Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 96


__ADS_3

Mohon bacanya setelah berbuka puasa ya, jangan membayangkan hal-hal yang berbau mature 😳 Sudah diupdate malam semoga pembaca bijak dalam menyikapinya.😆


__________________


Malam ini Ilham pulang sangat larut. Ia harus ke Kota Numa untuk urusan kedai keduanya. Ia melihat Farah yang tidur di meja belajarnya. Ilham yakin Farah menunggunya sampai tertidur. Akhirnya ia menggendong dan meletakkan tubuh istrinya di ranjang. Terlihat sangat manis sekali istrinya terlelap tidur. Ilham tersenyum dan menyelimuti tubuh istrinya. Ia sedikit memberikan sentuhan pada rambut Farah yang sangat panjang tergerai.


Ilham bangkit, ia ingin membasuh dirinya agar lebih bersih dan segar. Tak lama kemudian ia keluar dari balik pintu kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di tubuh bagian bawah. Ia mengambil kaos oblong berwarna putih dan celana yang panjang. Lalu ia merebahkan diri di samping istrinya.


Dilihatnya wajah Farah yang terlelap. Hanya dengan memandangnya pun sudah membuat Ilham merasa senang. Ia tersenyum membayangkan hal lucu yang selalu ia nantikan.


“Apakah kau tidak berniat untuk memiliki anak? Aku tahu sekarang aku sedikit lebih sibuk, kau pun sama.” Ilham mengelus puncak kepala Farah.


“Sepertinya kamu masih terlalu muda, jiwamu masih ingin bebas meraih apa yang kamu inginkan. Aku memahami hal itu, aku bisa menunggu sedikit lebih lama.”


Ilham sangat tahu kebiasaan tidur istrinya. Jika Farah sudah tertidur, ia tidak akan merasakan apapun. Mungkin saat inilah Ilham bisa mengecup bibir dan dahi Farah. Ilham tahu persis istrinya masih belum bisa menguasai teknik seperti ini. Ilham membelai lembut pipi Farah. Ia suka dengan keadaan ini. Pikirannya menjalar ke aliran syahwatnya. Ini sangat normal, karena Ilham adalah pejantan.


Ilham sedikit membuka kancing baju tidur yang Farah kenakan. Tidak seluruhnya hanya bagian atas saja. Ia sedikit menyingkirkan rambut Farah yang menutupi area leher dan dadanya. Namun Farah tidak merasakan itu semua, ia masih tenang dalam tidurnya. Tiba-tiba Ilham menyusuri leher Farah. Ia sangat bergerilya karena ia bebas berkelana pada area eher berserta dada milik istrinya. Tak lupa Ilham meninggalkan jejak bibirnya pada setiap jengkal area itu. Sangat banyak dan berwarna merah.


Farah tetap terlelap dalam tidurnya, nampaknya ia sangat tidak terganggu dengan aktivitas yang di lakukan oleh suaminya. Ilham masih bergerilnya untuk menyusri setiap lekuk tubuh istrinya, bahkan ia tidak segan memberikan tanda cinta itu. Ilham tersenyum, ia berhenti untuk melakukannya lebih jauh lagi. Ia tahu, tidak asik rasanya jika dilakukan hanya oleh satu orang yang terjaga. Ilham menginginkan hal ini ketika Farah dan dirinya membuka mata dengan tersadar.


“Semoga kamu tidak kaget melihat tanda merah ini. Maaf aku memberikannya lumayan banyak.” Ilham tertawa kecil. Ia mengancingkan kembali baju tidur Farah. Ilham kembali mengantuk, ia memeluk tubuh mungil istrinya dan terlelap tidur.


Malam yang diisi oleh kidung ibu bulan beranjak meninggalkan panggungnya. Saatnya sang surya meneruskan kidung hangatnya. Farah terbangun, ia telah selesai menunaikan salah subuh. Ia merasa ada sesuatu yang aneh di sekitar lehernya. Farah berjalan menuju cermin, ia memandangi dirinya. Farah kaget mendapati banyak bekas seperti ruam merah yang sangat banyak di daerah leher dan dadanya.


“Ini pasti karena alergi serangga! Aku harus menyemprotkan obat anti serangga di kamar ini!”


Farah pergi meningglkan kamar Ilham. Ia berjalan ke tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan untuk membasmi serangga di bagian dapur rak paling bawah. Ia mengambil obat semprot anti serangga dan menyemprotkannya ke di kamar. Farah paling membenci serangga yang bisa membuat kulitnya menjadi ruam merah.


Terdengar suara yang timbul dari tabung semprotan saat mengeluarkan cairannya. Aroma obat anti serangga menguar di dalam kamar itu, Farah masih menyemprotan sampai di bawah kolong tempat tidur. Sekarang Farah terbatuk-batuk gara-gara menghirup aroma obat anti serangga yang kadarnya semakin banyak di udara.


“Aku harap setelah ini tidak ada serangga yang menggigit tubuhku lagi!” Farah meletakkan tabung semprot obat anti serangga di pojok kamar.


Sekarang Farah akan membasuh tubuhnya di kamar mandi lain, karena kamar mandi di kamar ini sedang di pakai oleh suaminya. Farah telah selesai mandi, ia sengaja tidak memakai hijabnya karena rambutnya masih basah. Sekarang ia harus menyiapkan sarapan untuk suaminya. Farah berjalan menuju dapur, terlihat Bu Tin yang sedang memasak memainkan spatula dan wajan.


“Pagi, Bu Tin,” Farah menyapa asisten rumah tangganya.

__ADS_1


Bu Tin membalas dengan senyuman. Namun seketika Bu Tin terperanjat melihat tanda merah yang menghiasi hampir seluruh leher majikannya.


“Anu, Nona lehernya ....”


Farah menyentuh lehernya, ia tahu bekas tanda merah terlihat jelas di daerah itu. “Ini karena serangga sehingga ruam merah ini tercipta, Bu Tin.” Farah memotong kalimat dari Bu Tin yang belum tuntas seluruhnya.


“Yang ini saya bawa ke meja makan ya, Bu Tin.” Farah mengambil piring yang penuh dengan ayam goreng yang sudah dimasak oleh Bu Tin.


“Tanda itu bukan alergi Nona, melainkan hal lain,” Bu Tin berguman.


Farah berjalan menuju meja makan, di sana terlihat Ilham yang sudah rapi dengan kemeja yang biru lembut. Ilham sedikit tercengang melihat istrinya yang tidak memakai hijab. Namun bukan itu yang di khawatirkan oleh Ilham, tapi tentang jejak miliknya yang terlukis di leher Farah.


“Ini ayam gorengnya, Mas.” Farah tersenyum. Ia menyajikan daging ayam yang telah digoreng keemasan kepada Ilham.


“Mas, nanti aku ikut dengan Mas boleh? Aku ingin ke apotek beli salep. Lihat! Leher dan dadaku penuh dengan ruam merah! Sepertinya ada serangga di tempat tidur kita, dan membuat aku alergi.” Farah menunjukkan lehernya.


Ilham menggelengkan kepalanya, ia tersenyum sedikit menahan tawanya. Ilham yakin Farah tidak tahu bawah ruam merah itu bukan karena alergi tapi jejak yang disengaja. Ia sadar ini pertama kalinya Farah mendapat tanda itu.


“Sayang tidak perlu pakai salep, dan itu bukan alergi. Tanda merah itu bisa hilang dengan sendirinya,” ucap Ilham.


Ilham bangkit dari tempat duduknya, ia menarik istrinya untuk masuk ke dalam kamar.


“Sayang, tanda merah ini bukan karena gigitan serangga atau semacamnya. Namun ini adalah tanda cinta yang aku buat untukmu.” Ilham tersenyum licik.


“Hah?!” Farah masih bingung dengan penjelasan yang diberikan oleh suaminya.


Bagaiman bisa tanda merah ini muncul secara tiba-tiba?


Ilham mengetahui bawah raut wajah Farah menunjukkan kebingungan dengan tanda merah yang tercetak tak beraturan di leher dan dada. Tiba-tiba Ilham memiliki pemikiran yang sedikit liar karena ia adalah lelaki normal.


“Begini caranya membuat tanda merah seperti itu.” Dengan cepat Ilham mendaratkan bibirnya ke leher Farah yang mendekati pundak. Ia sedikit mengisap kulit itu hingga berbekas warna merah. Ilham melakukan aksinya seperti tadi malam, bedanya Farah sekarang dalam keadaan sadar.


Farah merasakan ada sedikit gigitan yang dilakukan oleh suaminya. Sekarang ia tahu asal-muasal tanda merah ini, dan yang jelas bukan dari gigitan serangga. Ilham menghentikan aksinya, ia merasa sudah cukup untuk menandai leher istrinya. Sekarang Farah bergeming merasakan ini semua. Ada hasrat yang ingin disampaikan namun urung dilakukan karena ia tak tahu cara melampiaskannya.


“Ini tanda cinta, beberapa hari lagi akan hilang dengan sendirinya. Jika kamu mau aku bisa menambahkannya lebih banyak lagi di area yang lain.” Ilham tertawa kecil. Matanya tak dapat di pungkiri kalau ia ingin memangsa perempuan yang berada di hadapannya. Sedikit mencicipi kulitnya pun membuat syahwatnya memuncak.

__ADS_1


“Kita harus sarapan, Mas.” Farah akhirnya angkat bicara. Menurutnya masih terlalu pagi untuk melakukan hal yang lebih jauh dari ini.


Ilham mengelus pucak kepala Farah. “Mulai hari ini kamu harus pakai hijabmu ya, sembunyikan tanda merah ini.” Ilham mengecup lembut kening istrinya.


Farah hanya mengangguk. Sekarang ia tahu bagaimana suaminya sangat menunggu kesempatan itu.


____________


Jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet like dan beri rating 5 bintang ya ... karena ini GRATISS.😀


Jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.


Terima kasih


Salam Hangat,


Ilamy Harsa🍀


_________


Novel Rekomendasi saat menunggu Perempuan Pilihanku update :



Hidden Love – Author Numby


Diksi Patah Hati – Author Sutan Aziz


Kisah Cinta Athalia – Author Rkaad_13


Jatuh Hati Tanpa Jeda – Author Kingdenie


Embrace Love – Author Dianaz


__ADS_1


__ADS_2