Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 44


__ADS_3

Hari ketiga pencarian Ilham di kota Zen. Ia tidak akan berhenti sebelum menemukan Annline. Ilham melihat ponselnya, sudah ratusan panggilan dari Farah. Hati Ilham ingin sekali menghubungi Farah, namun ego selalu menang di atas segalanya.


Ilham masih berambisi untuk menemukan keberadaan Anneline. Bagi Ilham, Ann adalah seseorang yang istimewa. Ia ingin seperti dulu bersua dengan Ann.


***


Ray menelpon sopir agar segera menjempunya di sekitaran halte dekat cafe milik Ilham. tak berapa lama mobil mewah milik Ilham sudah berada di dekatnya. Ia meminta agar sopir mengantarkannya langsung ke kantornya.


Dalam perjalanannya Ray juga menelpon pelayan setianya Pak Sudiro.


“Tolong pakaianku langsung di antarkan ke ruangan kerja sekarang,” ucap Ray langsung menutup teleponnya.


Ray hanya melihat pemandangan silih berganti dari balik jendela mobilnya. Ia senyum-senyum sendiri bahkan tertawa kecil mengingat kejadian tadi. Ray mengingat Farah yang menangis saat ia jatuh tersungkur membentur trotoar.


Wajahnya lucu ketika menangis. Dugaanku benar ternyata Farah perempuan yang sederhana. Di bawakan kalung mahal malah lebih suka roti isi coklat. Dasar perempuan yang unik.


Ray tersenyum -senyum sendiri mengingat kejadian itu.


Sopir yang mengantar Ray merasa sangat aneh ketika melihat majikannya memakai baju yang biasa ditambah dengan bagian punggung yang kotor dan sekarang sedang tertawa riang entah apa yang merasukinya.


Sang sopir pun memberanikan diri untuk bertanya kepada majikannya


“Maaf Tuan Ray, mengapa punggung Tuan kotor? Apa ada masalah Tuan Ray?”


Pertanyaan dari sopirnya membuyarkan lamunan Ray. Kali ini wajahnya lebih ceria dibanding sebelumnya yang terkesan kejam dan arogan.


“Ini?” tanya Ray sambil menujukkan punggungnya. “Saya tadi menjelma menjadi pahlawan kepagian,” ucap Ray tersenyum-senyum.


Sopir itu merasa tuannya sedang mabuk sepagi ini, ia berniat menelpon Pak Sudiro untuk memberitahukan ini saat mobil sudah sampai di kantor milik majikannya.


Sesampainya di perusahaan konstruksi, Ray dengan wajah sumringahnya terlihat. Bahkan petugas keamanan harus memastikan apakah benar itu Ray atau bukan. Karena penampilan Ray kali ini benar-benar kotor terutama di bagian punggung. Karena beberapa waktu yang lalu, para petugas keamanan hampir tidak mengenali Ray karena tidak memakai setelan jas bermerk, namun memakai pakaian biasa yang terkesan seperti kampungan. Dan pertugas itu langsung mengusirnya.

__ADS_1


“Selamat pagi Pak Ray,” sapa salah satu petugas keamanan perusahaan itu.


“Pagi,” jawab Ray yang tersenyum ramah.


Untuk pertama kalinya para petugas itu melihat senyuman yang merekah dari Ray. Biasanya Ray tidak pernah membalas sapaan mereka, apalagi tersenyum. Ray sangat dingin dan angkuh saat berjalan.


Tapi untuk hari ini Ray seakan tidak peduli dengan cara berpakaian dan noda kotor itu. Ia terus menebarkan senyuman kepada setiap karyawan yang berpapasan dengannya.


“Itu benar pak Ray?” tanya salah satu karyawan yang berpapasan dengan Ray.


“Benar! Itu memang Pak Rayhan bos kita. Namun mengapa pakaiannya seperti itu? Dan tingkahnya jauh berbeda dengan yang dulu,” sahut karyawanti lainnya.


“Iya, beberapa hari ini Pak Ray sering berpakaian biasa, tidak memakai jas, bahkan kemarin saja beliau memakai pakaian yang basah,” balas karyawan lainnya. Dan mereka pun bergerombol untuk membicarakan perihal perubahan yang terjadi pada bosnya.


Ray duduk di kursi kerjanya, ia tampak sangat senang sekali.


“Maaf Pak Ray, mengapa pakaian pak Ray terlihat sangat kotor?” tanya pelayan yang berada di ruangannya.


Tiba-tiba pintu di ketuk, satu pelayan datang dengan nafas yang terputus-putus dan keringat yang bercucuran membawa satu set setelah jas mewah Ray. Pelayan itu minta maaf karena keterlambatannya.


Untuk pertama kalinya Ray tidak marah dan tidak langsung menggunakan kamusnya yaitu kata pecat. Ia menyuruh pelayan itu agar tidak mengulangi perbuatannya. Pelayan itu mengangguk dan berterima kasih atas kemurahan hati Ray.


“Tolong untuk hari ini semua karyawan diberikan makan siang dan bonus 20% dari gaji mereka bulan ini,” pinta Ray pada salah satu sekertarisnya.


Sekertarisnya tertegun mendengar pemintaan dari bosnya. Ia tidak protes dan langsung mengerjakan apa yang diperintahkan Pak Ray.


Tak berapa lama, Pak Sudiro datang membawa dokter perempuan yang biasa menjadi dokter keluarga. Ia kemari karena ada laporan dari sopir yang mengantar Ray. Sopir itu mengatakan bahwa Ray sedang mabuk.


Dokter yang datang bersama Pak Sudiro langsung memeriksa Ray. Ia melihat punggung Ray yang sedikit mengalami luka ringan. Dokter menanyakan bagaimana Ray bisa mendapat luka ini. Ray menjawab apa adanya. Sontak jawaban itu membuat Pak Sudiro kaget sekaligus panik.


“Mengapa Tuan melakukan hal itu?” tanya Pak Sudiro.

__ADS_1


Ray tidak menjawab, ia hanya tersenyum memperlihatkan gigi-gigi yang rapi.


Pak Sudiro sudah lama tidak melihat Ray sebahagia itu. Pak Sudiro yakin ini karena gadis itu. Pak Sudiro merasa senang bahwa tuannya sudah bisa merasakan dunia cinta yang sesungguhnya.


“Maaf Pak Sudiro, tuan Rayhan tidak mabuk, hanya mengalami luka ringan di bagian punggung,” kata dokter itu.


Dokter itu memperhatikan raut wajah Ray yang memancarkan aura yang menyenangkan.


“Apakah dia cantik Tuan Ray?” tanya sang dokter.


“Iya, dia sangat cantik!” jawab Ray tanpa sadar.


Seisi ruangan itu tersenyum simpul, menahan tawa. Mereka sekarang tahu mengapa bosnya bertingkah aneh tidak seperti biasanya, ternyata Ray sedang jatuh cinta!


***


Farah merasa sepi, dan kosong dalam hatinya. Ini membuat raganya merasakan sakit. Sudah tiga hari ini Ilham tidak ada kabar. Ia sudah menanyakan kabar Ilham kepada Akmal. Namun Akmal tidak menjawab pertanyaan ini. Mendengar hal ini Farah menjadi tambah khawatir dengan keadaan suaminya.


Fakta yang sebenarnya Akmal tidak mengetahui di mana Ilham berada, ia sudah mendatangi kedai baru di Kota Numa, namun Ilham tidak berada di sana. Akmal tidak mungkin menceritakan hal ini kepada Farah.


Hari ini mendung membungkus kota ini. Sama seperti gelisah yang membungkus hati Farah. Ia masih memikirkan keadaan Ilham.


***


“Sehabis jam makan siang apa agendaku?” tanya Ray kepada sekertarisnya.


“Tidak ada Pak, semua jadwal meeting hari ini di tunda sampai minggu depan,” jelas sekertaris itu.


Ray ingin memberikan hadiah yang spesial untuk Farah, tapi ia bingung hadiah apa yang harus diberikan mengingat Farah perempuan yang sangat berbeda.


“Nanti kamu ikut denganku,” perintah Ray untuk sekertarisnya untuk menemani membeli hadiah.

__ADS_1


Sekarang Ray tahu apa hadiah yang cocok untuk Farah.


__ADS_2