Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 202 Kekonyolan Arlan didepan keluarga Sania


__ADS_3

Ayah Arlan yang tadi di pesan agar segera menghubungi nya ketika istri kecil nya sudah di pindahkan ke ruangan nya, tidak mengingat nya.


''Bunda, Mas Arlan kemana?'' tanya Sania ketika sudah pindah ke ruangan nya.


''Suami kamu masih ke luar sebentar sayang? mungkin sebentar lagi dia akan kembali ke sini, kamu ingin sesuatu?'' tanya sang Bunda dengan mengelus puncak kepala Sania, puteri kecil nya yang sekarang sudah menjadi seorang Mama untuk ketiga bayi nya.


''Memang nya Mas Arlan pergi kemana sich Bunda?'' tanya nya lagi, namun saat ini Sania terlihat lebih manja kepada sang Bunda.


''Arlan tadi Ayah suruh pergi untuk memberikan sedikit rezeki nya atas rasa syukur karena sudah menyelamatkan kalian semua nya, jadi mungkin sebentar lagi dia datang kok nak? Ayah juga lupa tidak memberi kabar kepada Arlan kalau kamu sudah sadar dan sudah di pindahkan ke ruangan kamu sekarang?'' jelas sang Ayah, dia merasa tidak enak kepada menantu nya.


''Och gitu, ya sudah Yah? jangan di hubungi, takut nua Mas Arlan sedang ada di jalan,'' jawab Sania dengan senyuman manis nya yang selalu menghiasi bibir tipis nya.


''Mungkin Mas Arlan pergi ke Yayasan, bertemu dengan adik adik di sana, padahal Sania kan ingin mengajak Mas Arlan untuk menjenguk anak anak kita di ruang bayi,'' kata Sania dengan nada bahagia nya. ''Bunda dan Ayah sudah lihat belum cucu cucu kalian,'' tambah nya lagi menatap orang tuanya dan juga sang mertua.


''Sudah kok, tadi Bunda sempat lihat mereka bertiga, tapi cuma sebentar saja karena mereka harus di rawat di sana dulu, kamu kan tau dia di dalam sini hanya 7 bulan lebih, jadi dia harus di rawat di ruangan bayi dulu,'' Ujar sang Bunda dengan mengelus perut Sania yang masih terasa sakit karena habis melakukan operasi cesar.


Mungkin kata sebagian orang, operasi cesar bukan menjadi Ibu seutuh nya, karena dia tidak melahirkan jalan lahir nya sendiri melainkan di angkat oleh dokter, tapi siapa juga yang mau di operasi cesar kalau masih lahiran normal bisa ia jalani, operasi cesar sakit nya bisa bertahun-tahun, karena setelah melakukan operasi cesar tidak bisa mengangkat barang berat atau melakukan pekerja'an yang berat juga, namun lahiran normal sakit nya hanya waktu di saat sang bayi mendesak ingin keluar dari rahim sang Ibu.


Mau lahiran normal ataupun operasi cesar sama-sama menjadi seorang ibu, menurut author seperti itu, karena sudah dua kali menjalani SC dan masih banyak nyinyiran dari tetangga karena melakukan operasi cesar, sedih rasanya di ketika di katain bukan Ibu yang sebenarnya 😭😭.


Kembali ke cerita.


''Bunda, anak anak Sania sehat sehat kan, dia lucu tau nggak Bunda? ketika tadi Sania lihat mereka berdua hati Sania merasa sangat senang, tapi Sania juga sedih ketika anak Sania yang satu nya lagi langsung di bawa keluar begitu saja oleh dokter, Sania kan nggak bisa lihat wajah dia seperti apa,'' gumam Sania mengingat oetika di ruangan operasi yang memperlihatkan kedua bayi nya, namun tidak dengan bayi yang paling kecil.


''Sudah, kamu jangan memikirkan itu lagi, yang kamu harus pikirkan sekarang? kamu cepat pulih dan segera menggendong bayi bayi kamu,'' veletuk Mama Citra yang tak ingin ada air mata lagi di tuangan nya, cukup tadi saja ketika sedang mengambil keputusan akan melakukan operasi cesar saja yang bikin derai air mata yang tidak berhenti di pelupuk mata mereka semua yang tengah menemani Sania di rumah sakit.

__ADS_1


''Lebih baik adik istirahat saja sekarang, biar kamu juga cepat pulih dan bisa main main bersama ketiga malaikat kecil kalian,'' Ucap Andrian yang mencoba mengalihkan obrolan tentang membahas ruangan operasi lagi.


''Kak Rian kapan datang nya?'' tanya Sania dengan antusiasme, sampai sampai dia lupa kalau dia habis selesai melakukan operasi, sehingga membuat perut nua terasa nyeri sedikit karena saking antisia nya saat bertemu dengan kakak sepupu kembar nya.


''Achhhhh,'' tingis nya memegang perut nya yang tertutup selimut.


''Perlu panggil dokter nggak,'' tanya Riana yang sedikit khawatir melihat sang adik sepupu.


''Nggak usah kak, Sania terlalu senang melihat kalian berdua berada di rumah sakit ini sekarang?'' tukas nya. dengan senyuman yang mengembang di kedua bibirnya.


''Ya elah Nda? adik baru nyadar sekarang kalau aku adandi sini, padahal tadi aku kan sudah di usir dari ruangan ini sebelum melakukan operasi tadi,'' Ucap Andrian dengan nada yang di buat sesedih mungkin.


''Jangan drama dech kak? mana mungkin aku mengusir kalian sich dari tlruangan ini, aku juga tidak mengingat jalau Sania sudah pernah mengusir kalian berdua,'' jawab Sania dengan perasa'an yang sudah bingung, Sania terus saja mengingat kapan dia mengusir kakak kembar nya dari ruangan nya.


''Sudah nggak usah di pikirkan lagi tentang itu, lagi pula kamu juga nggak bakalan ingat kok kapan kejadian itu terjadi kan?'' sambung nya. dengan menepuk pelan bahu Sania.


''Sayang? tadi kamu mengusir mereka yang akan masuk ke dalam ruangan kamu sebelum kamu melakukan operasi, kakak kakak kamu sudah sejak tadi pagi ada di sini, sebelum kamu di samperin dokter dokter di ruangan kamu, Andrian dan juga Andriana sudah bersama Bunda di luar ruangan, dan pas kamu sedang marah dengan Arlan mereka berdua ingin masuk tapi sebelum dia benar-benar masuk ke dalam ruangan kamu, mereka langsung di usir begitu saja,'' cerita sang Bunda menjelaskan kepada puteri kecil nya itu.


Sania menutup mulut nya tak percaya dengan ucapan sang Bunda, tadi dia benar-benar frustasi ketika Arlan mengatakan akan menunggu sampai sembilan bulan, jadi Sania tidak menyadari kalau yang akan masuk ke dalam ruangan nya adalah saudara sepupu kembar nya.


''Jadi Sania sudah mengusir kakak tadi, Sania benar benar tidak sadar kalau yang akan masuk ke ruangan Sania itu adalah kalian berdua, maafkan Sania ya kak?'' Ucap Sania dengan lirih.


''Sudah nggak usah menangis, memang nya tidak capek dari tadi selalu mengeluarkan air mata saja, entar yang ada air mata nya menjadu kering dan tidak akan keluar lagi kan repot kalau ingin nangis lagi,'' celetuk Andrian yang sukses membuat Sania tersenyum melihat kakak kembar nya yang memang selalu kocak di depan Sania.


Andrian menghambur ke pelukan kakak kembar nya, Andrian juga mengelus elus punggung Sania yang sudah bergetar karena tangisan nya.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ruangan di buka dari luar dan menampakkan Arlan suami tampan nya di sana.


''Sayang kamu sudah sadar?'' seru Arlan melangkah menghampiri istri kecil nya yang ada di pelukan Andrian. ''Sayang, suami kamu ada di sini? tapi kenapa kamu malah meluk laki-laki lain selain suami kamu sendiri sich,'' gerutu Arlan yang masih di abaikan oleh Sania istri kecil nya.


Sania menahan tawanya di dada bidang kakak sepupu nya itu, Sania sengaja membuat suami nya kesal dengan masih memeluk saudara sepupu nya itu.


''Sudah, lebih kamu duduk di sini saja dulu, lagian yang ndi peluk istri kamu itu bukan orang lain kok Arlan?'' tegur sang Ayah kepada putera nya yang kini sedang merengut. ''Dia itu saudara Sania, dan otomatis dia lebih lama menemani Sania selama ini ketimbang kamu sendiri,'' tambah nya lagi membuat Arlan menghentak kan kaki nya karena kesal dengan sang Ayah yang tidak membela nya, bahkan sang Ayah malah meledek putera nya sendiri.


''Rasa'in, terus saja Yah omelin Mas Arlan thu, bikin kesal!'' sambung Sania yang sudah melepaskan pelukan nya.


''Memang benar tu Pak, aku yang lebih lama menemani Sania selama ini, dia cuma beberapa tahun saja menemani adikku sudah bersikap sombong seperti itu kepada ku,'' sahut Andrian membenarkan ucapan dari Ayah Arlan.


''Ayah, sebenarnya anak kamu itu aku atau dia sich?'' seru Arlan yang langsung mendapatkan sentilan dari Ayah nya, karena suaranya sudah sedikit meninggi tadi.


''Sudah sudah, kalian kalau mau bertengkar keluar saja, jangan di dalam ruangan ini. Sania mau istirahat sekarang jadi kalian berdua jangan berisik,'' Ujar Mama Citra yang juga ikut mengomel.


''Tante, Arlan saja baru datang, masak iya sich aku sudah di suruh pergi begitu saja,'' sela Arlan yang tidak terima kalau diri nya di usir oleh sang tante.


''Kalau kamu tidak mau di usir makanya jangan berisik, sudah pergi nya lama? atau jangan jangan kamu malah ketemuan dengan gadis lain di luaran sana,'' sambung Andriana yang juga ikutan mengejek Arlan.


''Jangan bikin salah paham lagi dech Ri, sudah cukup kemarin aku dan Sania salah paham?'' jawab Arlan yang tidak mau istri kecil nya kembali salah paham kepada nya.


''Tapi kalau kemarin salah paham nya bisa jadi mukjizat juga, karena dengan kepergian Sania dia jadi tau kalau dia sedang hamil, dan lebih senang nya lagi ketika aku mendengar kalau Sania akan memiliki tiga bayi sekaligus, mungkin karena aku datang kali ya dedek bayi nya minta segera di keluarin tadi, karena ingin bertemu dengan aunty nya yang cantik ini,'' Ucap Andriana panjang lebar seraya memuji dirinya sendiri.


''Cantik dari hongkong?'' sanggah Arlan dengan ketus, ''Mana ada di puji sendiri, kalau ada? banyak tuh yang bisa terbang karena kegede'an kepala,'' ketus nya.

__ADS_1


Sania hanya terkekeh mendengar perdebatan orang orang yang ada di ruangan nya saat ini, sesekali Sania menatap Bunda nya yang juga mengulas senyum bahagia nya, baru sekarang Sania melihat senyuman sang Bunda dengan jelas, karena sejak sang Bunda mengetahui Sania mengidap penyakit kanker? Sania belum pernah lagi melihat senyuman sang Bunda lagi.


'Sania sangat senang bisa melihat Bunda tersenyum seperti itu, semoga semua kebahagia'an ini tidak akan pernah habis, dan juga bukan hanya untuk hati ini tapi untuk selama nya,' gumam Sania dalam hati nya.


__ADS_2