Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 71


__ADS_3

Farah membersihkan luka-luka pada wajah suaminya, dengan lembut dah hati-hati. Ia memberanikan diri membuka baju yang Ilham kenakan. Betapa terkejutnya Farah melihat banyak luka lebam di tubuh Ilham. Farah sedikit mengoleskan salep pada luka-luka Ilham. Farah merasa sakit jika suaminya terluka karena ulah Ray.


Ilham sedikit mengerang kesakitan saat Farah mengoleskan salep di tubuhnya. Sekarang tubuh Ilham terasa remuk. Bahkan untuk bangun rasanya sulit. Ia hanya merasakan, sentuhan lembut istrinya. Pandanganya masih kabur, namun Ilham tahu bahwa yang berada di sampingnya itu adalah Farah.


Ilham merasakan, air mata yang menetes di dekat tanganya. Ingin sekali Ilham menghapus partikel tangisan itu. Namun tangannya tak mampu, ia mendengar dengan jelas suara tangisan yang Farah ciptakan, walaupun dengan nada yang sangat lirih.


Aku sudah memenangkan pertarungan konyol ini. Semoga Ray tidak mengganggumu lagi. Maaf jika kau sering menangis karenaku. Aku janji ini tangisanu untuk yang terakhir kalinya. Kau istriku yang menggemaskan.


Ilham hanya mampu berkata dalam diamnya. Energinya belum terkumpul. Ia hanya bisa menyampaikan lewat hatinya. Ia sungguh-sungguh berjanji akan selalu menjadikan Farah sebagai istrinya. Ia harus melupakan Anneline yang tidak tahu di mana keberadaannya sekarang. Walaupun rasa itu masih ada, Ilham akan tetap menyimpanan.


Aku hanya ingin merasakan jatuh hati padamu. Dan sekarang kau sudah memenangkan hatiku.


Farah masih berada di samping suaminya. Ia tidak mau meninggalkan Ilham. Hatinya terlampau sakit melihat kondisi Ilham yang seperti ini. Ia mengelus dengan lembut pipi Ilham. Farah pun merasakan guratan tegas di tulang pipi Ilham.


“Cepatlah sembuh, Mas. Aku ingin kita merajut benang kehidupan rumah tangga kita. Aku ingin bersamamu setiap waktu. Ya Allah, aku ingin membawa cinta ini sampai ke Jannah-Mu.”


Amin.


Ilham juga mendengarkan doa dari Farah. Bibirnya juga sedikit bergerak mengucapkan sesuatu.


Amin.


***

__ADS_1


Dalam satu waktu singgahnya sang surya hingga kembali ke dalam pelukan kaki langit, berganti dengan sang ibu bulan yang membawa lagu tentang romantisnya cinta. Ray tersenyum menatap Farah yang mengenakan gaun putih yang Ray pesan khusus untuknya.


Senyuman serta pipi merah jambu menghiasi wajah ayu milik Farah. Saat itu Ray sedang mengenakan setelan jas berwarna hitam, dasi kupu-kupu. Ray tampak tampan sekali bagai sang pangeran dari negeri dongeng.


Dalam malam itu hanya ada Farah yang mengenakan gaun putih seperti mempelai wanita, hijabnya bermahkota lingkaran bunga warna merah. Tangan putih mulusnya sudah berhias memakai henna, menambah kesan yang anggun. Farah melempar seyumannya kepada Ray.


Di bawah sinar ibu bulan yang memainkan lagu romantisnya, Ray dan Farah berdansa seakan-akan malam ini hanya milik mereka berdua. Ray dan Farah terus menari, hingga Ray berpikir jika mereka memiliki sepasang sayap, ia ingin terbang bersama kawanan bintang yang menggantung di langit menemani ibu bulan.


Ray mengelus puncak kepala Farah dan mencium lembut keningnya. Farah tersenyum, aura kebahagian terpancar jelas di wajah Farah. Ray senang bahwa malam ini di habiskan untuk menari dan menganggumi makhluk manis yang berada di hadapannya saat ini.


Ray memeluk tubuh Farah. Sangat erat sebagai isyarat, jangan meninggalkan tubuh ini lagi. Untuk malam ini Ray mengikat hati Farah. Seperti sihir dua bibir mereka anggun berayun. Sangat lembut dan sangat manis. Ray menikmati kebahagianan ini, hingga Farah melepaskan aduan bibirnya. Ray tersentak kaget.


Farah tersenyum kepada Ray, senyuman yang entah kesekian kali. Namun bagi Ray pemilik senyuman itu adalah keindahan tiada ujung. Farah menyentuh kedua pipi Ray. Bagi Ray sentuhan ini sangat lembuh, tangan Farah sangat halus dan nyaman.


Mata Ray mendelik. Kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Farah membuat perasaan bahagia menjadi suatu perasaan ketakutan akan kehilangan.


Farah masih tersenyum. Tubuhnya mengeluarkan cahaya putih menyilaukan mata Ray. Berangsur-angsur tubuh Farah pecah menjadi kepingan-kepingan kupu-kupu berwarna putih. Senyuman Farah sudah tidak nampak lagi.


Ray berusaha meraihnya. Namun kupu-kupu itu terbang ke langit menuju pusaran bulan. Ray mengejar hingga sampai batasnya. Ia merasa kehilangan lagi. Kehilangan lagi.


Sepasang mata Ray terbuka, ia sedang mengumpulkan kesadarannya. Ray hanya berdiam diri memandangi gaun warna putih yang berdiri anggun itu. Dia memilih mengisolasikan diri dalam ruang pertarungan tadi. Hanya berdiam diri menatap kilauan manik indah yang menepel sebagai hiasan gaun itu. Ray hanya menatapnya, gaun yang ia pesan khusus untuk kuncup bunga perawannya.


Ray mengingat kejadian manis itu, ternyata berasal dari pikirannya yang sangat lantang meneriaki nama Farah dalam kepalanya.

__ADS_1


Apakah kita tidak bisa bersatu?


Apakah Tuhan tidak suka kita bersama? Hingga kau terbang bagai kupu-kupu?


Apakah aku harus mati untuk menghentikan rasa ini?


Hanya Ray yang merasa kesakitan ini. Dan rasa sakit ini cukup hebat lebih dari tebasan pedang samurainya.


Gemeletuk suara api sedang terdengar dari dalam hatinya. Ada retakan yang terjadi! Perayaan kehilangan atas apa yang ia harapkan. Perayaan kehilangan ini yang sedang ganas-ganasnya menyerang, tepat di ulu hati Ray. Farah yang memilih menjauh. Dan Ray yang masih terkurung dalam pesona kuncup kembang perawannya.


Ray dengan perasaan tidak bahagiannya mengambil pedang samurai yang berada di sudut ruangan. Ia ingin merusak gaun putih itu sekaligus membunuh rasa cintanya. Ray kalap, kesakitan ini sedang membandang.


Ray tidak bisa membunuh perasaannya walau sedikitpun. Ia tidak bisa menghilangakan sosok Farah dari pikirannya. Ia harus mendesak mati jika ingin mengakhirnya. Namun sayang, malaikat pencabut nyawa pun belum sudi membawanya. Sekarang yang Ray rasakan kepiluan yang sangat dalam laranya.


______


jangan lupa setelah selesai membaca kisah ini, pencet LOVE dan kasih rating 5 bintang ya.. karena ini GRATISS😁


jangan lupa favoritkan novel ini agar kamu tidak ketinggalan notifikasi saat novel ini UPDATE.


Terima kasih


Salam Hangat,

__ADS_1


Ilamy Harsa🍀


__ADS_2