
Arlan terlihat duduk di depan ruangan operasi, dia masih setia menunggu istri kecil nya keluar dari ruangan operasi.
Sesekali Arlan melihat jam yang melingkar di tangan nya, sudah berapa jam sang istri berada di dalam ruangan operasi, dan disaat seorang dokter keluar dari ruangan operasi Arlan segera beranjak dari tempat nya dan melangkah menuju dokter tersebut untuk menanyakan istri nya yang belum juga di pindah kan.
''Dokter, kapan istri saya akan di pindahkan ke ruangan nya,'' tanya Arlan kepada sang dokter.
''Sebentar lagi Tuan, Nona Sania juga belum sadarkan diri, mungkin setengah jam lagi kita akan pindahkan Nona Sania ke ruangan nya,'' jawab sang Dokter dan berpamitan kepada Arlan, karena dia juga ada keperluan dengan seseorang yang sudah menunggu nya di dalam ruangan nya.
Arlan mengangguk pelan menanggapi ucapan dari dokter yang dia cegah tadi.
Sang Ayah menghampiri Arlan yang tengah duduk di depan ruangan nya, ''Apa lagi yang kamu pikirkan sekarang? bukan nya istri kecil kamu sudah lahiran dengan selamat, dengan ketiga anak anak kalian juga selamat semua nya,'' kata sang Ayah menepuk punggung putera nya.
''Arlan masih memikirkan Sania yang belum keluar dari ruangan operasi Yah, Arlan masih tidak bisa tenang sebelum melihat dia baik baik saja,'' jawab Arlan dengan nada lirih nya.
''Kamu tadi sudah melihat sendiri keada'an dia di ruangan operasi seperti apa, jadi kamu jangan selalu berpikiran jelek, lebih baik kamu kasih sedekah kepada seseorang yang sangat membutuhkan sekarang, sebagai rasa syukur kamu kepada sang Pencipta,'' Ujar sang Ayah lagi kepada putera nya.
''Baiklah Ayah, aku akan pergi untuk ke sana, tolong kasih kabar Arlan jika Sania sudah di pindahkan dari ruangan operasi,'' pesan Arlan kepada sang Ayah.
__ADS_1
''Baiklah kamu hati hati di jalan ya, semoga apa yang kamu do'akan menjadi kenyata'an,'' gumam sangat Ayah dan di Amini oleh Arlan.
Arlan mencium punggung tangan sangat Ayah sebelumn pergi menuju ke tempat yang dia akan tuju, yakni tempat di mana adik adik nya di besarkan.
Ya Arlan lebih memilih untuk mendatangi anak Yayasan ketimbang ke tempat yang lain nya, namun Arlan juga berbagi kebahagia'an dengan anak jalanan yang mereka sering temui ketika di waktu dulu sebelum bersama dengan Sania.
Arlan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang seraya melihat ke arah sekeliling untuk mencari keberada'an anak anak yang mungkin sudah beranjak remaja tersebut.
Ketika sampai di lampu merah Arlan menemukan salah satu anak kecil yang sedang berjualan di pinggir jalan raya, Arlan sengaja memanggil anak kecil tersebut agar dia menghampiri Arlan ke arah nya, karena Arlan tidak bisa turun dari mobil nya karena dia berada paling depan.
''Adik,'' panggil Arlan dengan melambaikan tangan nya ke arah anak kecil tersebut.
''Terima kasih paman,'' jawab anak kecil itu, Arlan mengangguk dan melambaikan tangan nya kepada anak kecil tersebut, mengingat lampu sudah berganti warna hijau.
Arlan kembali melajukan mobil nya dengan kencang menuju Yayasan, dengan berbekal tekad dia mendatangi sng Bunda di sana.
Tak butuh waktu lama Arlan sudah sampai di Yayasan yang ia tuju, sangat Bunda yang sedang ada di halaman tengah menemani anak anak bermain, mengalihkan pandangan nya dengan menatap mobil yang masuk ke dalam halaman Yayasan yang terdapat adik adik yang tengah bermain dengan riang nya.
__ADS_1
''Nak Arlan,'' seru sang Bunda ketika melihat Arlan keluar dari mobil nya, mobil yang Arlan kendarai memang bukan mobil nya yang sering ia bawa ke Yayasan, sehingga sang Bunda tidak memgenali mobil tersebut.
''Bundaa kenapa terkejut seperti itu sich, Arlan bukan hantu Bunda?'' kata Arlan dengan sedikit bercanda dengan Ibu Yayasan yang ia panggil Bunda.
''Assalamu'alaikum,'' Ucap sang Bunda karena Arlan tidak mengucapkan kata salam kepada sang Bunda.
''Waalaikum salam, Bunda mah gitu sama Arlan, Arlan sedang sedih tau nggak Bunda?'' jawab Arlan dengan nada sedih nya.
''Sedih kenapa sich, bukan nya Sania sudah lahiran dengan selamat dan dia juga sedang menunggu pemulihan di ruangan operasi,'' ujar sang Bunda dengan perasa'an yang sudah campur aduk, karena sang Bunda juga mendengar puteri Arlan yang paling kecil tadi sempat mengalami keracunan karena meminum air ketuban Ibu nya.
''Bunda, sampai sekarang Sania belum di pindahkan kemenangan nya, dia masih berada di dalam ruangan operasi karena dia juga belum sadarkan diri dari pingsan nya,'' jawab Arlan memeluk sang Bunda, hanya Bunda Yayasan lah yang selama ini tempat Arlan mengadu dan berkelih kesah mengenai kehidupan nya, dia juga sebenarnya juga menceritakan kepada sang Ayah, namun Arlan lebih nyaman menceritakan semua nya kepada Bunda nya yang ada di Yayasan, sedari dia beranjak remaja, Arlan selalu datang ke Yayasan untuk sekedar bertemu dengan adik adik panti, dan juga sang Bunda, maka dari itu dia selalu nyaman kalau bercerita dengan sang Bunda.
''Kamu harus berdo'a, dan jangan suka mengeluh karena masalah ini. Bunda yakin kamu bisa melewati ini semua nya dengan sabar dan juga ikhlas, buktinya anak-anak kamu sudah terlahir kan? walau kamu sendiri tidak yakin dengan ucapan istri kecil kamu yang bilang sudah siap dengan segala konsekuensi nya, kamu yang selalu bersikap egois selama ini, Allah memberi coba'an kepada umat nya dengan niat baik dan juga sedang menguji kamu dan juga Sania.'' Ucap sang Bunda dengan panjang lebar, dia selalu mengingatkan Arlan agar selalu bersabar dan juga ikhlas, tapi Arlan sering lupa dengan nasihat sang Bunda yang selama ini dia ucapkan di setiap waktu luang nya.
''Bundaa, apa aku terlalu egois selama ini, Arlan lebih memilih selalu hidup dengan Sania dan juga selalu bilang kalau aku tidak butuh keturunan, sedangkan kebahagia'an Sania adalah sebuah keturunan, dan Arlan tidak pernah tau itu semua,'' kata Arlan dengan menundukkan kepala nya karena merasa menyesal sudah membuat Sania selama ini bersedih namun tanpa sepengetahuan Arlan.
''Sudah lah, lebih baik kamu sekarang kamu balik ke rumah sakit? Bunda takut Sania mencari mu di sana,'' Ucap nya lagi dengan mengelus punggung Arlan.
__ADS_1
''Iya Bunda, Arlan mohon selalu do'akan istri Arlan untuk yang terbaik, agar dia senantiasa diberi kebahagia'an dan juga kesehatan dalam mengurus keluarga kecil kami nanti,'' gumam nya sembari mencium punggung tangan sang Bunda, selesai nya Arlan segera menuju mobil nya untuk segera kembali ke rumah sakit, untuk segera bertemu dengan istri kecil nya.