Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 200


__ADS_3

Episode 200: Mawar Merah yang Berduri


Taksi online itu berhenti di rumah berpagar hijau. Anneline yakin jika ini adalah rumah Ilham. Dengan memantapkan niat, ia memencet bel yang tertempel di samping gerbang. Bel itu berbunyi hingga perempuan paruh baya membuka gerbang itu.


“Maaf, cari siapa?” tanya perempuan paruh baya yang tak lain adalah Bu Tin.


“Sa-saya, temannya Farah.” Anneline merasa gugup sekali. Ia memegang erat-erat tas yang dipakainya.


Bu Tin sedikit menaruh curiga. Ia menyipitkan mata mengingat siapa perempuan bergaun putih yang baru saja memencet bel rumah ini. “Nama Mbak siapa?”


“Anneline.”


“Sebentar, Mbak tunggu di sini.” Bu Tin buru-buru ke dalam. Ia harus menayakan kepada Farah apakah benar perempuan bergaun putih itu benar-benar temannya.


Anneline hanya menatap datar. Dugaannya meleset, di rumah ini ada orang lain selain Farah. Itu berarti jika perempun paruh baya itu mengganggu, ia akan membunuhnya.


Tak berapa lama, perempuan paruh baya itu kembali. Airmukanya sudah berbeda dibanding sebelumnya, kini perempuan paruh baya itu tampak bersahabat.


“Silahkan, Nona Farah sudah menunggu.”


Anneline hanya tersenyum tipis lalu mengangguk kepada perempuan paruh baya yang begitu mengesalkan. Di Kota Zen, ia tak perlu mendapat izin dari perempuan rendahan seperti ini. Tapi, Anneline terus membujuk hatinya agar lebih bersabar untuk sesuatu yang besar.

__ADS_1


Anneline dipersilahkan duduk di ruang tamu. Ia bisa merasakan aroma harum dan kesegaran di ruangan ini. Banyak bunga segar dalam vas yang cantik menghias ruang tamu ini. Ia merasa disambut oleh bunga-bunga yang cantik, terutama mawar merah yang paling mencolok.


“Sebentar Mbak, Nona Farah masih shalat maghrib. Saya bikinkan minum dulu, permisi,” ucap Bu Tin sebelum ia melenggang pergi ke dapur.


Anneline mengembuskan napasnya. Lagi-lagi ia harus menunggu Farah. Ia masih menyimpan baik-baik kotak kado itu.


Di kamar lainnya, Farah telah selesai menunaikan kewajibannya. Ia sedikit terkejut saat mendengar ada tamu yang datang. Ternyata Anneline. Farah sedikit bingung, bagaimana bisa perempuan yang baru dikenalnya saat event tahu alamat rumah ini.


“Ah ... pasti Kinan yang memberi tahu.”


Bagi Farah ini cukup janggal. Terutama Anneline datang sendirian. Tapi, biar bagaimana pun ia harus menyambut tamu seperti raja. Ia yakin, Bu Tin sudah membuat minum untuk disuguhkan kepada Anneline.


Tanpa pikir panjang, Farah mengambil ponselnya. Ia mengirim pesan singkat kepada Kinanti. Ia memberi tahu bahwa Anneline datang ke rumah sendirian. Setelah pesan itu terkirim, barulah Farah datang menyambut perempuan yang misterius itu.


Anneline terkesiap saat tahu si pemilik rumah datang menyambutnya. Sedari tadi ia terkesan dengan mawar merah yang tampak segar di dalam vas. Tidak ada kata layu, malah semakin ayu dipandang.


“Kak Anneline suka bunganya?” tanya Farah lembut. Ia melempar senyuman.


“Bunga mawar ini mengingatkan aku pada seseorang.” Anneline menjawab jujur. Ia masih ingat saat pertama menikah, menjadi istri Fernando, ia sering sekali mendapat setangkai mawar dari suaminya. Ia pernah marah-marah dan mengecam agar tidak lagi memberikan setangkai mawar. Esok harinya, Fernando memberikan seikat mawar segar lagi. Hal itu membuat Anneline makin kesal hingga tak mau menerima bunga bentuk apapun dari lelaki itu.


“Itu bunga dari taman belakang.” Farah patut membanggakan diri karena bunga-bunga yang menghias ruangan ini memang dari kebun yang dirawat olehnya.

__ADS_1


“Mengesankan. Ilham juga suka keindahan.” Anneline sedang melakukan kata pengantar sebelum ia mengajukan permohonnya menjadi madunya.


Farah tertegun mendengar nama suaminya disebut. “Kak Anneline kenal dengan ....”


“Iya aku kenal dengan suamimu. Tapi, dia adalah kekasihku.”


________________________


Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!


Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!


Terima kasih telah membaca kisah ini.


Salam Hangat,


Ilamy Harsa



follow aja dulu, mungkin bakal ada notif novel baru dari aku🤣

__ADS_1


__ADS_2