Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 187 Rika di penjara


__ADS_3

Setelah beberapa hari Arlan di rawat di rumah sakit pinggiran kota, akhirnya Arlan bisa bernafas dengan lega karena dia sudah di perbolehkan pulang boleh dokter yang menangani nya.


''Bagaimana bisa aku selama itu berada di rumah sakit, dan baru sekarang aku di perbolehkan pulang ke rumah,'' seru Arlan yang sedang kesal kepada dirinya sendiri, sedangkan Sania tengah sibuk beresin baju baju Arlan yang akan di bawa pulang hari ini.


''Sudah, jangan ngedumel terus? aku ingin muntah jika kamu terus ngedumel seperti itu, entah kenapa aku merasa jijik sama mas Arlan kalau sedang ngedumel seperti wanita,'' sahut nya yang menghentikan tangan nya sejenak.


''Jangan gitu dong sayang? masak iya kamu jijik sama suami kamu sich, tega banget kamu sayang?'' Ujar Arlan yang menggeret kakinya yang masih belum terlalu pulih itu.


''Lagian kamu kerjaan nya hanya mengomel nggak jelas seperti tadi, bikin aku enek tau nggak Mas, beneran?'' sahut Sania masih menatap suami nya.


''Mungkin ini semua ulah calon baby kita kamu jadi jijik seperti itu sama Mas, padahal kematu kemarin kamu nggak seperti itu kok?'' jawab Arlan yang kini tengah merengkuh tubuh kurus istri kecil nya dengan lembut, sedangkan tangan yang satu nya mengelus perut rata Sania yang sudah bersemayam malaikat kecil di dalam nya.


Arlan memutar tubuh kurus istri nya agar posisi mereka saling berharap satu sama lain nya, ''Sayang? kamu jangan nakal di dalam sini ya, Papa akan selalu menjaga kamu dan juga Mommy kamu untuk selama nya, berkembanglah dengan baik di dalam, dan jangan membuat Mommy kamu mengalami sakit lagi oke,'' bisik Arlan tepat di depan perut Sania.


Sania hanya terkekeh mendengar nya, dan sesekali dia mengusap rambut suami nya dengan lembut.


''Sudah Mas? jangan kebanyakan drama lagi, sekarang lebih baik kita pulang sekarang?'' kata Sania mengingat kan suami nya yang masih asik mencium perut rata nya.

__ADS_1


''Mas masih ingin mengobrol dengan baby sayang?'' sela nya yang hanya mendongakkan kepalanya sejenak sebelum kembali mencium perut Sania lagi.


''Kalau kamu nggak mau pulang aku saja yang pulang! lebih baik kamu kembali saj sendiri,'' Ujar Sania yang sudah kesal dengan kelakuan suami nya yang menurut dia menghambat kepulangan nya.


Sedangkan Bunda nya sudah menunggu kedatangan nya di rumah besar nya, ya, Sania memilih untuk tinggal bersama Bunda nya, dan ini semua sudah di bicarakan dengan Arlan suami nya, dan Arlan mengiyakan keputusan istri nya, mengingat istri kecil nya juga sedang hamil dan dia juga harus pergi ke kantor kalau kesehatan nya sudah mulai kembali pulih.


''Mas? Bunda sudah nunggu kita di rumah sekarang, dan aku juga ingin segera membaringkan tubuh lelah ku di atas tempat tidurku yang empuk itu, entah kenapa akhir akhir ini aku merasa sangat lelah, padahal aku hanya berjalan dan tidak bekerja sama sekali, rasanya ngap di bagian dada ini,'' Ucap nya menceritakan kepada suami nya.


''Mungkin ini semua bawa'an baby nua sayang? kamu yang sabar ya, Mas janji nggak akan meninggalkan kamu,'' jawab Arlan mencium kening Sania yang tertutup hijab.


Mereka berdua tampak bahagia sekali, terlihat sangat jelas dari senyuman di bibir nya saat ini. Akhirnya Sania merasakan apa yang menjadi keinginan nya selama setahun ini, yakni seorang wanita yang sempurna dengan mengandung dan melahirkan anak anak nya dengan selamat.


Di sisi lain Rika kini tengah menjalani masa hukuman nya di penjara, dia harus membayat mahal atas apa yang sudah dia perbuat selama ini, mungkin tuan Arzan masih punya hati makanya beliau tidak langsung menghabisi nya, namun tuan Arzan memilih mengirim ke penjara yang penghuni sangat menyeramkan saat di pandang oleh mata.


''Sini kamu!!'' teriak salah satu ketua yang ada di dalam sel dengan Rika, Rika yang terkejut beehinhkat kaget dengan suara yang memanggil nya begitu menggelegar.


''Kamu panggil aku?'' tanya Rika tak merasa takut, pastilah nggak merasa takut? sesama ular mana ada yang namanya takut, pikir author.

__ADS_1


''Panggil aku Nyonya di sini, lancang sekali sekali kamu menjawab ucapan ku,'' pekik nya yang memelototkan matanya, sehingga seperti mata yang akan keluar dari tempat nya.


''Wanita ini bos yang berani menggertak keluarga Sanjaya, dan dia berpikir akan merebut suami dari cucu Tuan Sanjaya,'' kata salah satu penghuni sel yang juga ada di dalam nya.


''Halah! kamu di bayar berapa untuk membela wanita yang ber penyakitan itu, nggak usah aku gertak dia juga akan mati tak lama setelah ini, sekarang? bahkan dia tidak di ketahui keberada'an nya, oleh semua keluarga nya yang sok berkuasa itu, kerja'an nya hanya menggertak orang orang lemah saja,'' kata Rika dengan kasal dan dengan nada yang sedikit di tinggi kan.


Sang ketia yang sering di panggil bos oleh yang lain nya di beri kode, agar membungkam mulut kotor wanita yang masih berlagak di depan nya, ''Kasihndia pelajaran, karena dia sudah berani menggertak Nona Sania, dan kasih pelajaran juga karena dia sudah dengan berani mengibarkan bendera perang dengan ku!!'' perintah yang nya kepada sesama para napi yang ada di dalam satu sel dengan Rika.


Rika di gebukin oleh sesama para tahanan, dan tidak ada yang berani membela Rika, karena mereka semua tau kalau wanita itu sudah berurusan dengan keluarga Sanjaya.


''Stop!!'' teriak wanita gemuk yang di takuti oleh semua napindi dalam sel itu, ''Biarkan saja dia tergeletak di sana, agar dia bisa instropeksi diri karena mungkin dia akan sadar bahkan akan bertambah menjadi jadi yang terus saja menghina keluarga besar Sanjaya.


Keluarga Sanjaya selama ini sudah baik kepada kita semua dengan membantu meringankan kita kita untuk biaya sekolah anak anak kita, maka dari itu siapa pun yang berani mengganggu keluarga Sanjaya kita akan libas bareng-bareng,'' ujar nya dengan tatapan masih mengatakan kepada Rika yang sudah babak belur, akibat pukulan dari teman sel nya.


''Benar banget itu bos? tuan Arzan sudah berpesan kepada kami semua agar menjaga wanita ini tetap ada ildi dalam penjara, sampai membusuk di sini,'' tukas nya mengangkat ujung bibir ke atas.


''Yang kamu katakan itu benar sekali, kita tidak hanya menjaga nya agar dia tidak bisa kabur? tapi kita juga di perbolehkan untuk bermain main dengan wanita licik ini sampai kita puas!'' jawab nya tersenyum jahat ke arah Rika, Rika yang sudah mengalami patah tulang di sebagian tubuh nya hanya bisa meringis kesakitan, di tambah lagi dia yang mendengar kalau dirinya akan selalu mendapatkan perlakuan kasar dari rekan rekan nya di dalam Sel.

__ADS_1


__ADS_2