Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 70


__ADS_3

Ilham ingin pulang ke rumah, ia sudah menyelesaikan pertarungan ini. Ilham berjalan keluar dari istana milik Ray ini menuju mobilnya. Ia berjalan dengan sempoyongan, hingga belum masuk ke mobilnya tubuh Ilham sudah ambruk jatuh terhempas ke tanah. ia sudah kelelahan, energinya habis karena pertarungan itu. Tubuhnya banyak lebam membiru, wajahnya bonyok dan ada yang mengeluarkan darah segar.


Para pelayan yang menjaga pintu utama istana milik Ray langsung menolong Ilham yang sudah tidak berdaya itu. Ray juga keluar, ia mendapat kabar bahwa tamunya pingsan di depan rumahnya. Ray memerintahkan kepada pelayannya agar memasukkan tubuh Ilham ke mobilnya. Lalu Ray ingin mengendarai sendiri mobil Ilham. Ia harus melakukan sesuatu dengan tubuh Ilham.


Ray mengendarai mobil milik Ilham dengan sangat terburu-buru. Ia harus segera ke rumah Ilham. Ray sangat ingin melihat ekspresi Farah ketika suaminya pulang dengan kondisi seperti ini. Atau mungkin, Ray akan mengungkap semua rahasia Ilham kemana ia pergi selama ini.


Ini sangat menarik, aku harus melindungi kuncup bunga perawanku.


Ray tertawa licik, pikiran terkutuknya sudah sudah meracuni akal sehat Ray. Ia sudah tidak sabar melihat ini semua. Ray sudah sampai di komplek perumahan Ilham, ia masuk sejauh 200 meter dan berhenti tepat di depan rumah Ilham. Ia membuka pagar rumah Ilham yang tinggi. Kemudian Ray memasukkan mobil milik Ilham.


Farah yang mendengar deru mesin mobil milik suaminya, langsung berjalan keluar dan menyambunya di depan pintu. Sebenarnya Farah merasa sedikit aneh, karena tidak biasanya Ilham pulang di jam seperti ini.


Mungkin ada barang yang ketinggalan.


Farah mencoba mengusir pemikiran jahat. Mungkin benar, suaminya pulang karena ada benda penting yang tertinggal di rumah. Farah tersenyum menyambut suaminya di ambang pintu.


Ray melihat dari balik mobil, perempuan pilihannya. Seakarang perempuan itu tersenyum seakan menyambut kepulangan dirinya. Sebenarnya ini yang diingkan Ray sejak lama, seorang yang menyambut kepulangannya dengan senyuman manis. Namun sayang, senyuman itu sudah bukan untuk Ray. Raga kuncup bunga perawannya bukan miliknya, tetapi milik pria yang tergelak di kursi belakang yang sedang pingsan.


Ray keluar dari mobil Ilham, ia menatap Farah dengan senyuman yang biasa ia tunjukkan kepadanya dulu. Airmuka Farah meraut sedih bercampur ketakutan. Mengapa bisa mobil milik Ilham bisa dibawa oleh Ray.


Ray sedikit terkejut, senyuman Farah berangsur hilang. Ia melihat Farah akan menutup pintu rumahnya. Ray dengan gerakan cepat menahan pintu itu. Farah sedikit kesulitan untuk menutup pintu itu, hingga Ray mendorong pintu itu dengan kuat. Farah terpental dari tempatnya. Ia jatuh terduduk ke lantai.


Farah melihat Ray dengan ketakutan, ia sedikit mundur ketika Ray berhasil masuk ke dalam rumah Ilham. Farah buru-buru mengambil ponselnya, ia ingin menelepon suaminya. Bahwa ada tamu yang tidak di undang datang.

__ADS_1


Ray tahu bahwa Farah pergi mencari ponselnya yang tergeletak di meja. Ray keluar dari rumah, ia memapah Ilham untuk masuk ke dalam rumah.


Farah tertegun melihat suaminya yang sudah di pukuli, banyak luka menghias wajah Ilham. Farah masih bergeming.


“Mau dibaringkan di mana?” Ray bertanya kepada Farah untuk mengembalikan kesadarannya.


Farah menunjuk kamar milik Ilham. Ray akhirnya sedikit menyeret tubuh Ilham untuk dibaringakan di ranjang. Seketika Farah menangis, ia merasa sedih tentang kondisi suaminya.


“Mengapa, mas Ilham bisa terluka seperti ini?” Farah terisak.


“Kami habis bertarung, lebih tepatnya aku membalas sakit hatimu.” Ray menjawab dengan enteng. Tidak merasa bersalah, tidak pula merasa berdosa.


“Mengapa kau melakukan hal ini Ray! Mengapa! Apakah kau belum puas sudah membuat luka padaku?!” Farah menjerit, ia menyalahkan Ray atas semua yang menimpa suaminya.


“Mas Ilham baik padaku. Cukup Ray! Sudah cukup, kau menyakiti keluarga kecilku.” Farah menangis sangat kencang.


“Apa pria itu sungguh-sungguh mencintaimu?! Apakah kau tak tau apa yang sudah ia perbuat saat meninggalkanmu selama lima hari itu?”


Farah mengangkat kepalanya, matanya masih terus mengeluarkan air mata. “Mas Ilham ada bisnis di Kota Zen.” Farah menyeka air mata yang deras membasahi pipinya. “Aku mohon Ray, jangan merusak rumah tanggaku. Kau bisa mencari perempuan yang lebih baik daripada aku!” Farah menatap Ray galak.


Untuk pertama kalinya Ray melihat sepasang mata Farah menyalakan api kemarahan. Ia masih tak percaya bahwa Farah sudah larut dalam kebohongan yang Ilham buat. Ini membuatnya semakin benci. Dan ia tidak suka pada Farah yang begitu percaya kepada pria yang menyimpan luka untuknya.


“Aku menghargaimu sebagai temanku. Aku mohon segeralah pergi dari rumahku! Tolong jangan ganggu rumah tangga kami! Biarkan aku berbahagia dengan suamiku.”

__ADS_1


Kalimat Farah sangat menusuk bagi Ray. Ia seperti tertikam pedang samurai yang tajam. Ray merasakan penolakan untuk kedua kalinya.


“Silakan pergi dari rumahku!” Farah masih menatap galak pada Ray.


Dengan langkah berat hati, Ray berjalan menuju pintu keluar rumah ini. Dengan langkah berat hati, Ray berjalan membawa luka-luka yang sudah Farah goreskan pada hatinya. Dengan langkah berat hati, Ray dipaksa untuk melupakan cintanya. Dengan langkah patah hati, Ray terdiam. Hatinya tersayat merasakan pedang samurai menghujam dirinya.


Ray berjalan menuju ke pintu keluar. Hanya beberapa langkah lagi, ia akan keluar dari rumah itu. Ray berbalik, ia ingin mengutarakan tawaran sekaligus pengharapan bagi Ray.


“Farah. Jika kau terluka karena Ilham, segeralah datang kepadaku. Akan aku sembuhkan semuanya dari apa yang menyakitimu dan membuatmu pilu. Datanglah, sebab kita berteman. Jangan lupakan hal ini.”


Ray melangkah pergi dengan membawa luka-lukanya.


________


jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet LOVE dan kasih rating 5 bintang ya.. karena ini GRATISS😁


jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UP.


Terima kasih


Salam Hangat,


Ilamy Harsa

__ADS_1


__ADS_2