
Di perusahaan ZN sedang ada pertemuan penting dengan kolega bisnisnya, dan juga meeting dengan para pemegang saham. Fabian turut ikut di pertemuan hari ini, mereka sedang membahas masalah proyek yang terbengkalai di kota A, dan mas Arzan menyuruh salah satu dari dari mereka untuk mengatasi masalah ini bagaimana pun caranya.
Dan siang nya itu, mas Arzan malik Narendra di bikin kesal oleh salah satu karyawan nya di perusahaan nya, ''Kalau kalian tidak suka dengan caraku bekerja, lebih baik anda tinggal kan tempat ini. Dan perlu kalian ingat, masih banyak orang yang ingin bekerja di sini,'' Ucap nya tegas pada salah satu karyawan yang kerjanya hanya leha leha.
Fabian hanya menghela nafas panjang nya, melihat kemarahan sang ipar.
''Sudah lah, kalian boleh keluar sekarang, tapi jika lain hari saya menemukan kamu seperti ini lagi, saya tak kan segan segan untuk memecat mu hari itu juga,'' lanjut mas Arzan, mengusir karyawan nya keluar dari ruangan nya.
Mas Arzan menjambak rambut nya frustasi, di tambah lagi dengan karyawan nya yang bertingkah.
''Bagaimana Mas? apansudah dapat kabar dari anak buahnya,'' tanya Fabian suami dari Cinta adik ipar nya.
''Sudah?'' jawab nya singkat.
''Apa kata mereka Mas,'' tanya Fabian lagi.
''Masih belum jelas, kata Joe? Mas Candra pernah tinggal di desa, namanya juga di rubah sama dia, tapi...??'' Mas Arzan menghentikan ucapan nya mengingat anak buah nya mengatakan kalau orang yang selama ini ia cari sudah meninggal 8 tahun lalu.
''Tapi kenapa Mas?'' tanya Mas Fabian beranjak dari sofa yang ia duduki, dan berjalan menghampiri Mas Arzan yang duduk di kursi kebesaran nya.
''Joe mengatakan kalau Mas Candra sudah meninggal 8 tahun lalu, dan sekarang aku harus bagaimana bilang sama Citra. Aku bingung Fabian?'' ucap nya frustasi, sekali lagi dia menjambak rambut nya.
''Untuk saat ini, Mas Arzan jangan bilang dulu sama kak Citra? takutnya terjadi sesuatu pada kandungan nya,'' kata Fabian, mengingat kakak iparnya sedang hamil muda.
''Kalau dia dengar sendiri tambah semakin runyam Fabian?'' lirih nya yang serba salah di matanya.
''Kita harus mencari waktu yang tepat kalau gitu Mas? aku juga takut menceritakan tentang ini pada Cinta, mungkin semua orang mengira Cinta lebih kuat dari pada kak Citra, namun sebenarnya dia sangat rapuh mas? beberapa kali aku melihat dia menangis di dalam sujudnya,'' Fabian menceritakan semua keadaan istri nya.
__ADS_1
''Jadi kita harus bagaimana sekarang,'' tanya mas Arzan.
''Tapi kita harus beritahu mereka secepatnya juga Fabian,'' lanjut Mas Arzan, yang di angguki oleh Mas Fabian.
''Bagaimana kalau besok saja Mas? aku akan bawa Cinta ke rumah Mas Arzan, agar kita menjelaskan satu kali pada mereka semua,'' Fabian memberikan ide nya.
''Benar yang kamu bilang Fabian, semoga semua nya baik baik saja, dan tak terjadi sesuatu pada kehamilan Citra juga!'' sahutnya.
Cukup lama mereka mengobrol di dalam ruangan Mas Arzan, akhirnya Mas Fabian undur diri untuk segera pulang, Mas Arzan juga demikian. Mereka berdua tidak konsen lagi dalam pekerjaan nya.
''Maya! kamu urus semua nya, aku akan pulang lebih awal?'' pesan Mas Arzan pada sang sekretaris nya.
''Tapi tuan? jam 3 nanti ada meeting dengan klaen dari perusahaan asing?'' jelas sang sekretaris.
''Batalkan semua, aku lagi nggak mood sekarang,'' titahnya dan meninggalkan sang sekretaris nya.
Tepat jam 2:30 Mas Arzan sampai ke rumahnya, dia terlihat sangat lelah sekali ketika memasuki pintu utama rumahnya. Mas Arzan melonggarkan dasinya, seraya melemparkan tubuh lelah nya ke sofa panjang di dekat sang istri.
''Mas sudah pulang? tumben tumbenan jam segini sudah pulang?'' tanya Citra seraya mencium punggung tangan suami nya.
''Iya Mah, Mas lelah sekali jadi nggak mood kerjanya, dari pada bosan di kantor lebih baik pulang ke rumah, bertemu bidadari cantik ku di sini,'' puji nya pada sang istri.
''Ach kamu mas? bisa saja,'' jawab kak Citra mencubit pinggang suaminya.
''Emang kenyataan nya kayak gitu kok Mah?'' tuturnya lembut seraya merangkul pundak Citra sang istri.
''Ayang kok rapi gini, mau pergi ya?'' tanya mas Arzan mengangkat satu alisnya, seraya menatap sang istri yang masih rapi dan wangi.
__ADS_1
''Citra baru pulang dari rumah sakit mas?'' jawab nya lembut.
''Jam segini baru pulang? kan tadi mas telfon jam berapa itu yank...?'' tanya nya terkejut.
''Tadi Citra masih nganterin karan dan Sania pulang mas? kasian dia jalan kaki, malah rumahnya jauh juga dari sekolah,'' Ucap kak Citra sedih. ''Tapi aku salut banget sama mereka berdua, mereka tidak pernah mengeluh meski harus jalan kaki berangkat ke sekolah, pulang nya juga harus jalan kaki,'' lanjut kak Citra menceritakan kehidupan Karan dan juga Sania sang adik.
'Ya Allah? kalau kayak gini aku merasa bersalah banget sama Citra istri ku ini, gusti tolong hambamu ini agar menemukan cara untuk segera memberi tahu pada istri ku, kalau Karan dan Sania adalah ponakan nya, anak dari mas Candra yang ia cari selama ini,' batin mas Arzan yang membuat kak Citra merasa heran pada suami-nya, yang tak pernah bersikap seperti itu kalau sedang bersama-nya.
''Mas Arzan kenapa bengong, ada masalah di kantor,'' tanya kak Citra menepuk pelan pundak suaminya yang sedang melamun.
''Nggak apa apa kok Ayang? mungkin mas hanya kecape'an saja, banyak berkas yang mas harus cek lagi dan membutuhkan tanda tangan ku juga,'' jawab Mas Arzan bohong.
Kak Citra mengangguk pelan, mengiyakan ucapan dari suaminya yang terlihat begitu lelah.
''Oiya bagaimana keada'an anak kita di dalam sini Ayang?'' tanya mas Arzan mengalihkan pembicara'an.
''Dia sangat baik mas? Andrian dan Andriana sangat senang melihat calon adiknya sehat sehat saja di dalam perut Citra,'' balas Kak Citra mengelus kepala mas Arzan yang sedang mencium perut datanya.
''Alhamdulillah kalau gitu sayang? mas juga senang mendengar nya, semoga dia terus sehat ya sayang?'' Ujar mas Arzan mencium kening kak Citra dengan mesra.
Namun tak lama setelah itu 2 bocil pada riweh menghampiri kedua orang tuanya yang sedang bermesra'an dengan sang istri.
''Dua pengganggu menghampiri kita Ayang?'' gumam mas Arzan pelan agar 2 bocil nya tidak mendengar nya.
''Apa'an sich mas? mereka itu anak anak kita lho,'' balas Kak Citra melepaskan pelukan dari suaminya mas Arzan.
BERSAMBUNG
__ADS_1