
Episode 218: Kata Perpisahan
Hari ini semua sudah selesai. Urusan di Kota Milepolis. Naresh mengembuskan napas panjangnya karena ia akan meninggalkan kekasihnya lagi. Kinanti sudah tampak sehat ia berdiri di depan rumahnya. Naresh menatap lekat gadis itu, gadis yang membuat warna di hidupnya. Sekali lagi Naresh harus memeluknya.
“Aku janji akan kembali, Kinan.”
Kinanti mengusap punggung kokoh pria itu. “Aku akan setia menunggumu, Kak.”
Naresh telah mengucapkan perpisahan. Semuanya harus segera dibawa ke Kota Zen. Pagi tadi, kepolisian sudah menjemput Anneline. Naresh tak bisa berbuat banyak, yang jelas hukum harus berlaku bagi siapapun.
Kinanti sudah melambaikan tangannya saat pria yang dicintainya masuk ke mobil. Naresh sudah duduk mantap. Di sampingnya sudah ada Anneline dengan tangan yang diborgol. Sedari tadi ia tersenyum saat mengetahui dia akan diadili.
__ADS_1
“Kau baik-baik saja, Anne?” tanya Naresh.
“Lebih baik dari sebelumnya. Hari ini aku akan mendekam di penjara. Tempat yang ingin aku kunjungi.” Anneline tersenyum penuh kebanggaan.
Naresh hanya bisa mengelus dada. Keluarganya sedang tidak baik, terlebih adik iparnya. “Sepertinya aku harus memberitahu Fernando tentang hal ini.”
Anneline menggeleng. “Jangan beritahu dia! Biarkan dia fokus pada keinginannya yang ingin sekali bisa berjalan. Itu impian terbesarnya.”
...
Tamat ya?
__ADS_1
Iya nih, sudah selesai untuk season 1. Terkesan buru-buru? Kurasa ini yang terbaik. Hari ini Novel Perempuan Pilihanku sudah selesai. Aku yakin masih banyak yang perlu diceritakan, tapi aku hanya sanggup sampai di sini.
Izinkan aku bercerita bagaimana novel ini ada. Farah, Ilham, Ray, Naresh, Kinanti, Fernando dan Anneline mereka muncul di kepalaku. Mereka berjalan di kehidupan kecil. Jika kalian menganggap aku ini Tuhan dari Novelku, itu salah besar. Justru mereka yang mencetuskan sendiri, apa yang ingin mereka lakukan. Aku hanya seorang yang menuliskan kisah mereka. Pernah berharap mereka jadi nyata dan menyapaku, rasanya itu hanya dilakukan di imaji. Mereka terus mengusik setiap malam untuk jika suatu hari nanti, pasti ada yang membacanya. Aku lakukan menulis cerita Farah ini bulan Desember 2019. Ini novel pertamaku, yang pernah aku publikasikan.
Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih pada kalian yang sudah mengikuti kisah ini. Mungkin masih banyak misteri dan keyakinan, apakah Farah akan bangun? Apakah Ray akan mendapatkan kisah cintanya tersendiri? Bagaimana kisah Naresh dan Kinanti? Apakah Fernando masih mau menerima Anneline?
Semua itu akan terjawab pada novel selanjutnya yang tentu tidak terbit di sini. Ini keputusan yang berat untukku. Tapi, jujur aku lebih bahagia di tempatku yang sekarang. Kalian bisa baca gratis di watpad. Dan keinginanku, novel ini akan dilanjutkan di sana.
Terima kasih,
Aku juga akan ngadain Giveaway Buku. Disimak ya di bab selanjutnya
__ADS_1