Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 199


__ADS_3

Episode 199: Isi Pesan Dari Fernando


Anneline kembali menunggu penjemputan. Ia telah memesan taksi online. Langit jingga semakin termakan oleh langit malam. Ia mendesah pelan dan tetap menunggu. Anneline membawa dua hadiah untuk Farah. Hari ini semua akan berakhir. Jika ia tak bisa memilki Ilham, maka orang lain tak bisa. Malam ini, Anneline ingin membunuh perempuan itu. Lalu revolver yang ia bawa untuk membunuh dirinya sendiri. Ia sudah sangat lelah akan permainan hidup. Satu peluru bersarang di kepalanya sudah lebih dari cukup untuk mempermudah pekerjaan malaikat pencabut nyawa.


Ponselnya berdering tanda pesan masuk. Anneline melihat tanda pemberitahuan di layar ponselnya. Tapi, ia tak ingin membaca pesan tersebut. Ia tahu kalau pesan singkat itu dari suaminya, Fernando. Ia memasukan kembali ponselnya di tas selempang. Tak lama kemudian, sebuah mobil dengan stiker khas taksi online berhenti di depan Anneline.


Tunggu aku Farah.


***


Jun menghentikan mobil yang ia kendarai di rest area. Ia harus mengingatkan jadwal makan tuan mudanya yang sudah terlambar satu jam yang lalu. Tapi Naresh masih dalam keadaan tertidur. Ia baru merasakan kenyamana tidur lebih panjang dari biasanya.


“Tuan.” Jun menepuk tubuh Naresh dengan lembut.


Baru pada panggilan keempat, Naresh terbangun dari tidurnya. Ia menatap Jun sedikit buram. Kepalanya terasa pusing. “Kita sudah sampai ya?”


Jun menggeleng. “Anda harus membersihkan diri sebelum bertemu calon mertua, Tuan.”


Seketika kesadaran Naresh meningkat drastis. Ia mengucek matanya dan sedikit peregangan untuk membuat tubuhnya agar mau beraktifitas.

__ADS_1


“Saya sudah siapkan semua di sini, Tuan.” Jun memberikan tas hitam yang ia bawa dari Kota Zen. Ia sudah menyiapkan kebutuhan Naresh. Ia yakin kebutuhan seperti ini berguna untuk mempersiapkan diri meminta izin untuk menikahi seorang gadis.


“Kau memang yang terbaik, Jun.” Naresh beruntung memiliki pelayan setia seperti Jun.


***


Kinanti tampak gusar. Pagi tadi ia tak sempat menelpon Anneline karena kesibukannya. Ia harus menjadi wali murid untuk Reno. Malam ini ia bertekad mengetahui keadaan adik ipar kekasihnya itu. Dari sekian panggilan yang lakukan dan beberapa pesan yang dikirim, tak satupun dijawab. Kegusaran Kinanti makin menjadi. Ia menghembuskan napas kasar lalu meraih kunci mobil di meja.


“Reno, kamu jaga rumah ya! Kak Anti ada urusan sebentar.”


Reno yang muncul dari dapur menggeleng. Ia sedang menghabiskan makan malannya. Kinanti langsung ke mobil yang ia sewa dua kali ini untuk kebutuhan Anneline, tapi tak sehari pun ia mengantarkan perempuan itu. Malah mobilnya sedikit mengundang perhatian tetangga sekitar.


***


Anneline semakin pusing karena sedari tadi ponselnya berbunyi. Ia memutuskan untuk mematikan benda kotak tersebut lalu bersandar di kursi penumpang. Beberapa menit yang akan datang, ia akan bertamu di rumah Farah. Ia yakin, kalau Ilham masih berada di cafenya, sehingga rumah itu hanya ada Farah.


Hari ini biarlah semuanya menjadi lenyap. Aku tak suka melihat Ilham bersama perempuan itu.


******

__ADS_1


Isi pesan dari Fernando.


Hay, apa kabarmu, Lin?


Aku sudah sangat rindu. Hari ini, aku sudah bisa duduk. Kakiku masih kaku untuk digerakan. Dokter bilang, beberapa hari lagi aku akan belajar berjalan. Menarik, sesuatu yang sudah aku tunggu seumur hidupku. Sebentar lagi, kita akan berdansa, atau jalan-jalan di taman kota. Kau tak harus malu jika aku ada di sampingmu.Oh ya, di tempatku sedang turun hujan. Entahlah, mau musim apapun aku tetap mencintaimu.


________________________


Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!


Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!


Terima kasih telah membaca kisah ini.


Salam Hangat,


Ilamy Harsa


__ADS_1


follow aja dulu, ntar kalo ada novel baru lebij gampang carinya🤣


__ADS_2