Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 118 Di Restoran


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit Sania langsung menuju ke kampus nya, di mana disana Gita dan juga Rani.


''Assalamu'alaikum,'' sapa Sania dengan mengucapkan salam kepada kedua teman nya.


''Waalaikum salam?'' jawab Gita dan Rani hampir bersamaan.


''Apa kabar,'' tanya Rani yang langsung mendapatkan kedipan mata dari Sania.


''Baik dong shay? kalau nggak baik mana mungkin aku ada di sini sekarang,'' balas Sania dengan senyuman yang mengembang di bibir ranum nya.


''Kamu beda banget sekarang Sania, kamu dandan?'' tanya Gita yang baru melihat Sania pakek make up, Gita juga memutar mutar badan Sania karena menurut Gita penampilan Sania sedikit berbeda haru ini.


''Udah dong Gita, kasihan Sania, entar dianya pusing lho?'' cegah Rani yang terus memutar tubuh Sania seperti gasing yang akan di adu saja.


''ech maaf maaf? sengaja,'' balas Gita dengan kekehan khas nya.


''Udah ach, kekehan lho kayak mbah kun kun saja,'' cetus Rani merangkuk Sania yang mengembangkan senyum manis nya, melihat kekonyolan kedua teman nya itu.


Rani membawa Sania ke kelas nya yang sebentar lagi akan di mulai kelas nya. ''Rasanya sudah sangat lama sekali ya, kita nggak ngumpul bareng?'' sela Rani yang langsung di angguki oleh Gita.


''Iya nich? bagaimana kalau kita nongki nongki di restoran Sania nanti, lumayan lah kita bisa minta gratisan sama dia,'' sambung Gita yang mendapat kan pelototan tajam dari sang empu.


''Enak saja minta gratisan, bayar kali? aku juga beli bahan bahan nggak dapat gratis!'' sahut Sania yang kini tengah melipat kedua tangan di dadanya.


''Ya kan lho teman kita, ya nggak Rani?'' Ucap Gita dan meminta persetujuan dari Rani sang teman.


''Nggak tau,'' jawab Rani santai dan mengeluarkan buku buku dari tas nya.


''Kok gitu sich kamu sama aku sekarang Rani?'' kini Gita sudah pura pura sedih karena ucapan nya nggak di tanggapi oleh Rani teman akrabnya.


''Sudahlah nggak usah bersikap sepet itu, kayak anak kecil yang minta di beliin lolipop saja,'' cetus Sania yang sudah mengembangkan senyumnya, karena melihat tingkah laku Gita yang mungkin kekanak kanakan.

__ADS_1


''Nanti selesai kuliah kita ke sana, terserah mau makan apa di sana,'' lanjut Sania membuat Rani membelalak kan matanya menatap ke arah Sania yang duduk di belakang nya.


''Beneran lho Nia? entar malah di suruh bayar sendiri lagi,'' sahut Gita mendongak kan wajah nya.


''Kalau nggak mau ya sudah?'' sela Sania menelungkup kan wajah nya dibatas meja kampus nya.


''Kamu nggak apa apa kan?'' tanya Rani berbisik, karena khawatir ketika melihat Sania posisi nya seperti itu.


Sania menggeleng, ''Aku nggak apa apa kok, mungkin capek saja?'' jawab Sania lirih.


''Kamu nggak lupa dengan obat kamu sekarang kan?'' tanya Rani yang masih khawatir dengan keadaan Sania, pasca dia tau kalau teman nya mengidap penyakit yang serius, dia tak lagi mau bercanda dengan yang lain nya.


Sania tersenyum, ''Nggak usah khawatir aku bilang? aku baik baik saja, dan aku juga sudah meminum obat nya tadi pagi,'' balasnya dan bangun dari posisi nya tadi, karena saat ini sang dosen sudah mulai memasuki kelas nya.


...****************...


Sore hari mereka bertiga menuju ke restoran Sania, setelah sebelum nya mereka bertiga berkeliling di Mall mencari keperluan kampus sekalian keperluan sehari-hari nya juga.


Sania emang sengaja membawa kedua teman nya ke restoran yang biasa kelola saat ini, karena Sania juga sudah kangen dengan semua pegawai yang bekerja di sana, Sania tak pernah menganggap para karyawan nya sebagai pelayanan restoran saja, dia sudah menganggap semua orang yang bekerja di sana sebagai saudara, sehingga mereka semua lebih giat dalam bekerja. Layak nya bekerja di tempat mereka sendiri.


''Kak Sania apa kabar?'' sapa salah satu pegawai yang di sana.


''Alhamdulillah baik kak? oiya kak, Sania minta tolong bawakan ini dan kasih kan sama yang lain nya juga ya kak?'' jawab Sania sekaligus meminta tolong pada salah satu pegawai nya.


''Ayo masuk ke dalam, jangan sungkan mau pesan apa saja boleh?'' Ujar Sania ketika menoleh ke arah belakang nya.


''Gratis,'' sela Gita.


''Iya gratis, tapi cuma hari ini saja ya?'' ledek Sania dengan kekehan renyah nya.


''Iya iya, aku tau kok cuma hari ini gratisan nya? setiap hri juga boleh kali shayy,'' sahut Gita lagi seraya menarik kursi untuk di duduki.

__ADS_1


''Kalian disini dulu, Sania mau masuk dulu ya. Ada yang harus Sania urus dulu di dalam Oke,'' Ucap Sania yang di angguki Gita dan juga Rani.


Sania melangkah pergi menuju ke ruangan nya, sebelum dia sampai di ruangan nya Sania sudah berpesan pada pegawai nya agar melayani kedua teman nya yang duduk di meja nomor 15.


''Kak? kedua teman Sania ada di depan tolong urus dia dulu ya kak? Sania mau ke rungan dulu,'' pesan Sania pada salah satu yang bekerja di sana.


''Baik kak?'' jawab nya berlalu menghampiri Gita dan juga Rani.


''Rani kamu tau kan kenapa Sania kurusan sekarang?'' tanya Gita mulai menyelidiki.


''Aku nggak tau jelas nya sich Gita, mungkin Sania lagi ikut program diet kali?'' jawab Rani asal ceplos


''Badan kurus kayak gitu masak iya masih ikut program diet sich Rani, kamu ini bisa saja dech?'' celetuk Gita yang nggak percaya dengan ucapan Rani temn nya.


''Maaf, permisi kak? mau pesan apa ya,'' tanya salah satu karyawan yang di suruh Sania untuk melayani keduanya.


''Aku mau pesan jus alpukat, dan makanan nya yang ini ya,'' Ucap Gita menunjuk buku menu yang tadi di sodorkan oleh sang pelayan.


''Kamu mau pesan apa Rani?'' tanya Gita yang melihat Rani masih terdiam tanpa membuka buku menu yang di sodorkan tadi.


''Samain saja ya kak?'' jawab Rani masih memandangi ponsel nya, Gita di buat penasaran oleh sikap dingin Rani.


'Ada apa sebenarnya dengan Rani, rasa rasanya aku seperti tak mengenal Rani kalau dia seperti ini,' Ucap Gita dalam hati.


''Ada masalah Rani?'' tanya Gita yang sudah tidak tahan lagi untuk bertanya.


''Nggak kok, cuma ada tugas yang belum selesai aku kerjain aja,'' jawab nya tanpa menoleh ke arah Gita.


''Permisi kak, ini makanan dan minuman nya? semoga kakak suka,'' sela pelayan yang sedang mengantar pesanan kedua teman Sania.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2