya sedikit tercekat menerima serangan mendadak dari istrinya.
Bibir Anneline begitu lembut. Ini ciuman pertamaku dengan perempuan. Apa yang harus aku lakukan?!
***
Dalam moment ciuman antara Fernando dan Anneline tertangkap oleh mata Naresh yang mengintip di ruang senjata. Kinanti masih saja menggunakan pelindung tangannya untuk meninju sansak yang tergantung di sudut ruangnya.
“Aku ingin seperti itu,” guman Naresh.
Ia melihat Farah bermandi peluh memukul-mukul sansak. Ia yakin bahwa gadis itu sedang kesal terhadap dirinya, karena tidak memperbolehkan untuk pulang. Kinanti terus saja meminta waktu beberapa hari ini. Sebenarnya ia tak rela jika Kinanti harus pergi untuk beberapa saat, tapi juga tidak bisa mengabaikan jika keluarga Kinanti adalah segalanya baginya.
“Kamu masih marah?” tanya Naresh yang sedari tadi duduk mengamati pasangan suami istri di gazebo melalui jendela.
“Menurutmu!” Kinanti masih saja memukul-memukul sansak. Sepagi ini ia sedang dilanda kemarahan. Ia ingin pulang barang sebentar saja, untuk menemui Ayahnya dan Reno. Namun permintaan itu ditolak oleh Naresh.
Naresh mendekati Kinanti, ia menghentikan pukulan demi pukulan kemarahan ke sansak. “Mengapa Kakak menghalangiku?! Minggir! Aku ingin meninjuk sansak ini!” Kinanti mendengus kasar. Ia sedang dilanda kedongkolan karena keras kepala Naresh.
Naresh hanya diam, berjalan ke arah Kinanti sehingga membuat gadis itu berjalan mundur.
“Kakak, berhenti!”
Kinanti mendorong tubuh Naresh. Tenaganya tidak cukup kuat, malah Nares mencengkeram tangannya dengan kuat. Tidak ada pilihan lain, Naresh menjatuhkan dirinya ke matras tempat arena bertarung.
Posisi Kinanti berada di bawah Naresh. Tangannya sempurna tidak bisa bergerak. Kakinya telah tertindih kaki Naresh sehingga ia hanya bisa menggeliat.
“Kak! Lepaskan Aku! Aku janji tidak akan marah lagi!” Kinanti berseru. Ia takut akan kemarahan pria yang menindihnya kini.
Naresh hanya memasang wajah dingin dan datar, tapi mengandung seribu makna. “Kamu boleh pulang ke Kota Milepolis, tapi aku meminta sebuah hadiah darimu.”
Kinanti mengernyikan dahinya. Hadiah apa yang diminta oleh Naresh.
“Aku meminta ini ....”
__ADS_1
Sebuah ciuman manis terjadi di ruangan itu.