
Malam ini sedikit lembab, langit sedang menyembunyikan kesedihannya di balik kilatan-kilatan cahaya yang sedikit bergemuruh yang terdengar. Mungkin beberapa waktu lagi akan turun hujan. Langit akan menangis sendu menumpahkan semua airnya turun ke bumi membasahi tanah. Ini hanya soal waktu.
Mobil berhenti di depan rumah yang bisa dibilang rumah orang kaya. Seorang penumpang turun dari mobil yang berhenti tadi. Setelah kakinya berpijak mantap pada tanah, penumpang itu langsung menutup pintu mobil. Ia sedikit berjalan ke depan.
“Terima Kasih ya, Nak. Tidak ingin mampir dulu?” tanya penumpang itu.
“Terima kasih Nyonya atas tawarannya, saya harus mencari penumpang lagi,” Driver taxi online itu menolak dengan halus.
“Besok lusa di jam enam sore harus sudah di sini ya, Nak. Ibu suka dengan pelayananmu,” ucap penumpang itu tersenyum. Kemudian masuk ke dalam rumah.
Mobil itu bergerak memutar arah untuk keluar dari jalan itu. Driver taxi online itu kembali menatap layar ponselnya berharap masih ada yang memesan jasanya. Setiap malam pekerjaan inilah yang digeluti oleh Kinanti. Bisa dibilang, ia harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan dan membayar utang kepada rentenir yang setiap hari bunga selalu naik. Sejenak ia menghela napas, sudah 10 penumpang yang ia antarkan ke tempat tujuannya.
Kebanyakan penumpang Kinanti adalah ibu-ibu yang terkadang ada yang menjadi pelanggan tetap. Ia cukup dikenal oleh kawan se-profesi, bahkan tak sedikit pengguna moda transportasi berbasis online yang mengenal Kinanti sebagai driver taxi online perempuan. Hanya dia yang satu-satunya driver perempuan di Kota Milepolis.
Kinanti meneguhkan hati, ia berbisik lirih. “Kau luar biasa Kinanti, hari ini kau mendapatkan 10 penumpang. Tidak apa, kamu harus bersyukur atas ini semua.” Kinanti memaksakan senyumnya. Ini adalah salah satu cara untuk menenangkan hatinya agar tidak terlampau sedih.
Kinanti menatap ponselnya sekali lagi, ia melihat sudah jam 21.30 yang tetulis di layar ponselnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengembalikan mobil milik pak Adnan lalu pulang. Kinanti melajukan mobilnya ke kawasan Pasar Grosir, namun belum sampai di tempat pak Adnan, ia melihat ada satu driver ojek online yang sedang duduk dengan raut wajah yang kesusahan. Kinanti menghentikan mobilnya, ia sangat penasaran dengan driver ojek online itu. Ia keluar dari mobilnya dan menghampiri orang itu.
“Kenapa Pak? Kok muka-nya ditekuk?” tanya Kinanti kepada driver ojek online itu.
Driver ojek online itu tersenyum kecut, ia mengalihkan pandangannya ke bungkusan yang berada di sebelahnya. Kinanti juga mengalihkan sepasang matanya mengikuti pandangan driver ojek itu.
Kinanti mengerutkan keningnya. “Apa itu?”
“Ini pesanan pelanggan fiktif. Tiba-tiba membatalkan orderannya sendiri.” Driver ojek online itu terlihat sangat kecewa.
“Dan harusnya uang ini untuk membeli susu buat anakku, tapi harus bagaimana lagi?” imbuhnya.
Kinanti tahu perasaan yang dirasakan driver ojek online itu. Tanpa pikir panjang, ia mengambil uang yang berada di sling bag yang ia pakai. “Biar aku yang membeli makanan itu, adikku sangat suka dengan ayam dari restoran yang terkenal itu.” Kinanti tersenyum.
Driver ojek online itu seperti tidak percaya, ia gemetar menerima uang dari Kinanti. Sekarang driver ojek itu sedikit lega, ia bisa membeli susu untuk anaknya. Kinanti mengambil bungkusan itu dan kembali ke mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.
“Terima kasih!” Driver ojek online itu berseru.
__ADS_1
Kinanti hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Sekarang ia sudah masuk ke dalam mobil. Kinanti harus segera mengembalikan mobil ini kepada sang pemiliknya. Hanya tinggal 500 meter lagi, Kinanti sampai ke tempat khursus mengemudi milik pak Adnan.
Sesampainya di tempat khursus, Kinanti merasa ada yang aneh. Tidak biasanya tempat khursus ini buka sampai larut malam. Kinanti memarkirkan mobilnya mulus di depan tempat khursus. Ia kemudian keluar dari mobil, tampak pak Adnan sedang berbincang dengan seseorang yang sama sekali belum Kinanti kenal.
Akhirnya Kinanti memutuskan untuk menunggu percakapan itu selesai, ia tidak bisa mendengar apa yang pak Adnan bicarakan dengan pria yang memakai setelan jas hitam itu. Kinanti menunggu karena ingin menyerahkan uang setorannya dua hari ini dan mengembalikan kunci mobil. Sekitar 15 menit berlalu, pak Adnan dan seorang pria keluar dari tempat itu. Pria yang memakai setelan jas hitam itu menatap Kinanti, disusul pak Adnan yang mengikuti pandangan pria berjas hitam itu.
“Kenapa tidak langsung masuk saja Kinanti?” suara pak Adnan sedikit berseru, ia melambaikan tangan sebagai isyarat agar Kinanti datang ke arahnya.
Kinanti berjalan, ia sekarang sudah melempar senyuman kepada pria berjas hitam itu. “Saya ingin menunggu Pak Adnan selesai. Saya ingin mengembalikan kunci mobil ini berserta uang setoran.”
Pak Adnan mengambil kunci mobil itu, tapi ia tidak mengambil uang yang harusnya menjadi miliknya.
“Untukmu saja,” ucap Pak Adnan.
Kinanti menatap Pak Adnan, ia memasukkan kembali uang setoran itu ke sling bag miliknya. “Terima kasih, Pak.” Kinanti tersenyum.
Mata pria dengan setelan jas hitam itu masih memandangi Kinanti. Ini membuat Kinanti merasa terganggu, dengan tatapan aneh pria yang berumur sekitar 30 tahun itu. Mata-nya liar menatap setiap jengkal tubuh Kinanti dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Baik, Pak. Terima kasih, saya harus segera pulang.” Kinanti memutuskan untuk segera pamit. Ia tidak suka pada pria yang memakai setelan jas hitam itu yang terus mentapanya tanpa berkedip.
“Gadis itu yang kamu maksud?” tanya Pria berjas hitam.
“Iya benar. Dia satu-satunya driver taxi online yang perempuan di kota ini. Aku mengenalnya saat dia datang dengan membawa formulir pendaftaran. Dan dia belajar di khursus ini dengan biaya dari sahabat terbaiknya,” jelas pak Adnan.
“Umurnya masih tampak muda sekali. Memang sih penampilannya sangat urakan dan sedikit tidak terurus. Hanya perlu polesan sedikit, bisa membuatnya menjadi sopir pribadi Sang Ratu,” Pria berjas hitam itu mendesis di setiap kata-nya.
“Coba tanya saja, ia membutuhkan banyak uang untuk saat ini. Setiap hari dia berkerja sebagai penjual jus di depan kampus. Sorenya dia akan mengambil mobil ini untuk menjadi driver taxi online.”
Pria yang memakai setelan jas hitam itu menatap Pak Adnan.
Ternyata gadis itu pekerja keras.
“Jangan tanya mengapa aku tidak mengambil setoran darinya. Setiap dia memulangkan mobil ini, bahan bakarnya selalu terisi penuh. Bahkan dia menyerviskan mobil ini setiap bulan dan satu lagi, dia mengembalikan secaar bersih mobil ini.” Pak Adnan tersenyum bangga dengan menceritakan sosok Kinanti kepada lawan bicaranya.
__ADS_1
“Bagaimana cara dia mengemudi, apakah ugal-ugalan atau sering melanggar peraturan?” pria berjas hitam itu bertanya.
“Coba kau rasakan sendiri bagaimana dia mengemudikan mobil. Tentu kau lebih tau dibandingkan aku,” Pak Adnan terkekeh.
Pria itu hanya menatap sosok Kinanti yang sudah hilang entah berjalan ke arah mana.
Sepertinya dia, gadis yang menarik untuk Sang Ratu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay, saya Ilamy Harsa mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.😁
Mungkin Amy ingin menyampaikan sesuatu untuk novel pertama Amy yang berjudul Perempuan Pilihanku. Mungkin banyak pembaca beranggapan mengapa novel ini tidak menceritakan kisah Farah dan Ilham saja? atau mengapa novel ini terkesan menceritakan banyak tokoh dan tidak fokus terhadap pasangan Farah dan Ilham? 😮
Bahkan tak jarang ada yang merasa, mengapa tokoh Ray seperti dihilangkan begitu saja dalam cerita ini? sudah patah hati, dan mengalami kisah tragis pula! Hiks... hiks😭
Ada banyak jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang sering sekali bermunculan di benakmu. Amy memaklumi itu, bahkan Amy tidak menyangkan bahwa Tokoh Ray sangat banyak Fansnya. Hahaha🤣
Sebenarnya cerita-cerita di novel ini adalah kunci untuk episode selanjutnya. Bahkan jika ada yang beranggapan bahwa Ray sudah dihilangkan itu salah besar ya karena tokoh Ray akan selalu ada namun tidak di bagian ini, mungkin akan di ceritakan di episode yang akan datang.😀
Dan mengapa terkesan tidak fokus terhadap Ilham dan Farah? ini karena pembawaan per chapternya yang masih sedikit dan novel ini masih on going yang belum tamat. Amy sadar bahwa Amy hanya mampu membuat sekitar <2000 kata. Banyak kewajiban di real life yang harus segera di kerjakan sehingga cerita ini terkesan tidak berfokus pada pasutri Ilham dan Farah, insyaa Allah sebisa mungkin Amy akan update setiap hari.😉
Semoga sahabat-sahabat Amy masih setia dengan kisah ini.
Terima kasih
Salam Hangat,
Ilamy Harsa🍀
_________________
jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet LOVE dan kasih rating 5 bintang ya.. karena ini GRATISS😁
__ADS_1
jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.
Terima kasih