Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 205


__ADS_3

Episode 205: Sang Pembunuh 2


Anneline mengangkat pisaunya kembali. “Sambutlah kematianmu, Farah!”


Belum sempat pisau itu menyentuh dada Farah, Kinanti sudah merebutnya. Siapa sangka, gadis itu telah sampai beberapa detik sebelum insiden pembunuhan itu terjadi. Farah merasa sedikit lega, karena waktu kematiannya belum terjadi. Ia beruntung, Kinanti datang di saat yang tepat.


Anneline terdiam. Satu pengganggu muncul lagi untuk menghalangi keinginannya. Ia menatap Kinanti dengan sadis, seakan memberi perigatan agar tidak ikut campur.


“Nyonya, pisau ini tidak dipekenankan untuk menyakiti orang yang tidak bersalah.” Kinanti membuang pisau itu di sudut ruangan agar tidak bisa dijangkau oleh Anneline.


Anneline bangkit. Ia berdiri menghadap Kinanti dengan rasa amarah yang memuncak. Farah yang tadinya terdesak langsung berlari menuju Bu Tin yang tidak sadarkan diri. Ia harus menelepon ambulans, polisi dan suaminya, Ilham.


“Aku harap kau tak ingin ikut campur, Kinan. Aku berjanji tidak akan menyakitimu. Bukankah kita akan jadi keluarga?”


Kinanti berdecih. “Saya menghargai itu, tapi saya harus melindungi teman saya. Sepertinya Kak Naresh harus tau betapa bejatnya Anda di kota ini. Anda hampir saja membunuh!”


Anneline tidak suka basa-basi. Ia sudah tidak peduli akan posisi Kinati sebagai calon istri Naresh. Ia masih memiliki revolver, satu peluru cukup untuk membungkamnya. Tujuannya saat ini bukan untuk membunuh Kinanti, melainkan membunuh Farah dan mati bersamanya.


“Anda harus mempertanggungjawabkan semua ini,” ucap Kinanti sambil merogoh saku celana mencari ponselnya. Ia harus menelpo kepada pihak yang berwajib.

__ADS_1


Tepat saat Kinanti menekan ponselnya, dor! Satu peluru menembus perutnya. Anneline yang melepaskan tembakan itu. Dia adalah penembak jitu. Ia menembak bagian perut untuk membuat gadis itu bungkam karena kesakitan.


Ponsel Kinanti terjatuh. Tangannya memegang perutnya yang sudah berdarah hingga menembus pakaian yang dikenankannya. Ia jatuh tersungkur dengan napas yang memburu.


“Kinan!” Farah berteriak mengetahui kejadian itu. Sudah dua perempuan yang terluka di rumahnya karena Anneline.


“Lari ... Farah, kamu ... harus .... lari.” Suara Kinanti tersengal. Wajahnya sudah pucat pasi.


Anneline menjepit dagu Kinanti agar wajah gadis itu menengadah ke arahnya. “Kupikir kau akan menurutiku. Kau lupa terhadap statusmu, Kinan! Kau hanya maid dan aku majikanmu. Harusnya kau patuh kepadaku!”


Kinanti tidak bereaksi. Membalas perlakukan Anneline pun ia tak sanggup. Darahnya keluar terlalu banyak. Pandangannya mulai kabur, keringan dingin mengucur deras di bingkai wajahnya.


“Kemari Farah. Mari kita bersenang-senang malam ini. Sepertinya pisau ini haus akan darah!” Dengan gerakan cepat, Anneline sudah mampu meringkus Farah yang hendak lari menuju kamar.


“Lepaskan aku!” Farah menjerit. Ia menangis karena ia tak mampu melawan sang pembunuh.


“Kita mati bersama, Farah. Jangan takut!” Anneline menyeret tubuh Farah. Perempuan itu terus memberontak membuat Anneline sedikt kewalahan. Ia beberapa kali menodongkan pisau ke arah Farah. “Ikuti perintahku, atau kau akan aku bunuh!”


Farah hanya bisa menangis, baju yang ia kenakan sudah sobek di bagian lengan. Sang pembunuh itu masih menyeretnya hingga memasukkannya ke dalam mobil yang mesinnya masih menyala. Ini adalah mobil yang dikendarai Kinanti untuk menuju rumahnya. Tak perlu banyak waktu, Anneline akhinya masuk dan duduk di kursi kemudi. Ia memang belur mahir benar menjalankan kendaraan beroda empat ini. Tapi ia bisa untuk menabrakan kendaraan ini beserta penumpangnya.

__ADS_1


“Kita akan mati bersama, Farah!”


________________________


Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!


Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!


Terima kasih telah membaca kisah ini.


Salam Hangat,


Ilamy Harsa




jangan lupa follow ya☺️☺️

__ADS_1


Surrogate Mother genre Adult Romance😊


__ADS_2