Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 91


__ADS_3

Kinanti pulang dengan membawa sekantong bungkusan yang ia dapatkan dari driver ojek online tadi. Ia bisa tersenyum membawa beberapa potong ayam goreng yang lezat dari sebuah restoran yang terkenal dengan menu ayam goreng yang sangat enak.


“Pasti Reno suka dengan dengan makanan yang aku bawa,” Kinanti berguman senang. Ia sedang membayangkan senyuman yang mengembang terpancar dari adiknya.


Kinanti terus berjalan menyusuri trotoar di Kawasan Pasar Grosir. Tinggal sedikit lagi, ia sampai di rumah. Kinanti masuk ke gang sempit untuk memangkas waktu perjalanan. Akhirnya Kinanti sampai di rumahnya. Ia membuka pintu, dan mengucapkan salam. Dilihatnya Reno yang belum tidur menjawab salamnya.


Kinanti tahu, Reno belum tidur karena perutnya kosong. Dia terlihat sumringah melihat kakaknya yang datang membawa kantong kresek yang isinya makanan.


“Kak Anti bawa apa?” tanya Reno dengan kepolosannya.


“Ayam goreng kesukaanmu, Reno,” jawab Kinanti.


Kinanti mengambilkan piring untuk wadah ayam goreng yang ia bawa. Ia juga mengambilkan nasi untuk Reno. Makan malam yang sangat larut. Kinanti tahu, Reno tida ada yang mengurusi. Setiap pagi ia dan ayahnya selalu berangkat pagi untuk bekerja. Sebelum berangkat pun Kinanti akan memasak nasi dan sedikit lauk bilamana untuk makan siang Reno saat ia pulang dari sekolah. Ayahnya yang bekerja menjadi satpam di cafe akan pulang setelah jam 22.00.


Kinanti mengela napas ketika merasakan kesepian dan kelaparan yang dirasakan oleh Reno. Tiba-tiba ada sekawanan orang yang menggedor-gedor pintu rumah Kinanti. Dari suara ketukkannya yang kasar dan berirama cepat, dapat dipastikan orang itu adalah segerombolan penagih utang.


“Cepat buka pintunya!” teriak salah seorang lelaki dari kawanannya. Ketukan demi ketuka terasa sangat kasar, seperti orang yang tidak sabaran.


Terlihat mata Reno ketakutan. Hasrat ingin makannya pun terpaksa tertunda di ganti oleh rasa ngeri. Kinanti akhirnya membukakan pintu. Terlihat ada empat orang lelaki dewasa dengan wajah bengis khas penagih utang.


“Lama amat bukain pintunya!” seru lelaki itu.


Kinanti tidak menjawab. Ia memanggil Reno untuk datang ke tempat ia berdiri.


“Reno, Kak Anti minta tolong ya belikan obat nyamuk bakar di warung sana.” Kinanti mengambil beberapa lembar uang dari sling bag-nya. Reno menerima uang itu dan langsung lari menuju warung untuk membeli barang yang dimaksud oleh kakaknya. Kinanti tahu, bahwa stok obat nyamuk bakar di rumahnya masih ada dua biji, cukup untuk malam ini. Namun, ia ingin Reno tidak melihat kebengisan yang akan dilakukan oleh orang-orang berwajah preman ini.


“Maaf, bukankah beberapa hari yang lalu kami sudah menyetorkan uang kepada kalian?! Mengapa sekarang datang lagi?” Kinanti menatap mereka tanpa rasa takut.


Seseorang yang sedari tadi berdiri di tengah kelompok, berjalan mendekati Kinanti. Dia adalah pemimpin para penagih utang itu. Dia seorang pria yang berumur hampir setengah abad, dengan kretek yang masih ia embuskan ke udara.

__ADS_1


“Setiap hari bunganya makin naik, aku ingin menawarkan sesuatu padamu gadis cantik.” Pria itu terkekeh. Kinanti dapat mencium aroma yang sangat tidak sedap yang keluar dari mulut pria itu.


“Jika kamu mau menjadi istriku yang keempat, semua utang ayahmu lunas.” Pria itu tertawa. “Bagaimana cah ayu?”


Kinanti menatap galak, tangannya mengepal. Ada amarah yang ingin Kinanti keluarkan. “Jawabanku tetap sama. Aku tidak mau menikah dengan tua bangka sepertimu!” Kinanti berseru.


Jawaban Kinanti membuat pria berumur hampir setengah abad itu geram. Sudah tiga kali ia menawarkan Kinanti untuk menjadi istri keempatnya. Namun jawaban Kinanti tetap sama. Ia tidak mau menjadi istri keempat dari pria itu.


“Oh kamu butuh uang? Ini ambil! Aku tidak sudi menikah denganmu.” Kinanti mengambil semua uangnya yang berada di sling bag yang ia kenakan. Lalu ia memberikan kepada pria tua yang berada di hadapannya.


“Kau terlalu keras kepala!” Pria yang berumur hampir setengah abad itu menampar pipi Kinanti hingga dia terjatuh. Tak puas dengan itu, pria itu melayangkan lagi pukulannya kepada Kinanti.


Kinanti memang merasa kesakitan setelah penganiayaan itu. Namun ia tidak menangis, ia bangkit dengan menatap tajam pria tua itu. “Aku tidak sudi memiliki suami tua bangka sepertimu! Sekarang pergi dari rumahku! Atau aku akan memanggil warga untuk mengusir kalian!” Kinanti mengancam sekawanan penagih utang itu.


“Baik, aku akan pergi. Ingat ini, dalam satu minggu jika kamu dan ayahmu tidak bisa membayar utang beserta bunganya. Kamu yang akan menjadi istri keempatku.” Pria itu terkekeh, ia mengembuskan lagi kreteknya.


Kinanti masih menatap galak, sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah. Perih dan sakit rasanya, bahkan Kinanti bisa merasakan asin karena darah yang keluar masuk ke dalam mulutnya. Sekawanan pria itu akhirnya pergi. Kinanti menangis, namun ia buru-buru mengelapnya. Ia segera mencuci wajahnya dan sedikit memakaikan krim yang berwarna sama dengan warna kulitnya. Ia menggunakan cara ini agar ayah dan Reno tidak curiga tentang luka yang akan membiru setelahnya.


“Kinanti lelah, bolehkah Kinanti pulang sekarang?” Kinanti bertanya kepada dirinya dalam pantulan cerimin.


“Tidak bisakah aku memiliki takdir baik?”


“Andai saja ibu masih ada, mungkin Kinanti tidak sebegitu nelangsanya.”


“Atau, bolehkah aku ikut ibu sekarang? Sepertinya takdir yang Kinanti rasakan sangat kejam sekali.”


Tiba-tiba Kinanti meneteskan beberapa air mata. Reno sudah pulang. Kinanti menghapus semua kesedihannya, ia tidak ingin anak kecil itu khawatir. Kinanti masih melihat cerminnya, ia memeriksa apakah luka lebamnya sudah tertutup sempurna.


Sekarang saatnya bermain sandiwara kehidupan. Ia akan memasang senyumnya, agar dunia hanya melihat dia baik-baik saja. Bisa disebut ini sandirawa Kinanti yang sangat epic.

__ADS_1


_______________


jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet LOVE dan kasih rating 5 bintang ya.. karena ini GRATISS😁


jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.


Terima kasih


Salam Hangat,


Ilamy Harsa🍀


_____________


Novel rekomended untuk menunggu Perempuan Pilihanku update :



Novel Byeol - author Ayu Rizky


Novel Menikah Muda - Author Muhammad Aulia Luthfi


Misteri Mayat Di Sekolah-Author Yns Pramucipta.


MOY (My Only You) - Author Versa


5.Love Story of a Water God- Author Novi Wu


__ADS_1


(selamat membaca) 😁


__ADS_2