
Laura adalah wanita licik yang bisa berbuat apa saja untuk menggagalkan semua rencana yang sudah di susun rapi oleh dokter Michael dan juga keluarga besar nya.
Pagi itu Laura sengaja datang ke rumah orang tua dokter Michael untuk mengadukan nasib nya yang sudah di tiduri oleh dokter Michael.
''Pagi tante dan Om,'' Ucap Laura dengan sopan ketika sudah ada di teras rumah dokter Michael. Tuan Bagas dan Nyonya Helena sedang menikmati suasana pagi dengan duduk santai di teras rumah nya.
''Pagi,'' jawab Nyonya Helena, Nyonya Helena mengangkat satu alis nya ke atas melihat penampilan Laura yang begitu seksi.
Laura kini sedang melancarkan aksi nya dengan duduk bersujud kepada Nyonya Helena, ''Kamu siapa?'' tanya Nyonya Helena dengan keterkejutan nya.
''Tante, tolong bantu aku untuk keadilan yang di lakukan oleh putera tante,'' jawab nya dengan air mata yang sudah ia persiapkan sebelum nya.
''Bantu, keadilan? keadilan seperti apa yang kamu mau,'' tanya Nyonya Helena menundukkan kepala nya, menatap Laura yang kini tengah bersimpuh di hadapan nya.
''Putera tante sudah menghancurkan masa depan ku tante,'' sahut nya dengan isakan tangis yang semakin menjadi jadi, Laura merogoh tas nya guna mengambil ponsel yang ia simpan di dalam nya. Laura memperlihatkan foto dokter Michael dan juga diri nya yang sedang tidur bersama dengan bertelanjang dada.
Tuan Bagas mengangkat satu alis nya ketika melihat foto dokter Michael yang tengah tidur dengan nya. ''Apa maksud nya ini, Michael sebentar lagi akan menikah, jadi kamu jangan bikin masalah baru dengan rencana pernikahan putera ku,'' sambung nya dengan nada dingin nya, Laura sangat terkejut ketika mendengar tuan Bagas mulai membuka ucapan nya. Karena Laura pikir tuan Bagas akan membantu nya, dan dia juga akan membujuk putera semata wayang nya untuk wanita seperti Laura.
''Pa, tenangkan diri kamu dulu. Kita harus mendengarkan ucapan dari wanita ini dulu Pa, ini juga salah Michael kenapa dia harus tidur dengan hadiah ini?'' gumam Nyonya Helena menghentikan perkata'an suami nya, tuan Bagas tidak percaya dengan semua yang di katakan wanita di depan nya, dia langsung menghubungi dokter Michael yang sedang sibuk dengan pasien pasien di rumah sakit tempat dia bekerja selama beberapa tahun ini.
-''Kenapa Pa?'' tanya dokter Michael setelah menggeser layar ponsel nya.
-''Cepat pulang!'' jawab tuan Bagas dengan nada dingin nya.
__ADS_1
''Tapi Pa, Michael masih ada pasien di sini,'' jawab dokter Michael yang masih belum mengerti dengan perintah tuan Bagas yang menyuruh nya untuk pulang ke rumah nya dengan cepat.
-''Kalau kamu tidak cepat pulang? kamu akan menyesal seumur hidup mu,'' ancam tuan Bagas membuat dokter Michael terbelalak kaget dengan penuturan Papa nya.
-''Maksud Papa apa, Michael tidak mengerti?'' balas nya dengan rasa penasaran yang sudah semakin menjadi jadi.
-''Lebih baik kamu pulang sekarang sebelum Mama kaku berbuat yang tidak tidak!'' jawab nya dengan tegas dan mematikan ponsel nya secara sepihak.
-''Pa, Pa, Pa?'' teriak dokter Michael yang masih mencoba mengobrol dengan Papa nya, namun tuan Bagas sudah mematikan sambungan telfon nya.
''Ach sial, kenapa sich wanita licik itu harus datang di saat yang tidak tepat seperti sekarang!'' dengus dokter Michael, dokter Michael menyambar jas putih nya yang di sampaikan di sandaran kursi nya, namun sebelum dokter Michael keluar dari ruangan nya dia berpamitan terlebih dahulu kepada suster yang selalu membantu pekerja'an nya.
''Suster? kamu handel dulu semua pasien yang datang pagi ini, aku masih ada urusan di luar,'' pamit nya yang langsung di angguki oleh sang suster.
Selama di perjalanan menuju ke rumah nya dokter Michael menggerutu nggak jelas karena saking kesal nya, karena bagi dokter Michael dia sudah di jebak oleh Laura? wanita yang kini tengah berada di rumah besar nya.
''Awas saja kalau dia berkata yang macam macam kepada Mama, aku tidak akan pernah memaafkan dia kalau itu semua sampai terjadi, karena aku tidak pernah ingat kapan aku tidur dengan wanita itu,'' gumam dokter Michael seraya terus melajukan mobil nya dengan kecepatan dinatas rata rata.
Dokter Michael hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai di rumah besar nya, dan di sana tuan Bagas sudah menunggu nya di depan rumah nya, dengan Nyonya Helena dan juga Laura wanita u**lar itu.
Tuan Bagas langsung menampar pipi dokter Michael dengan sangat keras sehingga membuat dokter Michael jatuh ke lantai karena saking keras nya tuan Bagas menampar pipi nya.
''Aku tidak pernah mengajar kan kamu untuk berbuat hal yang menjijikkan seperti ini terhadap perempuan Michael!'' pekik nya dengan suara yang menggelegar.
__ADS_1
''Papa cukup!'' sentak Nyonya Helena ketika melihat putera semata wayang nya di perlakukan seperti itu oleh tuan Bagas yang tak lain adalah suaminya.
Dokter Michael tidak melawan perlakuan Papa nya, dia hanya menundukkan kepala nya, sedangkan di sisi lain Laura mengangkat sudut bibir nya ke atas, dia sangat luas ketika melihat dokter Michael di amuk oleh tuan Bagas.
''Kenapa diam saja, apa kamu sekarang sudah menjadi bisu!'' teriak tuan Bagas lagi.
''Papa, Mama mohon bersikaplah dengan tenang. Bagaimana pun juga Michael adalah putera kita satu satu nya,'' kata Nyonya Helena mengangkat suami nya dengan sangat erat, karena Nyonya Helena tau kalau suami nya akan bertindak yang lebih kejam lagi kepada putera nya.
''Papa lebih percaya sama wanita itu, jadi buat apa Michael menjawab semua pertanya'an Papa?'' jawab dokter Michael dengan memegang bibir nya yang terluka akibat pukulan dari Papa nya.
''Mau taruh di mana muka Papa, kalau sampai keluarga Sanjaya tau kelakuan bejat kamu itu,'' seru tuan Bagas yang kini sudah sedikit tenang di samping Nyonya Helena.
''Laura, lebih baik kamu pulang sekarang. Sebelum aku bertambah marah dan itu akan berakibat fatal karena akan berakhir buruk kepada kamu juga,'' kata Nyonya Helena mengusir Laura secara halus, Laura mengepal tangan nya dengan erat, dia marah karena dia di usir begitu saja.
'Sekarang, kamu boleh mengusir aku dari rumah ini, tapi setelah aku menjadi istri Michael, aku akan mengusir kamu dari rumah ini, dan aku akan membuat kamu menjadi gembel di jalanan,' gumam Laura di dalam hati nya.
''Baiklah tante, kalau begitu Laura pulang dulu? tapi Laura akan tetap meminta tanggung jawab dari putera Om dan juga tante,'' sahut nya dengan nada ramah nya.
Nyonya Helena mengangguk pelan, tanpa menatap kepergian Laura yang seakan akan bersikap sombong.
Akan kah dokter Michael dan Andriana akan bersatu setelah tau masalah yang di hadapi dokter Michael dan juga keluarga nya, dan mungkin kah dokter Michael mau menikahi Laura perempuan licik itu. Tunggu kelanjutan nya di lain kisah selanjutnya.
Terima kasih buat kakak dan juga abang yang selalu dukung karya receh ku selama ini, semoga Allah SWT selalu melimpah kan rahmat dan juga kesehatan kepada readers readers sekalian, Amiin πππππππππ
__ADS_1
...πππ TAMATππ...