Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 53


__ADS_3

Hari mulai petang, matahari yang tadinya begitu menyengat kulit, kini tergantikan dengan cahaya Rembulan dan kerlap kerlip bintang bintang di langit biru nanti luas tersebut. Keluarga besar Sanjaya belum juga beranjak dari tempat nya, mereka masih menikmati semilir angin dan indah nya bunga bunga yang bermekaran di taman bungan yang kita kunjungi sekarang.


Akhirnya kami sepakat untuk menuju penginapan yang sudah di sediakan oleh orang-orang suruhan Om Arzan, tak di pungkiri Om Arzan hebat dalam segala bidang, mau mencari orang hilang atau yang lain nya. Buktinya aku, yang dengan mudah di temui hanya dengan bertemu satu kali saja di restoran tempat aku bekerja, Om Arzan langsung mengerahkan sebagian orang untuk mencari tahu tentang ku dan juga asal muasal ku, kenapa begitu mirip dengan orang penting di keluarga Sanjaya. 'Ternyata ech ternyata aku adalah anak seorang pengusaha kaya raya, bahkan sekarang perusahaan dan juga restoran sudah menjadi milikku dan juga Sania, aku akan terus berusaha mengembangkan perusahaan peninggalan Ayah, ayah katanya minta do'a nya agar Karan bisa meneruskan usaha ayah dengan baik, humamku pelan.


******


Di dalam penginapan Karan langsung menuju ke kamar yang sudah di katakan oleh tante Citra, di kamar itu juga sudah ada Rian adik sepupu ku yang emang satu kamar dengan ku, sedangkan yang lain menuju kamar mereka masing-masing, Riana dan Sania juga berada di dalam satu kamar.


''Kak? nggak mau keluar,'' tanya Rian tiba-tiba menghampiri ku di kasur ukuran kecil yang emang di khusus kan untuk satu orang itu, emang di dalam kamar yang di tempati Karan sekarang terdapat 2 bed mini.


''Nggak dek, aku ngantuk? mau tidur?!'' balas ku yang langsung merebahkan tubuh lelah ku di ranjang yang ukuran satu orang itu.


''Och, kalau gitu Rian keluar dulu ya kak, istirahat saja kalau capek,'' kata Rian dan beranjak dari tempur tidur Karan, dia menuju ke lobby di mana disana sudah ada Mama nya serta yang lain juga.


''Lho mana Karan?'' tanya tante Citra.


''Kak Karan bilang nya sich capek mau tidur gituu Ma, jadi Rian suruh istirahat saja di kamar,'' jawab Rian yang langsung mendapatkan pertanyaan ketika sudah berada di lobby hotel tempat ia menginap malam ini.


''Ya sudah kita pergi cari makan saja dulu, nanti makanan untuk Karan di bungkus saja, lagian dia juga sedih dari tadi siang, entah memikirkan gadis itu atau sedang memikirkan almarhum kak Candra?!'' Ujar tante Citra.


Akhirnya mereka semua pergi keluar untuk mencari makan, sedangkan aku juga keluar dari kamar dengan mengendap-endap untuk menemui teman sekelas ku dulu waktu masih sekolah di SD.


Tak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah teman ku, kini aku sudah berada di depan rumah Sodik yeman baikku yang masih aktif chatingan dengan Kirana.


''Dik, apa kabar bro!'' sapaku pada teman waktu di SD.

__ADS_1


''Baik, lho sendiri bahagia tinggal di Jakarta bray?'' jawab Sodik mengangkat satu alisnya.


''Alhamdulillah bahagia banget, ya... walaupun cuma sekolah dan bekerja paruh waktu di sebut restoran sich? tapi aku bahagia bisa membantu Ibu Dik!'' sahut ku dengan senyuman khas ku kalau lagi bersama teman.


''Syukur lah kalau begitu, oia bray? lho sudah tau kan, kalau Kirana bakalan datang ke Jakarta, kalian akan bertemu kembali seperti dulu mungkin?'' Ucap Sodik, kini giliran aku yang mengangkat satu alisku ke atas, aku masih tak faham atas apa yang di ucapkan Sodik barusan.


''Apa kamu bilang? Kirana akan datang ke Jakarta, kapan Dik!!'' tanya ku sedikit lantang karena efek bahagia mendengar teman sekaligus sahabat kecilku akan datang ke Jakarta.


''Emang kamu nggak tau kalau Kirana mau ke Jakarta?'' tanya Sodik, aku menggeleng pelan. Sodik pun menyodorkan handphone nya yang sedang melihat live streaming nya Kirana.


'Aku mana tau soal kedatangan Kirana, aku saja tak punya handphone untuk sekedar menelfon atau Chat sama dia, apalagi untuk melihat live streaming nya dia,' batin nya, namun aku tetap mencoba menampakkan senyuman ku pada Sodik teman kecil ku.


''Aku pamit Dik! takut nya Ibu nyariin, soalnya aku ke sini nyelinap dari mereka, hanya bertemu dengan kamu saja,'' tutur ku menepuk punggung nya.


Aku buru buru kembali ke kamar setelah dari rumah Sodik. Dan benar saja? tak lama setelah aku kembali ke kamar keluarga besarku juga kembali dari tempat makan.


Pintu di ketuk dari luar, tapi aku masih pura pura tidur dengan bergumul di bawah selimut tebal yang emang di sediakan di sana.


''Pintunya nggak di kunci kok Ma, Bunda, masuk saja, ayo?'' kata Rian yang masih terdengar sayup-sayup.


''Karan, ayo makan dulu? nanti setelah makan batu lanjut kembali tidur nya,'' ucap Bual Wati seraya menggoyangkan goyangkan tubuh ku.


Aku menggeliat dan menguap, agar mereka percaya kalau aku tertidur tadi. ''Ibu, tante? ngapain di sini,'' tanya Karan mengucek kedua matanya.


''Ibu kesini membawakan kamu makan malam, makan dulu habis itu baru tidur lagi,'' balas Bu Wati yang mengusap puncak kepala Karan.

__ADS_1


Aku tersenyum, ''Makasih ya Bu, tante. Kalian ingat kalau Karan belom makan malam,'' ucap ku, lalu mengambil makanan yang di bawa Ibu dan tante Citra.


''Enak banget Bu?''


''cepat habiskan, lalu lanjutkan kembali tidur nya, Ibu dan tante mu akan kembali ke kamar, kalian berdua istirahat lah,''


''Iya Bu, tante,'' jawab Karan.


''Mama sama Bunda juga istirahat ya, good night mommy,'' Ucap Rian, namun pintu kamar sudah tertutup setengah, jadi Ibu dan tante Citra tak menggubris celetukan Rian.


''Rian? pinjam ponsel nya dong,''


''Ini, buat apa kak? emang handphone kak Karan kemana?'' tanya Rian yang tak tau kalau Karan tak punya handphone.


''Aku nggak ada handphone Rian, eit? jangan bilang bilang sama tante kalau aku nggak punya handphone,''


''Terus Sania juga nggak ada handphone kak?'' tanya Rian dengan lirih.


''Kami berdua, nggak ada yang pegang handphone Rian? sini pinjam sebentar saja,'' kataku dan mengambil ponsel Rian dan aku juga langsung menjelajahi sosial media yang sedang memperlihatkan wajah gadis yang selama ini membuat ku rindu.


''Ternyata kak Karan juga ngefans sama wanita ini,'' tanya Rian, namun tak aku gubris pertanyaan nya. Aku masih sibuk melihat wajah gadis yang masih melakukan live di sosmed nya.


''Besok dia akan datang ke Jakarta kak? mungkin aku akan ajak kak Karan untuk menemui dia, itu kalau kak Karan mau sich,'' Ujar Rian.


''Sania sudah tau belum kalau gadis ini akan datang ke Jakarta,'' tanya balik Karan.

__ADS_1


''Sudah, tapi ketika aku bilang akan mengajak nya bertemu dengan dia, Sania malah sewot dan menolak ajakan ku untuk menempatkan gadis ini,'' jelas Rian, aku hanya mengangguk pelan dan terus menatap ke arah layar ponsel Rian yang kini ada di tangan ku.


__ADS_2