Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku
Episode 209


__ADS_3

Episode 209: Perasan Bersalah yang Mulai Merambat


Pagi ini Naresh mendapat fakta yang cukup mencengangkan tentang Anneline.“Jadi Anda pernah mengenal Anneline sebelum ini?”


“Iya, aku mengenal Anneline sejak di SMA. Tapi ia menghilang enam tahun lalu,” jawab Ilham.


Naresh mengingat-ingat tentang kejadian enam tahun di mana Anneline datang ke rumahnya. “Enam tahun yang lalu, Anne datang karena dia yang menjadi pendamping adikku.”


“Dia datang karena dijual! Ann bercerita sendiri padaku dua hari yang lalu.”


“Tidak! Kata mendiang Mama, Anne datang karena memang dia gadis yang dijodohkan untuk Fernando. Selain itu, dia juga disiapkan menjadi Nyonya Besar di keluarga kami.” Naresh mengetahui semua kehidupan Anneline selama enam tahun ini.


“Pernahkan kamu bertanya, apakah dia bahagia?”


Seketika Naresh terdiam tidak menjawab. Ia tertunduk lesu menyadari ada yang salah daalm keluargnya. Yang ia tahu, Anneline dan Fernando hidup dalam satu rumah dan jarang sekali bertengkar hebat. Sudah itu saja. Baginya mereka adalah pasangan yang indah. Namun sekarang matanya mulai terbuka lebar terhadap fakta yang disampaikan oleh Ilham.


“Bisakah kau bercerita tentang apa yang ia keluhkan padamu?”


Ilham mengangguk, ia menceritakan semua keluhan yang pernah disampaikan Anneline padanya hingga tawarannya yang bersedia menjadi istri keduanya.

__ADS_1


****


Karin berlari tergopoh-gopoh menuju ruangan Ray membawa tabletnya. Ia harus memberitahuan berita hangat ini pada bosnya.


“Sayang!” panggil Karin ketika langsung memasuki ruangan Ray dan duduk di hadapannya.


“Hari ini kamu masih jadi Karin bukan Sasmita!” Ray mendengus kesal pada sekertarisnya yang terkadang usil minta ampun.


“Maaf, Pak Bos. Tapi ada yang ingin aku sampaikan. Anda sudah baca berita pagi ini?” tanya Karin.


Ray menggeleng. Hari ini ia belum membaca berita apapun termasuk ramalan cuaca. “Memangnya ada apa?”


Karin menyodorkan tabletnya. “Baca berita ini, Pak!”


Karin gemas, ia sebal jika bosnya hanya membaca judul beritanya saja! “Bapak kebiasaan! Dua wanita di berita ini itu Farah dan perempuan ular!”


Seketika bolpoin yang dipegang Ray terjatuh ke lantai. Bayangan tentang Farah yang terluka sangat mempengaruhi isi kepalanya. Tanpa pikir panjang, ia bangkit dan berlari menuju mobil. Ia harus segera menuju rumah sakit.


Karin yang tertinggal di ruangnya. Ia mendengus kesal, kenapa ia tidak diajak! “Pak! Pak Ray! Tunggu saya!”

__ADS_1


Dengan perasaan kalut dan ketakutan Ray memacu kendaraanya lebih kencang lagi. Ia takut jika Farah terluka parah apalagi Anneline bersamanya. “Harusnya aku melibatkan Anneline dalam ambisiku!”


Dalam waktu dua puluh menit mobilnya sudah berada di pelataran rumah sakit. Ia memakirkan secara sembarang, lalu melempar kuncinya pada satpam yang mendatanginya dengan wajah kesal.


“Parkirkan mobilku!” setelah mengatakan hal itu, ia berlari masuk ke rumah sakit. Prioritasnya saat ini adalah keadaan Farah.


Ray beberapa kali bertanya di bagian informasi, petugas dengan cepat merespon pertanyaan ang diajukan. “Korban yang bernama Nyonya Anneline sedang menjalani perawatan di ruang Melati. Sedangkan Nyonya Farah sudah pindahkan dari ruang operasi ke ruang Intensive Care Unit atau ICU.”


Lansung saja Ray berlari menyusuri koridor rumah sakit. Sesekali matanya melihat denah yang biasa tertempel di tiang-tiang beton rumah sakit.


Separah apa lukamu hingga kamu harus mejalani operasi, Farah?


________________________


Hay, aku up lagi nih! Aku sebagai author lebih senang jika pembaca kisah ini meninggalkan jempol Like dan komentar, karena ini sangat penting untukku. Karena aku tahu mana pembaca yang memberikan apresiasinya. Hanya like dan komentar saja, kalau perlu spam aja biar up-nya gak kelamanaan, hahhahah! Kalo ada poin lebih jangan lupa vote yaaaa!


Follow igeh-ku yaa! @ilamyharsa. Untuk kejelasan tentang update ataupun bersilaturahmi dengan author yang super ngeselin. Hahahahaha!


Terima kasih telah membaca kisah ini.

__ADS_1


Salam Hangat,


Ilamy Harsa


__ADS_2