
Karan dan Pinky mendudukkan di bangku sekolah nya, belum sampai 3 menit mereka berdua mendudukkan diri di bangku masing-masing, sang guru sudah mengetuk pintu kelas-nya.
Tok... Tok...Tok...
Semua murid memperhatikan ke arah pintu yang di ketuk tadi. Dan terlihat lah Bu Clara yang melangkah masuk ke dalam kelas 3-A. ''Bu Guru killers masuk ke kelas kita? emang ada pelajaran dia ya,'' bisik semua murid muridnya yang masih terkejut.
''Ech, untung kalian cepat masuk ke dalam kelas, coba kamu lihat siapa yang masuk ke kelas kita sekarang'' gumam Erina yang duduk tepat di belakang bangku Karan dan juga Pinky. Ya karena Karan dan Pinky sampai di sekolah tadi bel sudah berbunyi, pertanda semua murid murid di sekolah SMP Negeri 2 Jakarta masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
''Guru killers kita mengajar di kelas ini sekarang,'' bisik-nya lagi.
''Pagi semua?!'' sapa sang Guru yang mendapatkan julukan guru killers dari semua murid-nya, dari kelas 1 sampai Kelas 3, karena dia sangat tegas dan juga keras dalam mengajar setiap murid-nya.
''Pagi Bu??'' Jawab semua murid murid nya hampir berbarengan.
''Kenapa kalian kaget githu, melihat Ibu ngajar di kelas kalian hari ini!'' tanya nya karena melihat semua murid murid nya yang terlihat terkejut melihat kehadirannya.
''Guru yang mengajar kalian sekarang lagi ada kepentingan, jadi Ibu yang ganti'in beliau mengajar di kelas sini,'' Ucapnya mendudukkan diri di tempat duduk nya.
''Maaf intruksi Bu Clara, kalau misalkan Ibu yang mengajar di kelas ini, kan saya nggak selalu bawa mata pelajaran Ibu di dalam tas,'' tanya Alif mengangkat tangan nya ke atas.
''Hari ini free pelajaran, jadi kalian bisa bermain atau belajar di dalam kelas, asal dengan satu syarat, jangan berisik, kalian mengerti,'' sahut Bu Clara sang guru yang menyandang guru killers.
''Dari pada kalian pulang, iya kan?'' lanjut Bu Clara lagi.
''Horeee.... Berarti kita boleh keluar dong Bu,'' tanya murid lainnya.
''Tidak boleh, tadi Ibu bilang apa, boleh main di dalam kelas,'' celetuk nya melipat kedua tangan ke dadanya.
''Saya laper Bu, tadi pagi buru buru pergi ke sekolah karena takut telat,'' Ujar nya cemberut.
''Itu mah kamu Yan, walaupun kamu sudah makan tadi pagi, setengah jam kemudian kamu bakalan lapar lagi,'' sahut teman kelasnya.
__ADS_1
''Emang perut kamu yang besar kayak gentong Yan?'' celetuk teman teman yang lainnya juga ikut menimpali.
''Sudah sudah, jangan berisik, kalau begitu kalian semua boleh pulang ke rumah masing-masing, jangan sampai ada yang kelayapan setelah pulang dari sekolah,'' kata Bu Clara mengakhiri perjumpaan nya dengan anak-anak kelas 3-A.
Setelah mereka semua-nya keluar dari dalam kelas, Bu Clara melihat Pinky dan juga Karan belum keluar dari dalam kelasnya.
''Lho, kenapa kalian belum pulang?'' tanya Bu Clara pada kedua-nya yang masih duduk cantik di dalam kelas-nya.
''Kami masih belajar sebentar di sini Bu, boleh kan Bu Clara,'' kata Pinky mengumbar senyum manisnya pada Guru killers nya.
''Ya sudah, kalian lanjut saja belajar-nya di sini, Ibu pamit dulu ya,'' kata Bu Clara tersenyum.
Pinky dan juga Karan mengangguk, seraya berkata, ''Iya Bu Clara, makasih?'' jawab Karan dan juga Pinky hampir bersama'an.
Karan dan Pinky melanjutkan belajar nya, mereka sesekali bersenda gurau di dalam kelas.
''Karan, bagaimana pekerjaan mu di restoran itu,'' tanya Pinky, sembari menatap wajah Karan yang begitu tampan.
''Nggak juga kok Karan, kata Paman kamu itu sangat rajin,'' kata Pinky mulai memasukkan buku bukunya ke dalam tas punggung nya.
''Sebentar lagi kan kamu gajian nich? masak iya aku nggak di traktir sich,'' Candanya terkekeh.
''Ya sudah, klau aku sudah gajian kamu aku traktir dech, tapi Bakso saja ya, kalau di cafe mana cukup gajian ku Pinky?'' Gumam nya pelan.
''Nggak apa apalah Karan, aku cuma bercanda kok,'' sahutnya dan mulai beranjak dari tempat duduk nya.
''Tapi aku serius, mau traktir kamu Bakso, mau ya,''
''Eemm.... boleh dech, janji ya,'' kata Pinky malu malu.
''Iya aku janji,'' jawab Karan tersenyum.
__ADS_1
''Ya sudah aku pulang dulu, mau bareng nggak,''
''Nggak usah dech Pinky makasih, aku langsung ke restoran saja dech,'' Ucapnya.
''Aku duluan ya,'' pekik Pinky sembari melambaikan tangannya dan berlari menuju ke arah mobil yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah.
''Lama nunggunya Pak,'' tanya Pinky pada sopir yang menjemput nya.
''Nggak lama kok non, Bapak juga baru sampai,'' jawabnya ramah.
''Langsung pulang ke rumah, atau masih mau mampir non,'' tanya Pak sopir lagi.
''Langsung pulang saja Pak, Pinky mau rebahan di kamar,'' jawab-nya. Yang langsung di tertawakan oleh sang sopir.
''Biasanya nona Pinky, masih mampir mampir di Mall, kenapa sekarang malah nggak mampir,'' sindir Pak sopir yang di panggil Pak Di, karena namanya Edi.
''Pak Di, ngeledek Pinky nich ceritanya. Pinky males jalan-jalan sendirian terus setiap hari.'' keluh Pinky.
''Mama sibuk di butik nya, sedangkan kakak dan Papa setiap hari sibuk di kantor nya, mereka tak pernah memperhatikan Pinky, Pinky juga mau mendapatkan kasih sayang seperti mereka juga Pak Di,'' curhat Pinky pada sopir nya, yang selain ini selalu bersamanya ketika berangkat ke sekolah dan juga pergi ke Mall.
''Mereka begitu sangat sayang pada nona Pinky, semua yang nona Pinky inginkan mereka selalu memberikan para nona Pinky iya kan?'' jawab Pak Di menatap sang majikan yang duduk di sampingnya.
Pinky selalu memilih duduk di samping Pak Di di depan, dari pada duduk sendirian di belakang.
Pinky mengangguk pelan, karena apa yang di ucapkan Pak Di adalah benar adanya, namun jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Pinky ingin pergi bersama keluarga lengkapnya, ngumpul bareng, hangout bareng, namun semuanya hanya ada di angan-angan Pinky saja. Mereka semua terlalu sibuk dengan dunianya masing-masing.
*-*-*-*-*-*-*
Di restoran Karan mulai membantu yang lainnya membersihkan kursi dan juga cucian di dalam, meski Karan masih sangat muda, namun dia adalah pekerja keras yang ingin membahagiakan Ibu dan juga Sania adik semata wayang nya.
Setiap kali Karan mengingat perkata'an Pak Lukman Ayah Kirana, Karan selalu melampiaskan ke pekerja'an nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG