Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 67 mencari Barang istimewa


__ADS_3

Kini Karan sudah menyelesaikan pekerjaan nya yang sedang bermasalah di perusahaan yang ada di luar negeri. Perusahaan yang sudah di ambil alih oleh Karan sendiri, akhirnya Karan memutuskan untuk kembali ke dalam negeri guna untuk sekedar menjenguk sang kakek yang sudah lama ia tinggal, bukan hanya kakek nya saja yang tinggal kan, tapi semua orang yang sangat sayang sama Karan.


Karan sedang bersiap siap untuk pulang ke Jakarta, namun sebelum dia kembali ke Jakarta, Karan membeli barang barang yang akan ia berikan pada semua orang rumah nya.


Karan pergi bersama teman sekaligus tangan kanan nya selama berada di negeri orang, Alexander adalah tangan kanan Karan yang di tugaskan oleh tuan Arzan untuk membantu Karan di perusahaan yang sedang bermasalah, karena Karan belum terlalu mengerti tentang mengurus perusahaan nya.


''Tuan muda masih ada yang mau di beli?'' tanya Alexander yang kininsedang menengteng banyak barang di tangan nya.


''Aku ingin mencari barang yang teristimewa,'' jawab nya dengan datar.


''Barang apa yang di maksud tuan muda,'' tanya Alexander lagi.


''Kamu lihat saja dulu, namun bukan buat hari ini aku kasih ke orang itu,'' jawab nya terus mengitari Mall yang ada di Jerman tersebut, sesekali Karan melihat barang barang yang menurut dia pantas untuk gadis yang ia rindukan selama ini, 'Semoga Pinky tidak pernah melupakan ku, sebenarnya aku sangat sayang sama dia, tapi aku masih harus menutupi identitas ku ini, aku masih ingin memastikan sekali lagi ketulusan dan kebaikan Pinky selama ini, apa dia benar-benar tulus tanpa memandang ku dengan sebelah mata, atau dia malah hanya mengincar laki-laki yang berharga saja,' gumam Karan dalam hati.


Karan mengambil sebuah cincin permata yang menurutnya sangat indah dan juga elegan, walau cincin tersebut tidak terlalu besar, namun Karan memilih nya untuk orang yang tersayang.


''Tuan muda, masih ada lagi kah? soalnya saya sudah lapar tuan,'' Ucap Alexander seraya menyunggingkan senyum manis nya yang di perlihatkan pada sang bos.


''Ya sudah kita makan dulu, setelah itu kita balik ke apartemen,'' sahutnya datar, betapa bahagianya Alexander ketika tuan muda nya mau di ajak untuk makan, karena cacing cacing yang ada di dalam perut nya sudah ber disco ria.


Sesampainya di cafe yang ada di dalam Mall, Alexander memesan banyak makanan karena dia sudah sangat lapar, Karan hanya mengerutkan keningnya melihat sang teman sekaligus tangan kanan nya.

__ADS_1


''Kalau sampai tidak habis semua makanan yang kamu pesan, jangan harap akan mendapatkan bonus bulan ini,'' ancam Karan, sedangkan yang di ancam hanya membelalakkan matanya mendengar ucapan sang bosnya.


''Tapi saya lapar sekali tuan? makanya saya memesan makanan ini semua, tapi kalau soal menghabiskan jangan di tanya lagi tuan, saya akan menghabiskan semua nya? asal tuan muda yang bayar ini semua,'' Ujar Alexander memperlihatkan deretan gigi putih nya.


''Oke nggak masalah,'' jawab nya singkat, sembari menyuapkan makanan ke mulut nya, di meja lain banyak gadis yang sedang memperhatikan Karan.


''Coba lihat cowok di meja nomor 10 itu, siapa saja yang bisa mendapatkan perhatian darinya, gue akan kasih mobil ini sama kalian, asal dia tergoda dengan kalian,'' Gumam nya kepada teman teman nya yang juga sedang makan di cafe itu juga.


''Walaupun mau di kasih mobil 2 biji, gue nggak mau taruhan sama lho Jesy, cowok itu nggak ada yang bisa menggoda nya. Dia dingin layak nya kutub utara dan tak akan mlbisa mencair dengan wanita wanita seperti kita kita ini,'' balas teman nya yang di ajak taruhan oleh Jesy.


''Iya juga sich, dia super dingin. Dan nggak ada yang mau deketin dia lagi, kalau sampai ada cewek yang bisa deketin dia, berarti wanita itu spesial banget bisa menaklukkan si hati gunung es,'' yang lain ikut menimpali.


Kini semua makanan yang terhidang di meja Karan sudah tandas, tinggal tulang tulang nya saja yang nggak di makan oleh Alexander.


''Sudah lah bos? yang penting kita kenyang,'' jawab Alexander yang nggak ada takut takutnya sama sekali pada sang tuan muda nya.


''Ya sudah kita langsung ke apartemen saja, aku mau istirahat sejenak sebelum pergi ke Bandara,'' Ujar Karan memberikan kunci mobil pada Alexander.


''Tuan saya kan juga bawa mobil sendiri,'' jawab Alexander yang sudah menerima kunci mobil dari tuan muda nya.


''Aku males bawa mobil sendiri, mobil kamu bisa tinggal kan di sini, entar suruh orang untuk mengambil,'' balas Karan yang kini sudah masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


''Dasar bos, emang gitu kalau jadi bos berbuat sesuka nya sama pegawai nya,'' gerutu Alexander membuka pintu mobil tuan muda nya.


''Jangan ngedumel, atau beneran bulan ini tak ada bonus buat kamu,'' ancam Karan yang melihat teman nya meng gerutu.


''Tuan muda mah githu? suka ngancam, kan kasian orang tua Alexander di rumah tuan, belum lagi Alexander ingin mempersiapkan untuk nikahan nanti,'' jawab Alexander membuat wajah nya seimut mungkin.


''Lho mau nikah? emang udah ada calon,'' tanya Karan tanpa melihat Alexander yang kininsedang berada di belakang kemudi, lebih tepatnya di samping nya.


''Ya pengen lah bos, masak ia nggak ingin nikah? kan kasian pisang raja ku lumutan,'' gumam Alexander menyalakan mobilnya dan melaju dengan perlahan untuk keluar dari Mall yang mereka singgahi tadi.


''Emang sudah calon!'' tanya Karan lagi, namun kini malah menatap Alexander dengan tajam.


''Boro boro punya bos, bos sendiri nggak ngasih aku libur kerjanya, gimana mau cari cewek?'' jawab Alexander datar.


'Lagian pekerjaan terus yang kamu kasih bos, aku kan juga butuh refresing dan cari cewek juga, kalau sekarang mah sudah telat? bentar lagi balik ke Indonesia,' Ucap Alexander di dalam hatinya.


''Jangan mengumpat ku Alex!'' Ujar Karan dingin dengan tatapan yang begitu tajam.


''Siapa yang mengumpat bos, aku bicara kenyataan,'' Jawab nya santai dan masih terus fokus pada jalanan.


''Rupanya kamu sudah bosan jadi asisten ku ya, lebih baik kamu telfon om Arzan sekarang untuk mengundurkan diri, jadi aku tak perlu repot repot memecat kamu Alex!'' tutur nya yang membuat Alexander ketakutan, karena sejati nya dia sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk kedua orang tuanya dan juga untuk keluarga kecilnya kelak kalau dia sudah mendapatkan pemilik tulang rusuk nya.

__ADS_1


Karan tersenyum simpul melihat sang asisten yang sedang ketakutan, mungkin Alex mengita Karan akan memecat dia sungguhan, namun Karan hanya menggertak Alex yang tak lain adalah teman di mana dia selalu menemani nya selama hampir 8 tahun di negeri orang.


__ADS_2