Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 33


__ADS_3

Mas Arzan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di tubuhnya, Mas Arzan melihat sekilas kearah kak Citra yang memejamkan mata nya, Mas Arzan tak langsung menghampiri kak Citra yang terbaring di kasur king size nya, melainkan dia menghampiri tas nya yang sempat di bongkar oleh sang istri, Mas Arzan bernafas lega karena istri nya tidak menemukan berkas yang istri nya cari, karena Mas Arzan menitipkan berkas itu pada saudara iparnya, yakni Mas Fabian, karena menurut Mas Arzan berkas itu lebih aman berafa di tangan Mas fabian, suami Cinta adik Citra.


''Untung saja Citra tidak menemukan sesuatu di dalam tas ku ini,'' Gumam nya pelan. Mas Arzan pun beranjak dari duduk-nya dan berjalan menuju worl in closet nya, untuk mengambil baju santai yang biasa di pakai di dalam rumah. Setelah nya Mas Arzan menghampiri sang istri yang masih setia memejamkan mata indahnya, sampai akhir nya Mas Arzan memegang kening sang istri yang terasa hangat, barulah Mas Arzan bertanya pada kak Citra yang tidak tidur.


''Sayang? kamu sakit!'' tanya nya cemas.


Kak Citra membuka mata nya yang dari tadi tertutup karena merasakan sakit di kepalanya.


''Citra nggak apa apa kok Mas, hanya sedikit pusing saja, paling sebentar lagi bakalan sembuh kok, cuma butuh istirahat saja kok?'' sahutnya lemah seraya mengembangkan senyuman nya agar sang suami tak merasa khawatir.


''Sudah minum obat nya,'' tanya Mas Arzan menatap sang istri yang masih tiduran di samping nya. Kak Citra menggeleng pelan.


''Selama Citra masih memikirkan kak Candra, rasa pusing ini tak akan hilang Mas? karena rasa pusing yang Citra rasakan hanya ketika Citra sedang memikirkan kak Candra saja,'' jelasnya, menutup mata nya kembali.


''Mas Arzan tidak menyembunyikan sesuatu kan dari Citra, Citra harap Mas Arzan bisa berterus terang pada Citra sebelum Citra tau sendiri, apa yang di sembunyikan Mas Arzan pada Citra,'' lanjut nya, membuat Mas Arzan merasa serba salah, di satu sisi dia tak mau terjadi sesuatu pada isti nya, di satu sisi Mas Arzan belum siap untuk menceritakan semua nya pada Citra istrinya.


''Mas nggak nyembunyiin apa apa kok sayang? mas hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu, tapi kamu harus berjanji tidak akan berbuat hal yang aneh aneh!'' Ucap Mas Arzan seraya memberikan syarat pada istri nya.

__ADS_1


''Mengatakan apa Mas? Citra janji tidak akan berbuat hal aneh,'' jawab kak Citra singkat, dan merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk.


''Sayang? kamu harus kuat mendengar nya,'' ucapnya lagi yang menambah rasa penasaran pada kak Citra. Kak Citra mengangguk dan menatap wajah suami nya yang merasa gugup.


Mas Arzan terpaksa mengatakan semua itu pada istri nya, karena merasa tak tega mendengar perkataan istri nya barusan, yang mengatakan bakalan terus pusing kalau sedang memikirkan kakak nya, yang sekarang ini mungkin sudah bahagia di alam sana.


''Sebenarnya Mas menyelidiki Karan dan juga Sania, Mas tadi pagi pergi ke sekolah mereka selepas mengantarkan si kembar ke sekolah, dan diam diam mas menyelinap ke ruangan kepala sekolah nya, mas minta data data Karan dan Sania juga?!'' Mas Arzan memulai ceritanya pada kak Citra.


''Setelah mas mendapatkan data data Karan dan Sania, mas menyuruh mencari tau tentang orang tua Karan dan Sania yang dulunya tinggal di desa, pertama mas shock banget melihat nama ayah Karan, di sana tertulis nama Candra, namun bukan Candra Sanjaya melainkan Muhammad Candra,'' Mas Arzan menghentikan cerita nya, dia menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Sedangkan kak Citra masih setia mendengar kan cerita dari suaminya, dan sedang menunggu kelanjutan ceritanya.


''Anak buah Mas Arzan bertemu dengan orang itu,'' tanya Kak Citra antusias, dalam hatinya mengatakan jangan sampai kalau kakaknya meninggal seperti yang di ceritakan Sania tadi siang.


''Sayang?'' Ucap mas Arzan melambai-lambai kan tangan di depan wajah sang istri, kak Citra kaget melihat tangan suaminya yang melambai-lambai di hadapan nya.


''Ada apa mas?'' tanya kak Citra lembut, dia memaksa kan senyuman nya.


''Mas lanjut ya?'' tanya mas Arzan yang langsung di angguki kak Citra.

__ADS_1


''Setelah anak buah mas sampai di desa sana, ada yang mengatakan kalau Ayah Karan seorang pendatang, anak buah mas?mendatangi balai KUA yang dulu menikahkan mereka berdua. Setelah bertanya-tanya pada seseorang di sana, ternyata Ayah Karan emang kak Candra yang selama ini kita cari sayang, kak Candra sengaja mengganti namanya agar tidak terendus oleh anak buah suruhan kita,'' Mas Arzan menghentikan ceritanya, sedangkan kak Citra jangan di tanya lagi, air matanya sudah mengalir di pelupuk matanya membanjiri kedua pipi chubby nya.


''Kamu yang tabah ya sayang? mungkin dari sekarang bagaimana caranya memberitahu kan semuanya pada Karan dan Sania, kalau kita adalah tante dan paman mereka,'' Ucap Mas Arzan membuat Kak Citra menatap Mas Arzan suaminya.


'Benar yang di katakan Mas Arzan, masih ada Karan dan Sania, maafkan tante sayang? selama ini tante sudah mencari tau keberadaan kalian semua, tapi tante tak menemukan kalian?' bisiknya dalam hati.


''Iya Mas, besok Citra harus menemui Ibu Karan di kontrakan nya, Citra ingin menjelaskan semuanya pada mereka,'' Gumam nya pelan, kak Citra menghapus air matanya.


''Kamu nggak apa apa kan sayang? mungkin lain kali kita ziarah ke makam kak Candra,'' usul mas Arzan.


''Iya Mas?'' jawab kak Citra antusias.


''Ya sudah kita turun sekarang, mungkin si kembar sudah menunggu kita di bawah sana,'' Ujar Mas Arzan menggandeng istri nya lembut.


''Mas tadi sudah khawatir nggak karuan sayang? takutnya kamu malah drop mendengar cerita ini,'' Gumam mas Arzan saat menurunu anak tangga.


''Mungkin iya mas, tapi kembali lagi sama keadaan Citra sekarang yang sedang berbadan dua, Citra takut terjadi sesuatu sama anak Citra kalau terlalu di pikirkan, dan mungkin ini semua sudah takdirnya kak Candra Mas? dan mempertemukan Citra dengan kedua anak anaknya yang begitu baik dan sopan, ternyata didikan kak Candra yang selama ini untuk Citra dan juga Cinta, di terapkan pada kedua anak anaknya, sehingga mereka menjadi pribadi yang baik,'' balasnya dan terus menuruni anak tangga.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2