Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 102 Kebahagiaan sang Ibu


__ADS_3

Lima hari kemudian aku memutuskan untuk pulang ke rumah, aku sudah ikhlas menerima penyakit yang aku cerita, dan aku juga harus bisa tetap di rumah agar Ibu tak merasa bersalah pada dirinya sendiri, sebenarnya aku sangat berdosa dengan atas sikapku selama ini pada Ibu, yang sudah mengandung dan melahirkan ku dengan selamat kedunia ini, dia juga tanpa mengeluh sudah membesarkan aku, karena itulah aku tak mau membuat Ibu yang aku sayang menjadi sedih hanya memikirkan penyakit yang aku cerita saat ini, mungkin aku juga harus berbakti padanya mulai sekarang, karena Surga di telapak kaki Ibu, dan ridho nya jugalah aku bisa mendapatkan kesembuhan itu? entah hari atau bulan yang mana aku akan mendapatkan kesembuhan itu.


''Assalamu'alaikum?'' Ucap ku saat sudah sampai di teras rumah.


''Waalaikum salam?'' jawab sang Bibi dari dalam dan membukakan pintu untukku.


''Nona Sania?'' sapa Bibi seraya menghamburkan dirinya ke pelukan ku.


''Nona baik baik saja kan, kenapa Nona kurusan seperti ini?'' tanya lagi sang Bibi.


''Sania baik baik saja kok Bi? Ibu ada nggak,'' tanyaku melihat ke sekeliling yang nampak sepi.


''Nyonya ada di kamar nya Nona? semenjak kepergian Nona Sania nyonya jarang keluar dari kamar nya,'' balas sang Bibi, di saat itulah kesalanhan ku bertambah, penyesalan mulai berputar putar di benakku, 'Andai aku tak pergi Ibu tak kan jadi sedih seperti ini. Aku berlari menuju ke kamar Ibu yang kini tengah duduk termenung melihat ke arah jendela yang ada di depannya. Aku membuka pintu kamar dengan kasar sehingga Ibu menoleh ke arah ku, dan dengan segera dia memburu kepelukan ku.


''Ibu? maafkan Sania yang sudah bikin Ibu sedih seperti ini, Sania sudah jahat sama Ibu? maafkan Sania Bu,'' tangisku pecah di pelukan orang yang aku sayangi. 'Bagaimana mungkin aku tega melihat Ibuku bersedih seperti ini, dan bagaimana aku bisa mengatakan tentang penyakit ku sama beliau. Sedangkan aku pergi hanya beberapa hari saja sudah membuat orang yang aku sayangi sesedih ini,' ucapku dalam hati.


''Kamu kenapa pergi dari rumah, kamu sudah nggak sayang sama Ibu,'' tanya Ibu lirih yang terus mengeluarkan air matanya. Aku menghapus air mata Ibu dengan jari tangan ku, tubuhku meluruh ke lantai masih dengan tangisan, aku meminta maaf dengan bersujud bersimpuh di kaki Ibu.


''Ibu maafkan Sania yang nakal ini, Sania janji tidak akan mengulangi kesalahan ini untuk kedua kalinya Bu, Sania salah dan Sania juga banyak dosa pada Ibu, Sania berharap Ibu memafkan semua kesalahan Sania selama ini Bu.'' ucap ku lirih.

__ADS_1


''Tanpa kamu meminta maaf pun Ibu sudah memaafkan kamu kok sayang? sudah ya jangan menangis lagi,'' jawab Bu Wati mengelus pundak ku seraya menciumi pipiku yang basah.


''Terima kasih banyak Bu?'' aku mencium pipi Ibu dengan sangat lama, tapi aku mulai khawatir karena hidung ku mulai mengeluarkan darah, aku segera menghapus dengan jariku. 'Ya Allah jangan sekarang, aku masih bersama Ibu,' ucap ku lirih, sedangkan kepalaku mulai sakit yang tak tertahankan lagi.


''Ibu Sania ke kamar dulu ya, mau mandi juga sudah bau ini,'' ucap ku terkekeh menghapus air mataku dengan punggung tangan ku. Aku mengembangkan senyum termanis ku agar Ibu tak curiga padaku saat ini.


Setelah Ibu mengiyakan aku berlari menuju ke kamarku, aku menaiki anak tangga dengan cepat, namun siapa sangka di anak tangga yang terakhir aku bertemu dengan kak Pinky.


''Adik kamu pulang, kenapa nggak kasih kabar ke aku kalau sudah pulang?'' tanya kak Pinky yang ingin menghambur ke pelukan ku, namun aku menggeleng dengan cepat.


''Jangan kak, Sania bau masih belum mandi, nanti kalau sudah mandi aku peluk kak Pinky duluan dech,'' jawab ku menolak di peluk kak Pinky kak iparku.


''Sania kamu nggak apa apa kan? kenapa hidung kamu berdarah,'' tanya kak Pinky yang terkejut melihat hidung ku yang mulai mengeluarkan darah lagi.


...****************...


Jam 5 sore kak Karan sudah sampai di rumah, seperti biasa kak Pinky menyambut kedatangan kak Karan dengan senyuman nya. Kak Pinky mencium punggung tangan kak Karan dan mengambil alih tas kerja yang kak Karan bawa.


''Kayaknya kamu lagi senang banget, ada apa ini,'' tanya kak Karan yang sudah memeluk kak Pinky mesra.

__ADS_1


Aku bersama Ibu berada di ruang keluarga sedang menikmati teh hangat dengan berbagai macam cemilan yang kak Pinky sediakan tadi.


''Ayolah ikut aku ke ruangan keluarga, kamu akan sangat bahagia ketika kamu bertemu seseorang yang paling kamu cintai,'' ubljar kak Pinky membuat kak Karan mengernyitkan dahinya, karena dia tak menyanhka akan mendengar perkataan seperti itu dari sang istri yang baru beberapa hati ia nikahi.


''Maksudnya kamu seseorang yang aku cintai apa? aku cuma cinta sama kamu saja Pinky,'' balas kak Karan tak Terima dengan ucapan kak Karan barusan.


''Sudah kamu ikut saja dulu, jangan salah paham oke,''


Kak Pinky menuntun kak Karan untuk bertemu dengan ku yang sedang asik nonton film Drakor yang sedang buming.


''Sania,'' panggil kak Karan membuat aku menoleh ke arah nya. Aku tersenyum dan menghambur ke pelukan kakakku yang beberapa hari ini aku tinggalkan.


''Kamu kemana saja dek, kakak kangen banget sama kamu tau nggak,'' lanjut kak Karan mengeratkan pelukan nya.


''Jangan kenceng kenceng kak? ngapain nich,'' celetuk ku di saat nafasku sudah terengah-engah karena pelukan Kak Karan yang sangat erat.


''Och, maaf maaf kakak nggak bermaksud seperti itu kok,'' balasnya mengelus puncak kepalaku.


'Ya Allah? aku sangat ingin sekali melihat semua ini sampai kelak aku menutup mataku untuk yang terakhir kalinya,' Gumamku dalam hati.

__ADS_1


Aku tersenyum getir melihat keluarga ku yang sebentar laginbakalan aku tinggal. ''Sudah kamu jangan lagi oke, dan kamu juga harus ingat? nggak boleh kabur kaburan seperti ini lagi.'' sela kak Karan, ''Kamu tau nggak, kakak sampai menunda hany moon gara-gara kamu pergi dari rumah kemarin,'' tambahnya membuat aku terkejut sekaligus menampakkan senyum jahil ku padanya.


''Jadi kak Karan belum belah duren dong?'' ledek ku dengan kekehan yang membuat kak Karan meneliti ku sampai akun tertawa terpingkal pingkal karena perbuatan nya padaku.


__ADS_2