Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 78 Datang ke kantor


__ADS_3

''Siapa juga yang ingin kenal dengan gadis angkuh dan sombong seperti kamu ini,''


''Dia memang sombong, dan juga angkuh? tapi siapa juga yang mau sama gadis seperti ini, sudah miskin belagu lagi,'' sambung salah satu dari mereka.


''Ya seperti itulah neng? sifat angkuh nya sama sekali belum berubah, itu semua adalah kesalahan dari didikan orang tuanya yang selalu memanjakan nya,'' Gumam pak penjual bubur padaku.


''Pinky sudah selesai nich pak, ini uang nya?'' Pinky memberikan satu lembar uang lima puluh ribuan pada penjual bubur tersebut.


''Neng? pakek uang kecil saja, sekarang masih belum ada kembalian nya?'' Ucap bapak itu merogoh tas yang di Ikat di pinggang nya. Dia hanya menemukan uang lima ribuan saja.


''Sudah lah pak, kembalian nya buat Bapak, anggap saja rezeki anak Bapak dari saya.'' balas Pinky beranjak dari duduk nya dan melangkah pergi menuju ke butik nya.


Di sepanjang jalan Pinky selalu memikirkan Kirana yang kini hanya penjual makanan keliling dan warung makan yang tak seberapa besar.


''Apa aku harus bilang sama Karan ya, kehidupan Kirana sekarang bagaimana, pasti dia akan sangat senang melihat teman, atau juga kekasih nya menjadi penjual keliling?'' bisik nya pada diri nya sendiri. ''Tapi aku kok suka sama Kirana ya, melihat nya saja sudah malas seperti itu? aku nggak cemburu kan sama Kirana,'' tambah nya lagi dan mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai di butik nya.


''Mungkin hari ini aku akan tidur lagi, toh nggak ada mata kuliah sekarang?'' ucapnya tersenyum dan membuka pintu butik nya yang sudah tak terkunci lagi, ternyata di dalam sudah ada Firda dan Fira yang sedang membersihkan butik Pinky.


''Kalian sudah datang? tumben jam segini sudah datang,'' tanya Pinky penasaran, karena matahari belum menampakkan sinar nya.


''Ini sudah siang kok kak? kakak lihat saja jam di dinding itu,'' jawab Fira menunjukkan benda bulat yang menempel di dinding atas tempat kasir.


''Astagfirlahal adzim!'' Ucap Pinky menutup mulut nya karena terkejut.


''Ternyata sekarang sudah pukul 8 pagi? tapi kenapa matahari nya masih belum keluar juga,'' lanjut nya lagi, sedang kedua pegawai nya kininsedang tertawa mentertawakan sang bos yang bertingkah lucu, layak nya anak kecil yang tak bisa membedakan? mana yang putih dan mana yang hitam.

__ADS_1


''Bos? nggak ada yang berani ngumpetin matahari, mungkin bos yang ngumpetin makanya nggak ada orang yang nyari,'' sambung Firda cekikikan membalas celotehan sang bos.


''Mana ada Firda? lagian sudah siang nggak bilang bilang, jadi aku malu dech?''


''Karena matahari nya di umpetin sama bos?'' ledek Firda lagi dan lagi, membuat semuanya tertawa dengan kekonyolan masing-masing.


''Lagian bos ada ada saja, ambyar kan kerjaan kita bos, bukan nya kelar malah nambah karena iler bos,'' celetuk Firda di sela sela ketawa nya.


''Udah ach, lanjutkan pekerjaan kalian? oiya, kalian sudah makan belum?'' tanya Pinky sebelum masuk ke dalam ruangan nya.


''Sudah lah bos? kalau mau di beliin makanan laginya kita nggak nolak juga,'' jawab Fira menampakkan senyum termanis nya.


Pinky menjulurkan lidah kan keluar menimpali ucapan dari karyawan nya.


...----------------...


Semua karya wati merapikan baju dan merias kembali wajah nya agar terlihat lebih menarik di hadapan sang CEO nanti.


''Ech... bagaimana lipstik ku, udah bagus kan?'' tanya salah satu karyawan yang kini sedang berada di toilet.


''Sudah bagus kok? malah kayak habis makan ayam mentah saja kamu tuh?'' jawab teman nya yang lain, yang juga ada di dalam toilet.


''Mulut mu mau di robek? aku kan nanya serius malah di gituin.'' bals nya ketus dan melangkah keluar dari sana, dia berjalan berlenggak lenggok layak nya model papan atas yang sedang berjalan di catwalk.


''Harap semua karyawan berkumpul di depan pintu lobby, karena kita akan menyambut CEO kita yang baru, kita beri penyambutan yang meriah untuk sang CEO kita?!'' suara seorang yang kini tengah berbicara di pusat pengumuman.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, mereka sudah berkumpul menyamnut kedatangan Karan dan juga tuan Arzan, selaku pimpinan terdahulu mereka.


Mobil yang ditumpangi Karan dan juga tuan Arzan berhenti tepat di pintu lobby, sekilas semua karyawan menatap ke arah luar sebelum Karan dan juga tuan Arzan turun dari mobil nya.


Para karyawan menatap kagum melihat ke arah Karan, ''CEO kita tampan sekali?'' bisik para karyawan.


''Iya ganteng, aku mau dech jadi istri nya kalau begitu,'' gumam yang lain nya juga.


Karan hanya melirik para karyawan nya yang sedang berbisik dengan skor matanya, Karan tak menanggapi pujian pujian yang di lontarkan oleh karyawan di perusahaan nya, dia acuh tak acuh tanpa mempedulikan ucapan sang manager.


''Persiapkan semua nya, kita akan mengadakan rapat hari ini, untuk memperkenalkan CEO baru kita,'' titah tuan Arzan pada bawahan nya.


''Baik tuan? kalau begitu saya undur diri,'' jawab nya melangkah pergi dari sisi nya.


Kini Karan dan juga Om nya sudah berada di dalam lift, mereka bertiga menuju lantai 40 di mana ruangan Karan berada. Karan tampak keren dengan jas berwarna hitam nya, berjalan dengan tegap menambah nilai plus ketampanan nya.


''Karan? Om harap kamu bekerja dengan sungguh sungguh, selama ini Om sudah menjadikan perusahaan ini, dan sekarang? Om akan serahkan kepada pemilik nya. Belajarlah dengan benar agar perusahaan kini maju dan menguntungkan lebih besar lagi.'' ujar nya menepuk punggung Karan.


Ting. Pintu lift terbuka dan Karan dan juga sang Om melangkah menuju ruangan nya yang besar itu.


''Om? ini nggak berlebihan kan? ruangan ini terlalu besar untuk aku tinggali seorang diri,'' protes Karan ketika dia sudah melihat seperti apa ruangan nya.


''Ini semua ayahmu yang mendesain bukan Om? Om hanya melanjutkan usaha ini sebelum benar benar bangkrut dulu,'' cetus sang Om namun tegas!


''Ayo kita ke ruang rapat,mungkin semuanya sudah berada di ruang rapat,'' Gumam sang Om mengajak Karan keluar lagi dari ruangan nya. Sebelum Karan dan tuan Arzan tiba di ruang rapat ternyata di sana sudah banyak pemegang saham lain nya yang kini tengah menunggu kedatangan Karan, CEO baru di perusahaan CG Grub.

__ADS_1


''Aku serahkan semuanya pada kamu Karan, Om tau kamu mampu menjawab semua pertanyaan yang akan di ajukan oleh pemegang saham yang lain nya.'' tuan Arzan menyemangati ponakan nya selaku pemilik perusahaan yang sebenarnya.


__ADS_2