
Di rumah sakit.
''Sekarang pergilah, aku harus menemani istri ku di rumah, kasian juga dia sudah lama menunggu kedatangan ku,'' kata dokter Michael mengusir Laura dengan lembut.
''Kamu mengusir ku Michael!'' jawab Laura tak terima karena dia di usir oleh dokter Michael.
''Aku tidak mengusir mu, aku hanya ingin pulang saja, kalau kamu ingin tetap tinggal di sini ya silahkan saja,'' kata dokter Michael membereskan meja kerja nya dan mengambil jas yang di tarus di sandaran kursi nya.
''Suster?'' panggil dokter Michael kepada suster yang membantu nya bekerja di ruangan nya.
''Iya dokter?'' jawab nya setelah membuka pintu ruangan dokter Michael.
''Suster, antarkan Mbak ini ke luar, aku ingin pulang sekarang, ada janji yang tidak bisa di tinggal lagi,'' kata dokter Michael kepada sang suster.
''Aku bisa pergi sendiri tanpa harus menyuruh suster ini mengantarku keluar,'' sahut Laura dengan kesal.
''Bagus lah, silahkan pergi dan jangan pernah kembali lagi ke sini, karena aku tidak mau istri ku salah paham dengan keberada'an kamu di sini, kalau kamu tidak mendengarkan ucapan ku sekarang? jangan harap aku bisa bersikap baik kepada mu lagi, camkan itu,'' seru dokter Michael dengan sedikit mengancam Laura.
Laura menghentakkan kakinya lalu keluar begitu saja dari ruangan dokter Michael, sambil mengucapkan sumpah serapah nya.
''Suster, lain kali kalau wanita tadi datang lagi bilang saja aku sudah tidak menerima pasien lagi,'' Ucap dokter Michael kepada suster nya.
''Tapi dokter, wanita tadi bilang ingin melakukan cek up rutin saja, karena dia mengidap penyakit kanker?'' jawab nya dengan sopan dan juga lembut kepada dokter Michael yang tampan dan juga rupawan itu.
''Dia tidak sakit kanker seperti apa yang dia bilang ke kamu, kalau dia datang kembali panggil saja satpam untuk mengusir nya dari sini, aku tidak mau ada orang lain salah paham dengan kedatangan wanita itu ke sini,'' pesan nya kepada kedua suster yang bekerja membantu dokter Michael.
''Baik dokter?'' jawab nya dengan nada lirih nya karena merasa bersalah dengan dokter Michael.
Dokter Michael berjalan dengan gagah nya menuju parkiran rumah sakit, dia hari ini sudah ada janji dengan Riana, wanita impian nya yang selama ini membuat hatinya berantakan, di tambah lagi penolakan beberapa kali dari Riana yang masih belum bisa mempercayai nya.
Di restoran, Riana sedang menunggu kedatangan dokter Michael yang sudah janjian semalam akan bertemu, tapi sudah menunggu selama setengah jam lama nya dokter Michael tidak juga kunjung datang ke restoran yang sudah di rencanakan kemarin.
''Dokter Michael kemana sich? aku sudah menunggu nya di sini,'' gumam nya dengan pelan, agar pengunjung yang ada di dekat nya tidak mendengar gimana Riana.
Riana memang tidak melihat ponsel nya yang ada di dalam tas nya, dia hanya duduk santai karena dokter Michael selalu datang tepat waktu dari awal dia ngajak bertemu sampai sekarang. Padahal dokter Michael sudah mengirim kan beberapa pesan kepada Riana, di chat yang di kirim mengatakan kalau dia akan datang terlambat, karena masih ada pasien yang tiba-tiba datang untuk mengecek kesehatan nya, dokter Michael tidak bilang kalau dia datangi Laura? takut nya Riana malah salah faham kepada Laura.
20 menit kemudian dokter Michael datang dengan nafas ngos ngosan karena mobil yang ia bawa terkena macet di jalan, dengan terpaksa dia berlari mencari pangkalan ojek yang berada di depan tak jauh dari mobil nya, sedangkan mobil nya sendiri dokter Michael sudah menelfon anak buah nya untuk mengambil mobil yang terkena macet tadi.
__ADS_1
Dokter Michael berlari menuju ke pangkalan ojek, ''Pak bisa antar aku ke restoran di depan?'' Ucap nya setelah berada di pangkalan ojek, salah satu dari kang ojek ternyata mengenal dokter Michael.
''Dokter Michael, mari saya antarkan ke sana?'' sahut nya yang beranjak dari tempat duduk nya.
''Kamu kenal dengan dokter ini?'' tanya rekan nya yang juga ada di pangkalan ojek, dia merasa heran karena teman sesama ngojek ternyata kenal dengan dokter Michael yang kerjanya di rumah sakit elit.
''Dia dokter Michael, dokter putera ku sob,'' jawab nya membuat dokter Michael mengerutkan kening nya karena dia tidak mengerti dengan ucapan bapak itu yang bilang dokter dari putera nya.
''Ayo dok, saya yang antar?'' ujar nya yang membuyarkan lamunan dokter Michael.
''Och, ayo pak?'' jawab nya dan segera menaiki motor Bapak tukang ojek tersebut.
Kang ojek melaju dengan kecepatan sedang, karena dia tidak mau dokter Michael celaka kalau mengendarai dengan cepat.
''Terima kasih Pak,'' Ucap dokter Michael seraya memberikan uang selembar berwarna merah kepada bapak ojek tersebut.
''Tapi dokter, ini kebanyakan?'' jawab nya seraya ingin mengembalikan uang kepada dokter Michael kembali.
''Ambil saja ya Pak, anggap ini rezeki Bapak hari ini,'' selanya, ''Kalau gitu aku pamit dulu,'' tambah nya lagi dan berlari meninggalkan kang ojek begitu saja.
''Kenapa ngos ngosan githu,'' tanya Riana dengan kesal. Riana sudah lelah menunggu dokter Michael dl sejak tadi.
''Kamu dari sawah ya, kok sampai segitu nya minum. Apalagi kamu tidak meminta ijin dulu kepadaku lagi,'' herutu Riana semakin kesal dengan dokter Michael.
Dokter Michael yang masih ngos ngosan tidak menjawab, dia hanya diam untuk mengatur nafas nya agar cepat seperti semula lagi.
''Maaf Riana aku telat, aku tadi terkena macet dan terpaksa aku ke sini menaiki ojek, nggak apa apa kan?'' Ucap nya setelah dirinya merasa nyaman dan juga lega.
''Selama itu kamu telat nya tau nggak dokter?'' jawab Riana datar, dia memutar bola mata nya malas mendengar penjelasan dari dokter Michael.
''Kamu marah ya,'' tanya dokter Michael dengan lirih, dia tidak mau itu terjadi tapi itu semua karena ulah Laura yang datang dengan mengatakan cek up kepada dokter Michael.
''Aku tadi sudah mengirim chat ke kamu kok Ria, apa kamu tidak membaca nya,'' tanya dokter Michael pelan, Riana menatap wajah dokter Michael mencari kebohongan di mata nya, tapi seperti nya tidak ada kebohongan di dalam nya.
Riana merogoh tas selempang nya dan mengambil ponsel, Riana melihat ponsel dan ternyata benar? di sana terdapat chat yang di kirim oleh dokter Michael satu jam yang lalu.
''Kenapa kamu nggak langsung telfon saja sich, aku tadi sudah nunggu kamu selalu satu jam di sini, aku kira kamu tidak bakalan datang untuk bertemu dengan ku,'' jawab Riana yang mulai merasa bersalah kepada dokter Michael, karena dia tadi sempat marah marah kepada nya.
__ADS_1
''Ya sudah, aku minta maaf ya? karena sudah buat kamu menunggu lama di sini,'' dokter Michael dengan sunguh sungguh meminta maaf kepada Riana, wanita yang dia cintai.
''Kamu belum pesan makana?'' tanya dokter Michael, Riana yang di tanya pun hanya menggelengkan kepalanya pelan, karena sejak tadi Riana hanya memesan minuman saja, karena dia masih menunggu kedatangan dokter Michael.
''Aku pesan kan sekarang?'' kata dokter Michael dengan memanggil whiters di sana.
Dokter Michael memesan kan makanan kesuka'an Riana karena dia juga sudah tahu benar dengan apa yang di sukai oleh sang gadis nya.
Tak harus menunggu waktu lama pesanan pun datang, tapi tiba-tiba ponsel dokter Michael bergetar di dalam saku celana nya.
''Makan lah dulu, aku menjawab telfon dulu sebentar?'' Ucap nya sembari beranjak dari tempat duduk nya.
''Siapa yang telfon?'' tanya Riana, karena dokter Michael memilih mengangkat telfon jauh dari nya.
''Papa yang telfon, sebentar ya,'' dokter Michael mengusap pelan rambut Riana lalu beranjak pergi dari sana untuk mengangkat telfon dari tuan Bagas, yang tak lain adalah Papa nya dokter Michael.
-''Kenapa Pa, aku sedang sibuk sekarang?'' jawab dokter Michael dengan nada datar nya, setelah menggeser layar ponsel nya.
-''Cepat datang ke rumah Riana sekarang?'' sahut tuan bagas tak kalah datar nya dari putera semata wayang nya.
-''Kenapa harus ke rumah Riana sich Pa, aku sedang makan di restoran bersama Riana sekarang, aku tutup dulu ponsel nya,'' sambung dokter Michael langsung mematikan ponsel nya.
Dokter Michael kembali menghampiri Riana yang sedang menunggu nya di meja, dengan menyantap makanan yang sudah di pesan oleh dokter Michael tadi.
''Kenapa?'' tanya Riana yang melihat wajah dokter Michael sudah tidak swceria tadi.
''Papa menyuruh aku datang ke rumah kamu sekarang, tapi aku kan sedang makan dengan kamu di sini sekarang, jadi kita makan saja dulu?'' jawab nya dengan santai, tapi pikiran nya sudah menuju kemana mana, 'Ngapain aku disuruh datang ke rumah Riana, untuk apa coba?' Ucap dokter Michael di dalam hati nya.
''Apa nggak apa apa kita mengabaikan perintah Papa kamu dokter?'' tanya Riana dengan heran, dia sangat penasaran dengan kata kata yang di ucapkan oleh dokter Michael tadi yang mengatakan di suruh datang ke rumah nya.
'Ada apa ini sebenarnya, kenapa Papa dokter Michael menyuruh untuk datang ke rumah, tidak terjadi sesuatu kan dengan orang rumah,' gumam Riana yang sudah nafsu makan nya, dia melamun memikirkan kata kata dokter Michael tadi.
''Apa sebaiknya kita pulang ke rumah saja, aku takut terjadi apa apa dengan keluarga ku di rumah?'' Ucap Riana dengan nada yang sudah mulai sedih.
''Tapi kamu saja belum makan Riana, kita makan saja dulu ya. Aku juga sudah lapar banget soal nya tadi siang tidak makan, tadi aku tidak istirahat untuk makan siang di rumah sakit, jadi sekarang cacing cacing ku sudah mulai berdemo,'' gumam dokter Michael dengan panjang lebar, mengintip dia tadi tidak makan siang.
''Ya sudah kamu makan saja, aku temani kamu,'' jawab Riana dengan lembut seraya mengulas senyum di bibir manis nya.
__ADS_1
Mereka berdua sedang makan di dalam restoran menikmati setiap makanan yang sudah tersaji di atas meja nya, sedangkan di tempat lain ada seseorang yang sedang memandang ke arah dokter Michael dan juga Riana yang sedang tersenyum bahagia.
''Jadi dia istri nya Michael!!'' gumam nya. dengan senyum smirk nya.