
Sania duduk di kursi kebesaran nya, walau tak terlalu besar kantor cabang nya, namun dia sudah sangat senang bisa mengurus cabang dari perusaha'an kakak.
Sania menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi, dia memejamkan mata nya sejenak mengingat dirinya tidak boleh kelelahan.
''Maaf Nona, saya membawa berkas yang anda minta tadi,'' Ucap sang sekretaris pada Sania.
''Taruh saja di meja, aku mau istirahat sebentar?'' balas Sania mengurut keningnya yang mulai terasa sakit.
''Baiklah, kalau Nona butuh sesuatu tekan angka 1 saja, pasti saya akan menghampiri Nona,'' pesan sang sekretaris pada Sania, mengingat Nona muda nya tengah menderita yang cukup ganas. Sania mengangguk pelan seraya berkata.
''Terima kasih banyak kak? maaf kalau ke depan nya saya akan merepotkan anda di kantor cabang ini,'' Ucap Sania sebelum sang sekretaris keluar dari ruangan nya.
''Nggak apa apa Nona, saya akan merasa senang dengan semua itu,'' balas sang sekretaris mengembangkan senyuman ter manis nya.
Sang sekretaris pun berlalu setelah pamit untuk kembali ke ruangan nya, Sania kembali memijit kening nya pelan dan dengan malas nya dia merogoh tas selempang nya untuk mengambil obat yang belum sempat ia minum sejak yadi pagi.
Di lain tempat, Arlan tengah menunggu kedatangan Sania di depan kampusnya, di mana Sania menuntut ilmu di sana, namun sampai siang hari? Arlan tak menemukan Sania masuk ke dalam kampus, Arlan berinisiatif untuk keluar dari mobil nya dan bertanya pada teman teman nya yang tengah bersenda gurau di depan penjual cilok, tepat nya di depan gerbang kampus.
''Selamat siang,'' sapa Arlan ramah pada Gita dan juga Rani, mereka berdua adalah orang yang paling dekat dengan Sania, pikir Arlan.
''Siang kak? mau cari Sania ya,'' tebak Gita yang emang benar.
__ADS_1
''Iya, apa dia ada di dalam?'' tanya Arlan ramah.
''Sania hari ini nggak ke kampus kak? mungkin dia masih beristirahat di rumah nya, rencana nya kita berdua akan ke sana setelah pulang nanti,'' sambung Rani mengembangkan senyum nya.
''Och, terima kasih kalau gitu, mungkin aku akan ke sana sekarang?'' kata Arlan beranjak pergi menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka.
Rani masih senyum senyum nggak jelas sepeninggal Arlan dari hadapan nya. ''Kenapa,naksir?!'' ledek Gita mentoel toel pipi chubby teman dekat nya itu. ''Gue harap lho sadar dan bangun dari mimpi lho, cowok barusan tuh hanya menginginkan Sania saja, tanpa mau pada yang lain. Ingat itu?'' Gita mengingat kan sang teman agar dia tidak merasa sakit hati di kemudian hari.
''Iya aku tau itu kok, aku hanya mengagumi ketampanan nya saja nggak lebih?'' tukas Rani mengingat Sania juga sayang kepada laki-laki tersebut, tak mungkin juga kan kalau dia menikung teman nya, apalagi sangat teman saat ini sangat membutuhkan dukungan dari mereka! agar penyakit yang ia derita cepat sembuh.
''Ya sudah ayo kita ke kelas, lagian di sini mau ngapain coba? kan cilok nya sudah ada di tangan tinggal hap saja,'' celetuk Gita yang menyadarkan dirinya dari lamunan.
Rani mengangguk dan mengikuti langkah Gita yang emang lebih dulu masuk ke kampus. Otak Rani berkeliling mengingat sang teman hari ini tidak hadir di kampus nya, Rani takut terjadi sesuatu pada teman akrab nya.
Arkan tiba di perusaha'an Karan setelah tadi mampir di rumah nya, dan dia harus memendam rasa kecewa nya karena seseorang yang ia cari tidak berada di rumah nya, sang Bunda mengatakan kalau Sania sedang pergi bersama teman teman nya. Bu Wati terpaksa berbohong karena itu semua atas perminta'an puteri kecil nya, Bu Wati akan melakukan hal yang digunakan minta puteri kecilnya agar dia tetap bahagia dan tidak merasa bahwa dirinya terkekang.
''Ada apa lho bro datang ke perusaha'an,'' tanya Karan melihat wajah Arlan seperti orang bingung.
''Adik mu ada di sini nggak?'' tanya Arlan dengan nada lesu nya.
Karan mengangkat satu alisnya mendengar pertanya'an dari sahabat nya. ''Adik gue ada di rumah lah, emang dia ke sini mau ngapain coba,'' jawab Karan setelah beberapa detik berfikir.
__ADS_1
''Di rumah nya nggak ada, kata Bunda dia sedang keluar bersama teman-teman nya, sedangkan tadi aku dari kampus nya dan kedua teman Sania ada di kampus semua nya,'' kata Arlan menjelaskan pada Karan.
''Coba aku telfon Ibu sekarang?'' Karan merogoh saku jas nya dan mengambil handphone nya, dia men scrol ke atas mencari nomor Bunda nya.
Setelah menekan tombol deal panggilan pun bersambung.
Tut tut tut
-''Hallo, assalamu'alaikum,'' sapa Bu Wati.
-''Waalaikum salam Bu,'' jawab Karan. ''Ibu tau adik pergi kemana?'' tanya Karan pada sang Ibu.
-''Adik kamu pergi dengan teman nya, dia bilang akan liburan selama beberapa hari sama mereka semua,'' jawab Bu Wati berbohong, kalau dia jujur pasti putera nya akan menjemput Sania ke sana, dan itu akan berpengaruh kepada kesehatan nya, pikir Bu Wati.
-''Teman yang mana lagi Bu? Gita sama Rani ada di kampus nya sekarang, Sania tidak punya teman lagi selain mereka berdua,'' cecar Karan dengan nada yang mulai khawatir sama Sania.
-''Ibu tidak tau pasti nya teman yang mana, tapi adik kamu bilang seperti itu dan Ibu juga nggak bisa mencegah nya, mengingat adik kamu selalu merasa senang dan juga bahagia tanpa terbebani masalah lain nya,'' lagi lagi Bu Wati berbohong pada putera sulung nya.
-''Iya Karan juga tau tentang itu, tapi Karan hanya ingin memastikan adik saja dengan siapa dia pergi,'' kata Karan membuat sang Ibu mendengus kesal.
-''Kamu kenapa sich Karan, adik kamu sudah dewasa dan dia juga bisa jaga diri nya sendiri, jadi kita hanya bisa mendo'akan dia saja, tanpa bisa mengekang apa yang dia ingin kan, kamu tidak ingin melihat adik kamu menderita di dalam rumah kan? apa apa harus ada yang memantau, dia juga butuh kebebasan apalagi mengingat dirinya tengah dalam tahap penyembuhan dan dia juga butuh kebahagiaan walau tanpa harus kita ketahui dia sama siapa, asal adik kamu sehat dan merasa nyaman itu sudah membuat Ibu bahagia Karan?!'' jawab Bu Wati lalu mematikan handphone nya secara sepihak, dia tak mau lagi terus berbohong tapi dia berpikir lagi ini semua demi puteri kecil nya yang ingin hidup lebih tentram lagi tanpa keluarga nya yang mengawasi layaknya seperti anak kecil yang apa apa harus melalui pengawasan orang dewasa.
__ADS_1
Akankah Karan mengetahui keberada'an Sania saat ini.
Jangan lupa like komen dan Terima kasih kakak semua nya 🙏💕🙏💕🙏💕