Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 50


__ADS_3

''Aku sudah tau Pa? perusahaan itu memang hak ponakan ponakan Citra, maka lebih baik Papa serahkan saja pada Karan dan juga Sania,'' sambung kak Citra, yang sudah mengetahui perusahaan kakak nya, karena dulu kakak nya Candra? pernah mengajak Citra untuk melihat lihat sekilas perusahaan yang ia rintis dari nol.


'Ini perusaha'an kakak yang pernah kakak ceritakan sama kamu itu Citra, dan kakak akan mewariskan ini pada anak anak kakak kelak, do'ain kakak agar kakak makin sukses dan jaya terus di kancah pebisnis,' kata kata itu yang Citra selalu ingat, di saat dia sedang mengingat kakak nya dengan susah payah membangun perusahaan tersebut.


''Cinta, ambilin map yang Papa taruh di laci kamar Papa,'' suruh nya pada puteri bungsunya.


''Iya Pa,'' jawab ku dan beranjak darimu ergi menuju kamar Papa yang berada di lantai dasar, sebenarnya aku sudah tau kalau Papa mengumpulkan semua orang untuk membicarakan surat wasiat ini untuk kedua ponakan ku, aku sangat setuju dan sangat mendukung sekali ketika Papa mengatakan ingin memberikan hak kak Candra pada kedua anak anak nya, ya meski kedua anak kak Candra masih di bawah umur, namun itu tak menghalangi niat Papa untuk memberikan semua nya pada Karan dan juga Sania.


''Karan tak butuh itu kek? Karan hanya mau di sayangi doang itu sudah dari cukup buat Karan,'' Ujar Karan menatap kakek nya.


''Nggak, itu milik kamu Karan? bukan milik kakek, itu hasil kerja keras ayah mu selama ini, kakek nggak berhak untuk ini, bahkan buat tante tante kamu juga, kedua tante kamu sudah ada semua nya,'' balas kakek Sanjaya, menyunggingkan senyum manis nya.


''Ini Pah? map nya,'' Ucap ku seraya memberikan map yang aku pegang pada Papa.


''Karan? ini milik kamu sekarang, dan ada juga restoran,'' kata kakek Sanjaya.

__ADS_1


''Tapi kek? Karan masih kecil, dan Karan juga nggak tau bagaimana cara menjalankan perusahaan Ayah,'' jawab Karan yang di benarkan oleh sang Ibu.


''Mending bapak saja yang pegang perusahaan mas Candra, lagian Karan tidak akan akan mampu menjalankan perusahaan serta bisnis ini pak? aku takut perusahaan dan restoran nya mengalami penurunan kalau Karan yang pegang.'' sambung Bu Wati.


''Mbak? itu milik Karan dan juga Sania, tapi mbak Wati jangan khawatir karena perusahaan itu sekarang di kelola mas Arzan dan juga Fabian,'' Ucap kak Citra menjelaskan.


''Tapi kalau restoran, mbak mungkin bisa kelola sendiri. Di sana juga sudah ada beberapa pegawai yang bisa di percaya, dan ada juga orang mas Arzan yang mengawasi restoran tersebut, karena kami tidak mau usaha kak Candra hilang begitu saja, jadi selama ini kami yang mengurus semua nya, tapi sekarang pemilik nya sudah ada, jadi kita balikin pada pemilik nya dong?'' lanjut kak Citra panjang lebar.


''Iya mbak? makanya kami semua sudah memutuskan untuk mengajari Karan dan juga Sania tentas bisnis, kalian harus sekolah yang tinggi dan harus banyak belajar lagi, jangan pernah merasa puas atas pencapaian kita sekarang, agar kita tidak di pandang sebelah mata lagi sama orang, mungkin masih ada orang yang bersikap simpatik sama kita, tapi kebanyakan orang orang menghujat kita karena kita cuma di pandang sebelah mata saja, benar kan?'' tanya mas Arzan, yang langsung di angguki oleh Karan dan Sania.


''Maka dari itu, kalian harus buktikan pada orang tersebut, kalau kamu bisa seperti mereka,'' tambah nya lagi.


''Tapi untuk saat ini, Karan tidak membutuhkan semua ini, mungkin kelak aku membutuhkan, aku akan mendatangi kakek untuk memintanya, untuk saat ini Karan lebih nyaman seperti ini tante, Karan ingin mencari teman yang tanpa memandang Karan karena Karan punya harta. Biarlah mereka tau kalau Karan adalah orang yang tak berharta, Karan ingin memilih teman yang benar-benar mau berteman dengan Karan apa adanya, bukan ada apanya tante, paman dan juga kakek?'' jelas Karan yang langsung di angguki oleh semua orang di sana.


''Baiklah kalau itu mau kamu, kakek salut sama kamu nak?'' tutur kakek Sanjaya.

__ADS_1


''Makasih kek?'' jawab Karan.


''Ya sudah, kalau gitu kalian istirahat lah dulu, maaf kalau kakek harus mengumpulkan semua nya di sini, takut nya kakek belum memberikan ini semua, kakek sudah meninggal kan kalian semua,'' Ucap kakek Sanjaya sedih.


''Kakek ngomong apa sich! kakek akan sehat terus sampai kita semua menikah dan memiliki anak?'' seru Karan.


''Iya benar Pa, yang di katakan Karan? Papa nggak boleh ngomong kayak gitu lagi ya,'' ucap kak Citra pada Papa, ya walaupun kak Citra benci sama Papa? tapi kak Citra begitu sayang sama Papa. Aku tau itu, mungkin orang lain melihat Kak Citra begitu cuek pada Papa, tapi sebenarnya kak Citra selalu memperhatikan kesehatan Papa selama ini, ya meski itu semua lewat aku sich.


Di rumah besar yang di tempati aku sekarang ini, begitu ramai di penuhi canda tawa dari celotehan celotehan Mikaela, dan ke empat ponakan ku, dan sebentar lagi aku bahkan akan mempunyai ponakan lagi, entah itu cewek atau cowok aku tak begitu mempersoalkan nya, yang penting kedua nya sehat.


Aku mengajak mereka semua ke kamar nya masing-masing, kak Citra dan mas Arzan sudah lebih dulu ke kamar nya, sedangkan si kembar masih asik mengobrol dengan Karan, Sania dan juga Papa, aku bahagia sekali melihat keakraban mereka semua, namun satu anak yang sudah tak aku lihat di ruang tamu, yakni Mikaela puteri ku yang begitu cerewet dan banyak mau itu.


''Sayang? adik nya mana ya,'' tanya ku pada ponakan ku.


''Kayak nya Kaela lihat TV dech tante, bilangnya sich gitu tante?'' Ucap Rian yang tadi sempat mendengar Mikaela berpamitan.

__ADS_1


''Yaudah makasih ya,'' ucap ku beranjak pergi menuju ke ruang tengah, di mana di sana terdapat televisi yang ukuran nya segede gaban.


Aku menyusuri setiap tempat yang biasa di duduki Mikaela, tapi tak ada tanda tanda Mikaela ada di sana, lalu aku melanjutkan langkah kakiku menuju lantai 2 lagi, dan membuka pintu kamar Mikaela yang emang letak nya tak jauh dari kamar ku, dan ternyata Mikaela sudah tertidur dengan pulas nya di kasur dan di selimuti dengan selimut kesayangan nya, aku menggeleng pelan melihat puteri kecilku di sana.


__ADS_2