Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Dirumah


__ADS_3

Mereka berdua sama-sama sibuk dengan laptop masing-masing di ruang tengah rumah. Indra menghela nafas berat sambil tersenyum pada Eca.


"Ca, kalau kakak lanjut kuliah ke luar negeri, kamu setuju ?" tanya  indra


"hemm" hanya itu jawaban Eca.


"Kakak tega ninggalin aku sendirian disini ?" Lanjutnya.


Ya, mereka hanya tinggal berdua. Ayah mereka tinggal di Singapura karena urusan bisnis. Sedangkan ibunya, tinggal di Surabaya karena harus menunggui neneknya yang tak mau pindah ke Jakarta. Namun sesekali dalam sebulan mereka berkumpul di Jakarta. Ayah jarang pulang ke Surabaya. Hanya jika ada perayaan hari raya saja. Sama seperti Indra dan Eca.


Sejenak Indra kembali berpikir tentang itu.


Benar juga apa kata dia. Aku juga tidak tega meninggalkannya sendirian dengan 1001 kecerobohannya.Tapi, lihat nanti sajalah.~Indra~


"Kak, Makan yuk ! Eca lapar.." Ajak Eca membuyarkan angan Indra.


"Kamu duluan aja deh Ca. Kakak masih banyak tugas." jawabnya.


Eca menaruh laptop tanpa menutupnya dan langsung berjalan menuju ruang makan untuk mengambil makanan dan kembali ke ruang tengah dengan sepiring penuh nasi beserta lauknya.


"Bibi masak apa Ca ?" tanya Indra sambil menengok piring yang Eca bawa.


"Semur tahu ama telur kak.".

__ADS_1


Indra hanya membalasnya dengan anggukan.


"Kakak mau ?" sambil menyodorkan sendok ke dengan penuh makanan.


Indra langsung melahapnya. Seterusnya Eca makan sambil menyuapi Indra.


Mereka memang sangat akur dari kecil. Ibu selalu mengajari Indra untuk melindungi adiknya. Begitupun dengan Eca. Dia diajarkan untuk selalu menyayangi kakaknya. Membantu kakaknya. Dan menemani kakaknya disaat apapun itu. Kedekatan mereka kadang disalah artikan oleh orang yang belum mengenal jauh mereka dan tidak mengetahui jika mereka kakak beradik. Mereka memang terlihat seumuran. Padahal mereka tertaut usia 5 tahun.


"Kak, gimana sih rasanya pacaran ?" tanya Eca. Indra langsung tersedak mendengar pertanyaan adiknya yang memang masih amat polos itu.


"Gak usah tau. Kamu masih kecil." sambil mengacak-acak rambut Eca. Eca hanya manyun mendengar perkataan kakaknya tanpa penjelasan.


"ayolah kak... ceritain... gimana ? kakak kan playboy yah. Harusnya tau dong..." rengek Eca.


 


Suatu saat kamu juga pasti tau Ca bagaimana rasa. ~Indra~


 


"Besok kakak yang anter kamu. Naik sekuter aja ya. Kakak males keluarin mobil."


"Emang pak Burhan kemana ?" Eca penasaran

__ADS_1


"Katanya ponakannya ada yang nikahan. Beliau ijin gak dateng 3 hari."


Eca hanya mengangguk sambil menghabiskan makanan yang tingkal sesuap. "Udah ah tidur. Ngantuk." Kata Eca sambil beranjak ke dapur menaruh piring bekas makannya.


"Enak banget mau tidur. Udah selesai tugasnya ?". tanya Indra tanpa memalingkan pandangannya dari laptop.


"Udah dong. Emangnya kakak yang dari tadi ngelamun aja. Jadi gak selesai- selesai tuh." Eca sambil beberes laptop dan alat tulisnya yang masih berserakan di lantai ruang tengah.


"beneran mau tidur ?. Awas gemuk !. Habis makan terus tidur. Kalau gemuk, nanti gak ada cowok yang lirik kamu lagi loh dek. ". Ledek Indra kepada adiknya yang dibalas lemparan bantal dari adiknya. Namun Indra berhasil menepisnya dengan jurus kungfu macan yang dipelajarinya dari film kungfu panda.


"Bodo amat" Kata Eca sambil berlalu menaiki tangga rumahnya untuk ke kamar.


Setelah meletakkan buku dan laptop di tempatnya, kemudian Eca ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah itu melaksanakan ibadah.


Setelah ibadah' selesai, Eca langsung naik ke atas tempat tidur. Membaca do'a. Namun sayang, kantuk itu tak datang juga. Biasanya setelah membaca do'a dia langsung terlelap tidur. Tapi entah malam ini ada yang menari- nari dipikirannya.


 


Bagaimana ya rasanya di cintai ?. Apakah semenyenangkan yang dikatakan teman-teman ?. Dengan perhatian, kecemburuan, kemesraan. Ah, rasanya indah sekali bila dilihat. Tapi, apakah aku bisa merasakannya dalam waktu dekat ini ?. Atau harus menunggu sampai nanti aku SMA ? aku kuliah ? atau malah langsung nikah ?. Entahlah. Tapi yang pasti, aku memohon kepadaMU Tuhan. Berikan aku laki - laki yang seperti kak Indra yang selalu ada untukku. Selalu melindungiku. Dan yang pasti selalu menyanyangiku bagaimanapun aku. ~Eca~


 


Eca tertidur dalam lamunanya bagaimana rasanya dicintai.

__ADS_1


__ADS_2