Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 200 Lahir dengan selamat


__ADS_3

''Mas, Sania titip ketiga anak anak Sania, jaga dia dengan baik?'' Ucap Sania lirih.


''Sayang, kamu harus selalu berjanji sama Mas, kalau kamu akan membantu Mas merawat anak anak kita, tapi kenapa sekarang kamu malah bilang seperti itu,'' bisik Arlan karena tidak ingin mengganggu konsentrasi para dokter yang sedang mengeluarkan bayi bayi nya.


''Mas?'' suara Sania tethenyi ketika mendengar suara tangisan bayi pertamanya yang sudah keluar, lalu tak berselang lama bayi yang kedua juga sudah keluar, kini tinggal menunggu bayi yang ke tiga saja yang belum di keluar kan.


''Coba kamu lihat, bayi bayi kita sangat sehat sayang,'' bisik Arlan ketika salah satu dokter sedang membersihkan bayi Sania.


''Bayi anda sangat sehat Nona,'' Ucap sang dokter yang kini tengah memegang kedua bayi kembar Sania, Sania nampak mengulas senyum di bibir nya ketika melihat bayi bayi nya sehat dan terlahir secara sempurna tidak kurang suatu apapun.


Namun Sania tidak mendengar bayi yang ke-tiga nya, ternyata bayi yang nomor tiga sudah di bawa keluar karena dia tidak menangis saat di angkat dari perut Sania, bayi itu meminum air ketuban sang Ibu yang menyebabkan keracunan.


Arlan hanya mengangguk waktu itu dan segera beralih menatap istri kecil nya kembali dengan mengembangkan senyuman di bibir nya, agar tidak nampak rasa kekhawatiran nya keadaan sang bayi.


''Mas? bayi Sania yang ketiga nya mana?'' tanya Sania dengan suara lemah nya.


''Bayi bayi nya sudah di bawa ke ruangan bayi sayang, dia harus segera di pakaikan agar tidak terlalu kedinginan, mengingat mereka masih kecil,'' jawab Arkan dengan berbisik, di dalam hati nya Arkan terus membaca sholawat Nabi dan istighfar, Arkan menciumi wajah Sania. Arkan tidak membiarkan Sania memejamkan matanya walau sejenak.


''Alhamdulillah,'' seru para dokter yang sudah menyelesaikan tugas nya dengan lancar tanpa ada kendala sama sekali, Arlan kembali mencium kening sang istri ketika operasi nya sudah selesai.


Sania mulai memejamkan matanya di saat Arlan tengah mencium kening istri nya, ''Dokter, nggak apa apa istri saja memejamkan matanya,'' tanya Arlan kepada sang dokter.


''Nggak apa apa tuan? mungkin istri anda lelah, dan mungkin nona Sania sekarang sedang tertidur,'' jelas nya yang di angguki Sania.


''Kalau begitu tuan Arlan bisa keluar sekarang, mungkin bayi bayi anda sedang membutuhkan anda di sana,'' gumam nya dengan sangat ramah dan juga sopan.


''Baiklah dokter, saya akan keluar? dan kapan kira kira istri saya bisa keluar dari ruangan operasi ini,'' tanya Arlan sebelum melangkah pergi.


''Nanti kalau Nona Sania sudah sadar, kami akan pindahkan Nona Sania ke ruangan nya kembali,'' jawab sangat dokter yang di angguki Arlan, Selesai mereka mengobrol Arlan pun memutuskan untuk keluar dari ruangan operasi, dia juga harus menemui ketiga bayi nya yang kini sedang berada di ruangan bayi.

__ADS_1


''Bagaimana keada'an Sania Arlan?'' tanya Andrian dan juga Andriana hampir bersama'an.


''Sania baik baik saja, tapi dia akan di pindahkan nanti setelah sadar ke ruangan nya,'' jawab nya dan menghampiri Karan yang sedang berdiri tak jauh dari tempat si kembar.


''Karan? Bunda mana,'' tanya Arlan seraya mencari keberada'an sang Bunda.


''Bunda sedang ada di ruangan bayi, tadi salah satu suster meminta Bunda untuk mengikuti nya, karena ada yang harus mereka bicarakan,'' kata Karan menatap Arlan yang masih berdiri di depan nya.


''Aku akan ke sana sekarang, kamu tau bayi ku yang ketiga tadi sempat keracunan karena sempat meminum air ketuban Ibu nya,'' jelas Arlan seraya melangkah pergi, sebelum mendapatkan persetujuan dari Karan kakak ipar nya.


Karan yang kaget dengan ucapan Arlan barusan, segera mengejar Arlan yang sudah berlari menuju ruangan bayi. Di mana di sana sudah ada sang Bunda dan juga Mama Citra yang sedang melihat bayi bayi kecil di dalam inkubator.


''Bunda?'' sapa Arlan ketika sudah sampai di dekat sang Bunda.


''Arlan, kamu sudah ada di sini?'' tanya sang Bunda dengan perasa'an bahagia.


''Semua nya sudah aman Arlan? tadi yang kecil sempat keracunan tapi sekarang sudah tertangani dengan cepat,'' jawab sang Bunda pelan. ''Kamu tau kalau dia mengalami keracunan?'' tambah nya.


Arlan mengangguk sebagai jawaban, ''Iya Bunda, tapi Arlan saat itu hanya mengangguk saja ketika salah satu dokter memberi Arlan kode, jadi bayi yang ketiga belum sempat di lihat oleh Sania? karena segera di bawa keluar terlebih dahulu sebelum yang lain nya.


''Jadi yang di bawa keluar lebih dulu itu adalah bayi yang terakhir?'' tanya Mama Citra memastikan.


Arlan mengangguk lagi, ''Benar tante, dia yang keracunan tadi, jadi dia segera di bawa keluar lebih dulu, sedangkan yang dia masih di lihat oleh Sania di dalam,'' jawab nya lirih.


''Ya sudah, kamu harus bersyukur karena semua nya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun, dan sekarang mereka bertiga sudah tidak apa apa, kini tinggal menunggu Sania di pindahkan ke ruangan nya,'' kata Mama Citra dengan menepuk bahu Arlan, lalu mengembangkan senyuman nya kepada ponakan menantu nya dan juga ponakan yang kini sedang berdiri di samping nya.


''Tante baik baik saja,'' tanya Karan ketika melihat Mama Citra memegang kening nya.


''Tante nggak apa apa Karan, tante tadi hanya shok ketika mendapat kabar dari Om kamu kalau Sania harus di operasi sekarang, tapi itu semua sudah lewat dan kini semua nya baik baik saja,'' jawab Mama Citra.

__ADS_1


Sedangkan si kembar Andrian dan juga Andriana, segera menghambur kepada sang Mama, mereka membawa sang Mama ke kursi yang ada di belakang nya.


''Mama belum makan siang, ayo kita makan sekarang?'' ajak Andrian kepada sang Mama yang memang tau kalau sang Mama belum makan siang, dan kini nyari semakin sore, kl jam dinding sudah menunjukkan pukul 2.10 menit.


''Bunda juga harus makan? ayo Bunda kita ke kantin dulu, temani Mama Citra untuk makan,'' ajak Andriana kepada sang Bunda.


''Bunda dan tante belum makan dari tadi?'' tanya Arlan khawatir.


''Sudah, kamu tidak memikirkan kami berdua, kamu harus fokus kepada ketiga bayi kamu dan juga Sania, mungkin sebentar lagi Sania akan keluar dari ruangan operasi? dan kamu harus berada di sana sekarang, takut nya dokter di sana sedang butuh sama kamu, jadi kamu bisa segera masuk,'' Ujar Mama Citra, Mama Citra mengajak Bu Wati untuk makan di kantin dengan perintah Karan.


Andrian dan juga Andriana pergi ke kantin mengantarkan Bunda dan juga sang Mama. Mereka ber empat pergi ke kantin dengan perasa'an yang sudah lega, karena sudah mengetahui kabar Sania dan juga tiga cucu nya yang lahir dengan selamat.


''Ternyata kita sekarang sudah menjadi seorang nenek ya Mbak,'' ujar Mama Citra tiba-tiba.


''Iya dek, kita sudah tua ya rupanya, dan kita juga bakalan di panggil nenek, dan kalian berdua kapan nyusul Karan dan juga Sania,'' jawab Bunda Wati, seraya bertanya kepada dari kembar di depan nya.


''Bunda, Rianan masih ingin bekerja dan meniti karir dulu, kalau masalah jodoh kan pasti sudah di atur oleh Allah SWT, bagaimana pun kita juga pengen berkeluh, tapi jodoh kita belum nampak jadi harus sabar dan sabar menunggu,'' jawab Riana dengan kekehan dari Andrian.


''Yang di katakan Riana ada benarnya Bunda, kaminhanyabherus menunggu saja kapan waktu nya akan tiba, maka kita akan menikah dan berkeluarga juga,'' sambung Andrian.


''Harus sampai kapan kalian akan menunggu, keburu sampai tua banget Mama yang akan menimang cucu nanti,'' balas Mama Citra dengan menatap horor kedua anak anak nya.


''Sudah ach nggak usah bahas itu lagi, kita harus nya makan di kantin ini bukan berdebat masalah cucu lagi, apalagi cucu Mama sekarang sudah ada empat orang, dan semua nya sudah sepasang sepasang,'' Ucap Riana.


''Kok bisa jadi sepasang sepasang gitu, apa maksud nya,'' tanya Mama Citra belum mengerti.


''Anak kak Karan laki-laki, sedangkan anak Sania dia perempuan dan satu laki-laki, jadi sudah pas, 2 pasang cucu Mama sekarang?'' sambung Andrian dengan memeganh dahi nya sembari mengangguk ngangguk.


''Pusing Mama mikir nya, mending Mama makan saja, ayo mbak makan dulu baru kita lanjutkan perdebatan ini lagi dengan mereka berdua,'' gumam Mama Citra yang sudah kesal mendengar celotehan celotehan anak kembar nya yang hanya bikin kesal saja.

__ADS_1


__ADS_2