Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 98


__ADS_3

Partikel Hydrometeor jatuh membasahi planet bumi membuat udara terasa lembab dan dingin malam ini. Seorang gadis dengan rambut berkucir kuda tengah berlari kecil melewati gang sempit untuk sampai di rumahnya. Gadis itu mengabaikan rinai air yang sedang turun membasahi sekukur tubuhnya. Ia sudah tidak perduli lagi tentang hawa dingin yang merasuk hingga ke tulangnya.


Dia berjalan dengan langkah kaki yang iramanya dipercepat. Tujuannya saat ini hanya ingin cepat sampai dirumah. Ada perasaan dalam hati yang mengatakan bahwa orang-orang yang tidak baik sedang mengancam keluarganya. Perasaan itu semakin dag dig dug iramanya saat jarak rumahnya semakin dekat. Udara sangat tipis membuatnya terengah-engah, oksigen sangat minim sekali masuk ke rongga dadanya.


Bisikan hati dari gadis itu benar adanya. Sekarang ia melihat rumahnya sudah disatroni beberapa orang dari pria paruh baya yang tempo hari meminta gadis itu untuk menjadi istri keempatnya. Ia buru-buru memasukin rumah, menerobos beberapa pria berotot dan berwajah garang yang berdiri menutupi pintu masuk utama rumahnya.


Gadis itu melihat ayahnya yang sudah babak belur dihajar dan adiknya yang bernama Reno menangis di sudut ruangan dengan raut wajah yang ketakutan. Hal ini membuat amarah gadis itu bergejolak. Ia sangat tidak menyukai kondisi di mana keluarganya tertekan dan ketakutan. Sepasang matanya tajam, tangannya mengepal siap ingin meninju wajah pria paruh baya itu.


“Bagaimana Kinanti? Kamu tidak bisa melunasi utang ayahmu ‘kan?” Pria paruh baya itu tertawa puas, ia merasa ujung kemenangannya terbuka.


“Jadi, kamu harus bersedia menjadi istri keempatku,” imbuhnya.


“Tolong, Tuan. Jangan jadikan anak saya sebagai istri Anda, Tuan.” Pak Budi bertekuk lutut memohon pada pria paruh baya itu agar tidak mengambil anak gadisnya.


Kinanti tidak suka pemandangan itu. Terpaksa ia harus menggunakan uang dari Naresh yang dia tinggalkan di sling bag miliknya. Hanya uang itu yang bisa digunakan saat ini, tak ada pilihan lain. Ini berarti Kinanti harus segera menyerahkan diri pada Naresh.


“Cukup Ayah! Ayah tidak perlu memohon seperti itu! Aku akan melunasi semua utang itu!” Kinanti bergegas mengambil sling bag-nya yang berada di kamarnya. Sejujurnya uang ini cukup untuk mengakhiri penderitaan keluarganya.


Kinanti kembali, ia membawa dua puluh gepok uang warna merah dengan nominal ratusan ribu. Ia melemparkannya ke meja. “Saya rasa uang ini cukup untuk membayar semua utang kami. Silakan ambil dan pergi dari sini!”


Pria paruh baya itu terdiam, dalam hatinya berkecamuk sebal. Pasalnya dia yakin akan menjadikan Kinanti istri keempatnya. Lalu ia mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam tas. Walaupun pria paruh baya itu tidak bisa merasakan darah perawan tapi uang ini tak kalah menggiurkan baginya.


“Jika dari dulu seperti ini ‘kan enak, nggak perlu susah menagih.” Pria paruh baya itu tertawa dan pergi meninggalkan rumah Kinanti.


Sejak malam ini ia sudah terikat perjanjiannya dengan Naresh. Namun harga yang dibayar sangat sepadan, sekarang keluarganya sudah terbebas dengan jeratan derita ini. Kinanti tidak tahu apakah perjanjian ini bisa dikatakan baik? Atau justru ini menjerumuskan. Namun biarlah, raga dan hati ini menanggung semua.


“Bagaimana kamu bisa mendapat uang sebanyak itu Kinanti? Jawab Ayah!”


“Aku ....”Akhirnya Kinanti menceritakan semua kepada Ayahnya.


***

__ADS_1


Malam ini bulan sedang gompal di belahan bumi lain. Awan seakan bersahaja mempersilakan ibu bulan menampilkan binarnya. Cahaya lembut terpantul ada kolam yang dipenuhi dengan tumbuhan lotus. Seseorang duduk di pinggir kolan dengan kursi khususnya. Ia sangat menikmati suasana ini. Sangat menenangkan untuknya, ia bisa tersenyum melihat pantulan rembulan.


“Apakah dia sudah tidur?” tanya seseorang yang duduk di kursi khusus menghadap kolam yang dipenuhi lotus. Tentu saja di tempat itu, dia tidak sendiri. Ada lima khadam yang siap membantunya.


“Sudah, Tuan.” Salah seorang dari para khadam menjawabnya.


“Apakah Kakak sudah kembali?” seseorang yang disebut tuan itu bertanya kembali.


“Maaf, maksud Anda tuan Yori?” salah satu khadam memastikan.


“Iya, apakah dia sudah pulang?”


“Sudah, Tuan.”


Seseorang yang dipanggil Tuan itu melebarkan matanya yang sedikit sayu. Ia ingin melihat gompalnya bulan dari pantulan kolam yang dipenuhi oleh bunga seroja. Ada rasa kesepian yang menyeruak dari dalam dirinya. Ada kerinduan yang ingin ia sampaikan kepada seseorang, itu sebabnya mengapa ia menumbuhkan seroja di kolam itu.


Bunga Lotus memiliki nama ilmiah Nelumbo Nucifera nama ilmiah lainnya adalah Nelumbium Nelumbo, Nelumbo Specesiosa, Nelumblum Specium. Di Indonesia dikenal dengan sebutan bunga Seroja, sedangkan nama yang lebih dikenal di dunia adalah Scared Water Lotus, Scaret Lotus atau Chinese Arowroot, dan masih masih banyak lagi. Bunga ini tumbuh dalam lumpur dan mekar di atas air.


Secara keseluruhan bunga ini mempunyai aroma harum dan tubuh menjulang di permukaan air dengan daun yang melebar sejajar dengan air. Panjang tangkai tergantung dengan kedalaman air, mulai dari 20 cm hingga 200 cm berbentuk bulat panjang. Diameter bungat bervariasi tergantung dari jenisnya, mulai dari 10 cm sampai dua kali lipatnya.


***


Dua anak kecil terlihat sedang berada di pinggiran kolam yang dangkal. Salah satu anak kecil itu memiliki perawakan tinggi, kuat dan juga cerdas. Namun berbanding terbalik dengan anak kecil yang sedang duduk di sebuah kursi yang dibuat khusus. Tubuhnya kecil dan ringkih. Dia memiliki wajah yang putih pucat seakan tidak pernah terkena sinar matahari. Mereka adalah kakak dan adik.


Terlihat Adik yang bingung dengan kakaknya yang membawa bibit tanaman. Dengan dipenuhi rasa penasaran si Adik mencoba bertanya kepada sang kakak, “Tanaman apa itu?” ia menunjuknya dengan jari telunjuk.


“Ini bunga Seroja,” jawab sang kakak.


“Mengapa kakak suka bunga ini?” si adik bertanya lagi.


Sang kakak belum menjawab, ia masih sibuk menanam bibit bunga seroja di dasar kolam yang berlumpur. Untuk saat ini, memang bentuk bunga lotusnya belum tampak, tapi sang kakak tetap ingin menanamnya.

__ADS_1


“Ini bunga yang paling kakak suka. Seroja adalah bunga yang mempersona umat manusia, dia tumbuh menjulang tinggi di lumpur. Jika aku ingin menjadi Seroja yang bisa tumbuh diantara kesengsaraan hidup, bisa hidup diantara luka-luka yang pernah dirasakan. Seperti seroja yang mekar memiliki keindahan, kesederhanaan dan kebahagiaan lebih tinggi dibanding kesedihan.”


***


Seseorang itu menghela napas, usaha mengenang telah merasuki ke dalam pikiran. Sejujurnya,ia sangat merindukan hal itu. Dia rindu kakak Naresh ketika hidup berdampingan dan menyanyangi satu sama lain.


“Semoga kita ditakdirkan hidup seperti seroja.”


____________


Jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet like dan beri rating 5 bintang ya ... karena ini GRATISS.😁


Jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.


Terima kasih


Salam Hangat,


Ilamy Harsa🍀


_________


Novel Rekomendasi saat menunggu Perempuan Pilihanku update :


Bukan Pelakor – Author Thamie Ak


Milan and Sydney – Author Syila Fatar


Sejuta Cinta – Author Mrs. Caffeine


Love is You – Author Riqha Mey

__ADS_1


Pangeran Gesrek – Author Rika Yulianti


Hope you like it 😁


__ADS_2