
Episode 211: Aku Kehilanganmu
Farah telah dipindahkan ke ruang ICU. Banyak sekali perban yang menutupi tubuhnya. Dokter bilang bahwa kecelakaan yang dialami Farah cukup serius. Bahkan rambut Farah harus terpaksa dipangkas habis guna mempelancar proses operasi. Akibat benturan yang keras calon janin Farah juga ikut gugur. Setidaknya Farah masih bisa diselamatkan.
Ilham hanya mengangguk lemah ucapan dokter tadi. Sekarang ia sedang duduk sambil memandangi wajah pucat istrinya. Dari dadanya tertempel beberapa kabel yang menghubungkan ke monitor yang berbunyi lirih dan menampilkan grafik angka. Tak hanya itu, selang tipis juga tertempel di hidungnya yang dihubungkan ke tabung oksigen. Tangan Farah juga terdapat selang lebih tipis berisi cairan infus dari botol infus yang menggantung di sebelahnya.
“Kapan dia bangun, Dok?”
Dokter itu terdiam cukup lama. “Kami tidak dapat memastikan. Kami akan memantau terus perkembangan Ibu Farah. Saya permisi, Pak.” Dokter itu berlalu pergi meninggalkan Ilham.
Ilham mendesah pelan. Ia ingin menangis tapi tenaganya sudah terkuras habis. Tadi Bunda sempat datang membawakan makanan dan pakaian ganti, tetap saja seenak apapun makanan itu terasa hambar di mulut. Ilham hanya memakan dua sendok nasi putih dan segelas air. Entah mengapa kesedihan ini membuat perutnya tidak meraung lapar apalagi terasa kenyang.
Ilham mendekatkan wajahnya di telinga Farah. Ia ingin mengatakan sesuatu. “Sayang, apakah kamu mendengarkanku? Hari ini matahari bersinar cerah, tapi tidak denganku. Aku meminta maaf belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Aku selalu membuatmu menjadi korban masa laluku sendiri. Aku menyesal menyembunyikan semuanya darimu. Kupikir, kamu tak perlu tau agar hubungan kita baik-baik saja.”
Satu air mata merembes dari sudut mata sebelah kanan. Setetes terasa hangat sekaligus memilukan.
__ADS_1
“Pagi ini, hidupku terasa hampa. Biasanya kamu menyiapkan semuanyan untukku. Menyiapkan kebutuhanku, bahkan kamu selalu tersenyum menyirami bunga di pekarangan rumah. Bisakah kamu bangun? Aku rindu, aku tak tahan jika kamu seperti ini terus, Farah. Aku kehilanganmu, aku menyesal. Aku telah menjadi pria yang buruk untukmu.”
****
Ray akhirnya menemukan ruang ICU. Dalam kaca-kaca yang bening, ia menemukan sosok Ilham yang sedang menunggui seseorang yang terbaring di kasur. “Pasti itu Farah!”
Ia sedikit berlari menuju pintu masuk. Tepat saat tangannya menyentu pegangan pintu, jas yang ia kenakan ditarik oleh seseorang. Ray refleks berbalik dan melayangkan serangan. Namun serangan itu dihalau oleh Naresh.
“Jangan ganggu mereka, Tuan Wijaya.” Naresh menatap tajam pria di hadapannya.
“Saya yakin Anda juga terlibat dalam hal ini! Sebaiknya segera ceritakan pada Saya atau hakim bisa menjatuhi hukuman yang berat padamu. Kau tak mau, kan? Jika namamu terseret dalam kasus hukum di Kota Zen? Perusahaanmu sedang dipertaruhkan, Tuan Wijaya.”
Ray terdiam. Ancaman Naresh benar-benar membuatnya tenang. Ray tahu hukum di Kota Zen, terlebih lagi jika pendiri perusahaan memiliki skandal, bisa jadi perusahaannya disita untuk memenuhi ganti rugi.
“Aku hanya ingin tau keadaan Farah. Terlebih lagi, dia baru keluar dari ruang operasi,” kata Ray melemah. Ia merasakan kesedihan yang teramat sangat. Ia jauh lebih terpukul ketika tahu jika Farah juga terluka dalam insiden tadi malam di perbatasan Kota Milepolis.
__ADS_1
“Sebenarnya, Tuan Wijaya tidak berhak bersedih seperti itu melebihi suaminya. Nyonya Farah adalah istri sah Ilham. Anda tidak boleh ambil andil dalam hubungan mereka. Saya ingin mentraktir Anda di kantin rumah sakit ini. Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan kepada Anda. Saya harap Tuan Wijaya memenuhi keinginan saya.”
Ray tak punya pilihan. Mau tak mau ia harus menuruti keinginan Naresh. Jika tidak, acaman keluarga Fernando tidak pernah main-main. Ia harus mengikhlaskan jika hari ini ia tidak bisa menemui Farah.
________________________
Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!
Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!
Terima kasih telah membaca kisah ini.
Salam Hangat,
Ilamy Harsa
__ADS_1