
Episode 155: Bawa Saya Pergi dari Rumah Bordil itu.
Selamat Berimajinasi
_____________
Kinanti dan Sirena sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Zen. Sirena seperti pemandu wisata, tak jarang Kinanti diberi penjelasan kalau produk ini sangat cocok untuknya.
“Sirena, aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Kinanti.
“Kelihatannya ini sangat cocok untuk Nyonya,” ucap Sirena. Sekarang ia sedang menenteng dua gaum yang sangat cantik.
“Aku tak suka kedua warna itu.” Kinanti menndengus. “Sirena ....”
“Iya Nyonya?” Sirena mendengarkan. Ia yakin pasti ada yang ingin disampaikan oleh Kinanti.
“Menurtmu Kak Naresh—Tuan Yori bagaimana? Maksudku, apakah dia benar-benar mencintaiku?” Kinanti menunduk. Ia sebenarnya malu untuk bertanya hal ini.
“Sewaktu di rumah saya, Tuan Yori sangat menjaga saya. Beliau juga menyelamatkan saya dari pelanggan yang kurang ajar. Beliau sangat baik terhadap perempuan, Nyonya.”
Sirena kembali melanjutkan kegiatannya memilih dress yang paling cantik. “Bagaimana jika ini?” Ia menyodorkan gaun selutut berwarna putih tulang.
“Cantik.” Itu komentar singkat Kinanti. Walaupun dia perempuan, sejujurnya ia lebih suka memakai celana. Hanya di rumah Naresh saja ia harus memakai rok, karena lemari pakainnya sudah terisi pakaian model seperti itu.
“Mari kita coba!” Sirena mengambil satu gaun berwarna pink dan menarik tangan Kinanti ke tempat ganti. Toh, tugasnya adalahh menemani Kinanti dan menjawab semua pertanyaannya.
“Eh! Sirena!” Kinanti terkejut. Mereka sampai di tempat ganti. Kinanti diharuskan untuk mencoba gaun warna putih itu. Ia hanya bisa pasrah.
__ADS_1
“Wah! Nyonya sangat cantik!” itu komentar pertama dari Sirena.
Kinanti sedikit tersipu. “Cobalah gaun ini. Sepertinya warna pink cocok untukmu.”
Sirena langsung tersenyum, ia mencoba gaun berwarna pink yang panjangnya selutut. Tak beberapa lama ia muncul. Telihat sekali, Sirena kesulitan untuk menutup reseleting yang ada di belakang.
“Sini aku bantu.” Seketika Kinanti cengang melihat sebagian punggung Sirena ada beberapa lebam.
Sirena memang sengaja memperlihatkan luka-luka yang diterima setiap hari dari para pelanggan yang menggunakan jasanya. Jangan kira menjadi primadona di rumah bordil kehidupannya akan lebih baik dari pe-la-cur lainnya. Semakin cantik dan semakin terkenal seorang perempuan di rumah bordil, maka semakin penjabat ber-uang yang datang. Apakah semuanya berlaku baik? Ah ... rasanya tidak. Bahkan ada pelanggannya yang membayar jasanya dua kali lipat hanya untuk merasakan permainan yang mengerikan. Kulitnya harus merasakan pecut dan penyiksaan yang berujung pada luka lebam.
“Nyonya?” Sirena tak merasakan reseleting di belakang itu naik.
“Bagaimana punggungmu bisa seperti itu, Sirena?” tanya Kinanti lebih menuntut.
“Ini hanya resiko pekerjaanku, Nyonya.” Sirena menyunggingkan senyum yang sedikit terpaksa.
“Saya hanya seorang pekerja malam dan Nyonya bisa menolong saya. Kata Tuan Yori, Jika Nyonya bisa memerima saya, beliau akan mengambil saya dari rumah bordil itu dengan membeli saya.” Sirena sedikit terisak.
Seketika wajah Kinanti kebas. Ia ingin menangis. Untuk menjaga perasaanku saja, Kak Naresh harus berbuat seperti ini.
Sirena bersimpuh di kaki Kinanti. “Saya mohon, keluarkan saya dari tempat gelap itu. Saya bersedia menjadi maid, Nyonya. Ambil saya dari neraka itu, saya lelah merasakan kesakitan ini.”
Kinanti tak kuasa membendung air matanya. Ia teringat pada cerita Farah yang menolong seorang pela^cur sampai suaminya memarahi pun dia tetap teguh. Apa yang harus aku lakukan? Kinanti membantu Sirena untuk berdiri.
“Gaun ini cocok untukmu, mari segera membayar barang-barang ini.” Kinanti mengalihkan semuanya. Ia harus memikirkan apakah Sirena bisa menggugah hatinya lagi.
________________________________
__ADS_1
Hay, aku up lagi nih. Biasakan meninggalkan Like dan komentar setelah membaca cerita ini. Jika memiliki poin, jangan ragu-ragu untuk berbagi dengan Author. Ini sebagai bentuk apresiasi ya ....
Terima kasih telah membaca kisah ini.
Salam Hangat,
Ilamy Harsa.
jika kalian butuh bacaan yang keren nih, author punya 3 novel yang pasti bikin kaliam suka🤗🤗
WARNING⚠️⚠️
Novel itu KHUSUSON yang udah dewasa ya.. karena bertengger peringatan 18+
nih wajib baca, selami cerita Mbak Bening
nih juga gak kalah keren.
Udah langsung cus cari dan favoritin. KALO PERLU SURUH AUTHORNYA BUAT CRAZY UP YAAA
😂😂😂
__ADS_1