
Cerita Pinky di ingat dan di ceritakan di perjalanan pulang oleh Nyonya Helena, yang tak lain adalah Mama dari Michael.
''Pa, kamu harus dengar cerita Mama yang pasti Papa akan ingat untuk selama nya,'' ucap nya memulai obrolan nya di dalam mobil.
''Cerita apa sich Mah, Papa sedang sibuk menghubungi putera kamu ini, tapi tidak pernah di angkat oleh dia, ini semua salah kamu tau nggak Ma, kamu yang dari dulu selalu memanjakan dia, dan apa sekarang? dia lebih senang berada di rumah sakit, dari pada di kantor kita, siapa yang akan meneruskan usaha Papa kalau bukan putera kita,'' jawab nya dengan datar, suara nya juga terdengar sangat kesal.
''Kayak nya Papa sedang nggak mood malam ini,'' gumam nya pelan, sang istri tidak ingin melanjutkan obrolan nya mengingat sang suami sedang ada di fase yang tidak senang.
''Kita langsung ke hotel saja Pak,'' Ujar Nyonya Helena kepada supir nya.
''Baik Nyonya,'' jawab sang supir dengan ramah. Sang supir membawa mobil nya menuju hotel yang tidak terlalu jauh dari acara tadi. Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di hotel yang sedari kemarin mereka tempati.
Mobil pun masuk ke pelataran hotel dan Nyonya Helena oun segera turun dari mobil nya untuk segera sampai di kamar hotel untuk sekedar beristirahat, bukan hanya badan nya yang lelah, melainkan batin nya juga lelah mengingat outery tunggal nya belum juga menemukan pasangan nya.
Tuan Bagas mengernyit dahulu nya ke atas melihat istri tercinta nya tidak menunggu nya, dia berfikir kalau saat ini istri nya tengah kesal dengan nya, karena tadi dia mendengar kalau istri nya ingin bercerita, tapi dia menolak untuk mendengarkan nya.
''Kayak nya dia marah soal tadi,'' gumam nya pelan dan keluar juga dari dalam mobil nya seraya berkata kepada sang supir, ''Bapak istirahat saja, besok pagi kita harus kembali ke rumah,'' pesan nya yang langsung di angguki oleh sang supir.
''Baik Tuan?'' jawab nya menganggukkan kepala nya pelan, sembari melakukan mobil nya setelah sang tuan turun dari mobil nya.
__ADS_1
Tuan Bagas mengikuti langkah istri nya yang sudah jauh dari nya, namun tuan bagasasih bisa mengejar istri nya dengan langkah besar nya.
''Ma? tunggu,'' panggil Tuan Bagas ketika melihat sangat istri ingin menekan tombol lift nya. Nyonya Helena memencet kembali untuk membuka pintu lift yang hampir saja tertutup kalau dia tidak di panggil oleh suami nya.
''Kenapa Mama ninggalin Papa begitu saja tadi,'' tanya nya ketika mereka sudah berada di dalam lift.
''Kan Papa masih sibuk ngedumel dan juga sibuk dengan diri nya sendiri,'' jawab nya dengan nada yang begitu malas.
''Apa Mama marah sama Papa, karena Papa menghentikan Mama yang ingin menceritakan sesuatu tadi,'' tanya tuan Bagas kepada istri nya. Sang istri mengangkat satu alis nya ke atas mendengar penuturan suami nya yang menurut dia sok tau banget.
''Mama nggak marah sama Papa kok? Mama juga sdang kesal dengan putera kita sekarang, Mama tadi di acara mengobrol dengan istri Tuan Karan, dan Mama salfok dengan putera nya yang begitu menggemaskan itu. rasa nya Mama ingin membawa dia ke rumah Pa, tapi itu bukan cucu kita,'' gumam nya dengan nada lirih. Nyonya Helena sangat menginginkan cucu tapi putera nya masih memilih mengejar karir nya dengan mengabdukan diri nya di salah satu rumah sakit di kota tersebut.
''Kamu yang sabar ya, kita pasti punya cucu kok? tapi kita harus sabar dengan putera kita, karena kita tidak bisa memaksakan kehendak kita yang begitu menginginkan cucu,'' balas nya dengan nada lembut, berbeda dengan ketika menghadapi para karyawan dan juga lawan bisnis nya yang sifat tegas dan kejam nya keluar begitu saja.
📤-''Michael, kamu sudah membuat Mama kamu sedih malam ini, Papa harap kamu segera menikah dan memberikan kami seorang cucu secepat nya,'' isi pesan chat yang di kirim tuan Bagas kepada putera nya.
Di sisi lain Michael sedang bertemu dengan Andriana di sebuah cafe yang berada tak jauh dari rumah sakit tempat Michael bekerja, tiba-tiba ponsel nya bergetar menandakan ada chat yang masuk ke dalam ponsel nya.
''Siapa?'' tanya Riana ketika melihat expresi Michael yang berubah dengan sangat drastis. ''Dari pacar nya kah?'' tanya Riana lagi ketika dia belum mendapatkan jawaban dari Michael yang ada di depan nya.
__ADS_1
Michael mengerutkan kening nya mendengar kata kekasih dari Riana. ''Papa mengirim ku pesan, dia menyuruh aku segera menikah? dan juga memberikan nya cucu,'' jawab nya santai.
''Ya tinggal nikah saja apa susah nya sich,'' celetuk Riana yang langsung di sentil oleh Michael.
''Ngomong nya gampang, tapi yang bikin aku pusing tuh karena kamu masih belum mau di ajak nikah sama aku,'' jawab Michael yang sukses membuat Riana membulat kan mata nya seperti mau keluar dari tempat nya.
Riana memukul lengan Michael pelan, ''Kamu tuh bisa saja kalau ngomong, dan iya? kapan kamu ngajak aku nikah dan kamu juga tidak pernah melamar atau mengatakan cinta kepada ku, tapi apa kamu bilang barusan? nikah, nikah itu butuh waktu bestie?'' jawab nya dengan panjang lebar.
Michael sadar dengan semua ucapan Riana, dia mangnyidak pernah mengatakan cinta kepada nya, dan juga dia tidak pernah melamar apalagi mengajak menikah, Michael memang asal ceplos ketika membaca chat yang di kirim oleh Papa nya tadi.
''Iya aku yang salah, tapi kalau boleh aku jujur sama kamu, sebenarnya aku sudah sayang dari dulu sama kamu Ria, tapi aku takut kamu menolak aku karena pekerja'an ku yang belum pasti, dan aku merasa tidak pantas saja untuk mengutarakan isi hatiku ke kamu Ria, tapi sekarang aku sudah memikirkan akan segera melamar kamu kepada kedua orang tuan dan juga kakak kembar kamu,'' Ucap Michael dengan kata kata yang begitu meyakinkan kepada Riana, Riana yang mendapat kan kata sayang di buat terkejut oleh Michael.
'Kamu nggak sedangnbercandankan Michael, sebenarnya aku juga sudah menaruh hati selama ini, sejak kamu yang menangani penyakit adik sepupu ku, aku sudah menyayangi kamu, tapi aku juga tidak ingin kecewa karena kamu tidak merasakan hal yang sebalik nya, tapi sekarang aku sadar? kalau rasa sayang ku selama ini kepada kamu terbalaskan, aku merasa bahagia mendengar nya. Tapi aku juga takut rasa ini hanya untuk sesa'at untuk kamu karena kamu sudah di desak mwnikah oleh orang tua kamu,' gumam Riana dalam hati nya.
''Kok kamu ngelamun gitu sich,'' gumam Michael melihat Riana yang terdiam ketika mendengar ucapan Michael tadi.
Michael melambai-lambai kan tangan di depan wajah Riana, agar Riana tersadar dengan lamunan nya.
''Maaf, aku hanya kepikiran adik sepupu aku Michael, apa mungkin penyakit nya benar-benar sembuh sekarang, aku takut penyakit dia cerita kembali bersarang didalam tubuh nya?'' jawab Riana sedikit berbohong, dia tidak bisa bilang dengan jujur kepada Michael saat ini, kalau dia juga sedang memikirkan semua ucapan nya tadi.
__ADS_1
''Dari diagnosa yang terakhir, penyakit Sania memang sudah sembuh total, tapi kita harus cek kembali kesehatan nya, agar kita bisa memastikan dengan benar kalau penyakit nya benar-benar sudah sembuh,'' jawab Michael.
''Aku hanya sedikit khawatir saja, mengingat dia sekarang sudah mempunyai tiga bayi yang harus ia jaga dan ia rawat, kalau dia kembali sakit aku akan menyalahkan diriku karena belum bisa menjadi kakak yang buat adik sepupu ku, selama ini dia sudah menderita, dan sejak kecil juga dia sudah merasakan pahit nya kehidupan sejak di tinggal pergi oleh ayah nya, sekarang aku hanya ingin melihat dia bahagia dengan keluyuran kecil nya dengan membesarkan ketiga bayi nya sampai esok mereka semua sukses bersama,'' kata Riana panjang lebar.