Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 217


__ADS_3

Episode 217: Melawan Pria Kecil


Naresh telah memutari jalan Candramawa. Ia sedikit bingung dengan jalanan di kota ini. Nama Jalan Candramawa ternyata ada empat. Candramawa I, Candramawa II, Candramawa III, dan terakhir Candramawa IV. Naresh harus berkeliling sebanyak dua kali. Tak hanya itu, ia harus bertanya pada orang-orang untuk lokasi Yayasan Pelita Kasih.


Setelah mendapatkan alamat yang jelas, Naresh segera memutar mobilnya. Tepat saat ia sampai di sebuah gang kecil, banyak siswa sekolah dasar berhamburan. Naresh dengan jeli harus bisa menemukan di mana Reno. Ia hanya mengingat jika jika pria kecil itu memakai ransel berwarna hitam. Lucunya semua siswa memakai ransel yang sama. Tak ada bedanya.


Naresh harus bersabar. Ia tetap menunggu hingga ada sekelompok siswa berjumlah empat orang dan salah satunya adalah Reno. Hanya Reno yang berjalan ke arah halte yang cukup jauh dari sini. Kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh Naresh. Ia melanjukan mobilnya perlahan mengikuti langkah kaki Reno.


Reno yang sedari tadi merasa dibuntuti akhirnya balik badan dan menatap si pengemudi mobil dengan sengit.Naresh telah tertangkap basah. Ia harus turun menemui pria kecil itu.


“Om enggak ada kerjaan ya, selain ngikutin aku?” Reno dengan wajah kepanasan menatap Naresh. Ia sedari dulu tak suka dengan cerita kakaknya yang selalu mengagungkan nama pria itu. Bahkan umurnya saja lebih tua dari kakaknya.


“Mau makan siang bersama?” Naresh harus bersikap sehangat mungkin demi kebaikan nantinya.


“Om ingin menyogokku? Maaf Om, Reno harus pulang ke rumah.”


“Aku ke sini karena kakakmu yang menyuruh. Jika kau tak percaya, kau bisa menghubunginya.” Naresh merogoh saku celana dan memberikan ponselya kepada Reno.


Reno menggeleng. Ia tahu semua ini hanya akal-akalan Kak Anti dan Om yang enggak tau dari mana asalnya. “Om suka banget ya ama Kak Anti? Suka ama yang muda?”


Naresh terpaksa harus tersenyum getir mendengar ocehan Reno. Jika dipikir-pikir ia memang menyukai Kinanti yang muda dan berani. Terpaut sepuluh tahun, tak menyurutkan niat Naresh mempesunting gadis muda itu.


“Cinta tidak harus memandang usia, kan?”


Reno mendekati Naresh. “Om yakin?”


Naresh mengangguk. Setelah berdiskusi alot, Reno akhirnya mau mengikuti Naresh. Toh, ini Kak Anti juga menyuruh. Mobil berjalan pelan meninggalkan Jalan Candramawa yang membingungkan.

__ADS_1


“Reno mau makan di mana?” Mata Naresh masih menatap ke jalanan.


“Terserah, Om. Yang jelas nanti setelah makan, Om harus nganterin Reno ke tempat Kakak!”


“Okey, boy. Kau bosnya hari ini.” Naresh terkekeh. Ia menemukan sebuah resto yang amat ramah karena pelatarannya sudah disambut dengan berbagai macam tanaman hijau yang memanjakan mata.


Reno hanya mengikuti kemana pria dewasa ini pergi. Sebelumnya ia tak pernah datang kemari. Saat Naresh menyodorkan buku menu, Reno tercengan dengan harga yang tertera. Lebih menyesakkan lagi, semua menu makanan hanya berbahan daging dan sayur. Ia mendesah pelan, ia sedikit benci sayuran.


“Reno mau pesan apa?”


“Aku ikut Om aja.”


Naresh tersenyum. Ia telah memesan menu yang cocok untuk Reno dan juga dirinya.


“Om beneran ingin mengambil Kak Anti dari ayah dan juga Reno?”


“Lebih tepatnya, kau akan mendapat keluarga baru. Dan aku sebagai pria bujang akan mendapat Ayah baru dan adik ipar yang menggemaskan.”


Reno tahu maksud ucapan pria dewasa itu. Ia sudah berumur dua belas tahu lebih delapan bulan dan sudah paham situasi seperti ini. “Bukankah Om sudah terlalu tua? Kak Anti saja baru menginjak dua puluh tahun lebih empat bulan, sedangkan Om pasti sudah berumur tiga puluh lima tahun, terlalu tua untuk Kak Anti.


“Ralat! Umurku tiga puluh tahun lebih enam bulan. Aku merasa tidak setua itu, kantung mataku ini hasil tujuh hari lebih begadang dengan banyak sekali pekerjaan.” Naresh terpaksa menyunggingkan senyumnya yang masam. Ia sedikit kesal jika ada orang yang mengatakan dia tua. Padahal wajahnya tidak terlihat boros.


“Aku hanya takut jika Om tidak memperbolehkanku dan Ayah menjenguk Kak Anti saat dia sudah menikah nanti. Aku yakin, Kak Anti akan Om bawa ke rumah Om.”


Naresh mengerutkan alisnya, mencerna ucapan Reno.


“Aku punya teman di kelas namanya Chiro. Dia sama sepertiku tidak memiliki ibu, hanya bapak dan kakak perempuanya. Setelah kakaknya menikah dan tinggal bersama suaminya, dia tak boleh menemui Chiro dan bapaknya. Aku enggak mau jadi seperti Chiro. Aku takut kalo Om gak ngebolehin Kak Anti ketemu sama aku dan juga Ayah.” Reno mengeluarkan semua unek-uneknya. Ia hanya ingin memberitahu tentang apa yang ia rasakan kepada pria dewasa itu.

__ADS_1


Naresh sekarang mengerti asal usul kemarahan yang menyebabkan pria kecil itu sedikit memberontak. Harus ia akui, jika Reno ini anak yang cerdas. Tak salah jika Kinanti selalu membanggakan diri menjadi kakaknya.


“Reno, dengar ini. Aku tidak akan merampas Kinanti dari Ayah dan Reno. Justru sebaliknya, aku akan mendapat keluarga baru. Kau dan Ayah boleh kok menginap ataupun bertemu Kinanti di kediamanku. Rumahku selalu terbuka untukmu, calon adik ipar.” Naresh mengacak rambut pendek Reno.


Sekarang Reno lega, Kak Antinya tidak salah memilih orang. Pesanan Naresh telah datang, Reno terkejut ketika melihat makanan kesukaannya, mie tanpa kuah itu berwarna hijau. Aneh sih, tapi kelihatannya lezat. Beberapa kali mengaduk-aduk mie mencari sayuran untuk disingkirkan. Tapi, Reno tidak menemukannya.


Apa salahnya dicoba?


Dengan memejamkan matanya, Reno memakan mie berwarna hijau itu. Ternyata rasanya lezat. Di akhir, ia baru sadar jika mie tanpa kuah itu berwarna hijau karena sari dari sayuran.



[SURROGATE MOTHER sudah tersedia 7 CHAPTER DI WATPAD]


yuk, segera baca. 😁 mungkin kedepannya saya akan lebih aktif di dunia oren😊



________________________


Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!


Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!


Terima kasih telah membaca kisah ini.


Salam Hangat,

__ADS_1


Ilamy Harsa


__ADS_2