
Malam ini mereka sekeluarga tinggal di rumah baru nya, setelah beberapa jam mereka berkumpul di rumah baru Karan? akhirnya berpamitan pada mbak Wati, Sania dan juga Karan, namun sebelum nya mereka semua membantu mbak Wati membereskan barang yang tadi ia beli di Mall.
''Mbak, sama anak anak baik baik ya di sini, besok besok tengok lah tante di rumah? masak ia tante terus yang tengok kalian ke sini?'' cetus kak Citra mengembangkan senyuman nya.
''Insya Allah tante? kalau ada waktu luang, Karan dan Sania ke sana,'' jawab Karan.
''Sama Ibu mu juga kali sayang? tante ke depan nya nggak bakalan sering nengokin kalian ke sana, masak ia perut sudah besar masih jalan jalan terus?''
''Emang nya kenapa tante?'' tanya Sania polos.
''Capek?'' jawab kak Citra terkekeh.
''Hahahaha,'' tawa Sania menggelegar, ia pun tersadar dan langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.
''Kebiasaan!'' timpal Karan.
''Ya sudah tante pulang dulu ya,'' pamit kak Citra membuka pintu mobil nya.
Akhirnya mobil kak Citra keluar dari halaman rumah baru Karan. Karan tersenyum melihat rumah pemberian dari adik ipar sang Ayah.
''Ayah? ternyata saudara Ayah begitu baik padaku dan juga Ibu, Sania juga begitu senang Yah, Sania begitu bahagia bisa jalan jalan ke Mall yang selama ini ia ceritakan padaku Yah?'' Lirih Karan di luar rumah nya, saat ia belum masuk kedalam rumah setelah mengantar Om juga tante nya pergi.
Karan begitu bangga pada sang Om suami dari tante nya, ''Aku akan menjadi orang yang sukses kelak, meski hari ini harus di lewati dengan rasa sedih dan penuh penderita'an, akan aku hadapi semua ini dengan penuh ke ikhlasan.
*-*-*-*-*-*-*
Sinar mentari pagi sudah menampakkan sinar nya yang begitu indah dari ufuk timur, sinar yang begitu menyilaukan mta semua orang, begitu juga dengan keinginan ku, yang akan membuat orang orang yang pernah membully dan menghinaku akan ikut merasakan kesilauan, di saat aku sukses kelak. Karan mengerjapkan matanya karena sinar matahari masuk ke dalam kamar nya, melalui celah-celah fentilasi kamar nya.
__ADS_1
Karan bangun dari tidur nya dan melangkah kan kakinya ke dalam kamar mandi, karena kamar mandi yang sekarang sudah ada di dalam kamar tidur nya. Kamar yang sekarang jauh berbeda dengan kamar sebelum nya, mau itu di kampung atau di rumah kontrakan nya yang kemarin.
Sedangkan di dapur kini Ibu dan Sania sedang memasak untuk bekal kami berdua, dan juga bekal Ibu tentu nya, walaupun kita sudah bertemu dengan keluarga Ayah, tak lantas aku dan malas malasan di rumah baruku, dan meminta uang pada mereka. Aku dan Ibu masih bekerja? walau tante Cinta tak memboleh kan aku dan Ibu untuk bekerja.
''Ibu?'' sapa ku ketika aku ada di meja makan, bukan berada di dapur seperti rumah yang dulu, bahkan di kontrakan saja hanya beralaskan tikar dari plastik. Namun hari ini suasananya sangat berbeda, aku sendiri memakai seragam baru semua nya, begitu juga dengan adikku Sania. Buku-buku yang berada di rumah kontrakan dan beberapa barang barang yang lain, kini sudah di antar oleh orang suruhan Om Arzan.
''Ibu hari ini bekerja?'' tanya Karan.
''Iya, Ibu harus bekerja, lagi pula barang barang kita yang di kontrakan sudah berada di sini semua, jadi Ibu tak punya alasan lagi untuk ijin sama mandor Ibu,'' jawab Ibu Karan.
Kebetulan rumah sangat mandor berada tak jauh dari rumah yang sekarang, hanya butuh 5 saja sudah sampai di rumah sangat mandor tersebut.
''Ya sudah Ibu hati hati di jalan ya, Karan sama adik juga berangkat ke sekolah,'' pamit Karan lalu diapun mencium punggung tangan sang Ibu.
''Iya, kalian juga jangan nakal di sekolah nya, jadilah apa yang kalian inginkan, agar kelak menjadi orang sukses seperti paman kalian berdua,'' kata Bu wati pada kedua anak nya.
Karan mengangguk seraya menjawab do'a yang di panjatkan sang Ibu pada semua anak nya, ''Amin ya Allah, terima kasih Bu do'a nya?'' Karan dan Sania berjalan menuju tempat di mana ia belajar, mereka berdua seperti hari hari biasa berangkat ke sekolah, hanya berjalan kaki? tapi sekarang bedanya adalah, jarak yang ia tempuh tak begitu jauh, berbeda dari sebelum nya.
''Assalamu'alaikum tante semua nya,'' sapa Karan, seraya mengambil tangan sang tante dan mencium punggung nya.
''Waalaikum salam?'' jawab kak Citra dan juga si kembar.
''Tante kenapa di sini, bukan nya tante nggak boleh capek capek ya,'' tanya Karan.
''Tau nich kak, Mama ngotot ingin ikut mengantarkan kita ke sekolah, katanya dia kangen sama kak Karan dan Sania, padahal kan hanya semalam kita berkumpul?'' sahut Andrian menatap sang Mama dengan tajam.
''Tante pulang ya, tante harus banyak istirahat juga, insya Allah besok Karan ke rumah tante ya,'' kata Karan lembut.
__ADS_1
''Baiklah tante akan pulang sekarang, tapi kalian janji ya akan ke rumah tante besok?'' balas Kak Citra tersenyum.
''Sudah Mama pulang, kami akan masuk ke kelas sekarang?'' kata Andriana membukakan pintu mobil nya untuk sang Mama.
Kak Citra terkekeh menanggapi kedua anak dan juga kedua ponakan nya, ''Iya Mama pulang sekarang, byee?'' Ucap kak Citra melambaikan tangan pada anak serta ponakan nya.
''Karan??'' panggil Pinky pada teman kelasnya.
Karan menghentikan langkah nya sejenak, menunggu Pinky yang sedang berjalan menghampiri diri nya.
''Karan, kenapa kamu kemarin nggak masuk kerja, aku mencarimu tau?'' Ujar Pinky yang sudah ada di depan nya.
''Kak? aku masuk ke kelas dulu ya?'' Ucap Sania, yang langsung di angguki oleh kakak nya.
''Kami juga ke kelas dulu ,'' Ujar Andrian.
''Baiklah,'' jawab Karan datar. Karan tak mau orang orang mengetahui jati diri nya untuk saat ini, dia belum siap dengan semua orang, biarlah mereka tidak tau jati diri ku yang sebenarnya.
''Kemarin aku sibuk Pinky, kamu kok bisa tau kalau aku nggak masuk kerja?'' tanya Karan penasaran.
''Aku tau kamu nggak kerja? karena aku ke sana kemarin Karan, aku suntuk di rumah jadi pergi ke restoran untuk menemui kamu di sana, tapi apa kata paman kamu ijin nggak masuk kerja?'' jawab nya sedih.
''Nggak usah sedih gitu, kan sekarang sudah bertemu?'' ujar Karan bercanda, Pinky pun akhirnya tertawa dengan canda'an teman nya. Mereka kini sudah berada di dalam kelas dan menyudahi obrolan nya, karena sebentar lagi akan ada guru yang masuk ke dalam kelasnya.
.
.
__ADS_1
.
.