
Selama di perjalanan menuju ke rumah sang tante, Mikaela begitu riang dan menyanyi nyanyi di dalam mobil.
''Kayaknya ada yang seneng banget hari ini,'' tanya sang Papa yakni Fabian.
''Ya seneng lah Pa? masak ia mau ke rumah tante Citra, Mikaela harus nangis sich, kan Mikaela sudah cantik,'' jawab Mikaela yang membuat kedua orang tuanya tertawa terbahak bahak.
Beberapa menit kemudian Cinta, Fabian dan juga Mikaela sudah sampai di pelataran rumah Citra, kakak kedua Cinta.
Karena Cinta sudah menelfon sang kakak terlebih dulu, maka Citra langsung membuka pintu rumah-nya, dia saat mendengar suara mobil di halaman rumahnya.
''Hallo sayang nya aunty? kata Mama Mikaela kangen sama kakak dan juga abang ya,'' tanya Citra pada ponakan kecilnya.
''Iya aunty? Mikaela kangen sama kak riana dan juga Abang Andrian,'' jawab Mikaela dengan semangat.
''Emang-nya Mikaela nggak kangen sama aunty nich?'' tanya Citra lagi yang pura-pura sedih.
Emmuachh.... Mikaela mencium pipi sang tante dan mentoel toel pipi tante nya juga. ''Kata siapa Mikaela nggak kangen tante, ach tante? Mikaela lebih enak panggil tante dari pada manggil tante Citra aunty, belibet lidah Mikaela Tante?!'' jawabnya dan memutuskan sendiri kalau dia akan selalu memanggil tante sama aunty nya itu.
Sedangkan Cinta dan juga Fabian sudah ada di dalam rumah besar Citra kakak nya, namun Mikaela dan Citra sang tante memilih di luar rumah guna menunggu kedatangan orang yang di yang begitu di kangenin oleh Mikaela, yakni Andriana dan juga Andrian, saudara kembar yang satu ini, sebenarnya sangat jahil pada Mikaela, namun Mikaela masih saja begitu sayang pada kedua saudara nya itu.
''Nah itu kakak dan juga sudah pulang?'' Ucap sang tante menunjuk ke arah gerbang yang di bukanya perlahan.
''Horeee... Kakak pulang?'' seru Mikaela yang terdengar sampai ke dalam rumah.
''Ech, ada si cerewet nich Dek?'' Ucap Andrian pada adiknya Andriana, ya walaupun mereka hanya berbeda 5 menit saja sich.
''Sama siapa si cerewet Ma?'' tanya Andriana pada Mama nya.
''Enak saja manggil aku cerewet, nama aku Mikaela kakak, bukan cerewet?!'' celetuk Mikaela menghentakkan kakinya ke tanah yang di tumbuhi rerumputan hijau.
Andriana dan yang lainnya mentertawakan tingkah Mikaela yang begitu menggemaskan.
__ADS_1
Andrian langsung memanggul Mikaela yang sedang merajuk pada nya, ''Kakak turunin Kaila, Kaila kan bukan beras yang harus di panggul kayak gini,'' celetuknya.
Fabian dan juga Cinta selaku orang tua Mikaela hanya tersenyum melihat puteri kecilnya di panggul layak nya karung beras.
''Kakak? sudah turunin adeknya, kasian kalau lama lama dia di panggul kayak githu,'' kata sang Papa mengeluarkan suaranya.
''Huch... Papa nggak asik,'' sahut Andrian pelan.
''Kali ini kamu selamat, tunggu sebentar lagi kakak bakalan bikin kamu menangis,'' bisik Andrian sebelum benar-benar menurunkan Mikaela dari punggung nya.
''Kejam banget sich jadi Abang kamu kak Adrian,'' dengus Mikaela yang di letakkan di sofa panjang oleh Andrian.
''Sudah, kalian harus mandi dulu sanah, bau keringat, ich... Acak banget sich baunya,'' kata sang Mama yang menutup hidungnya ketika berdekatan dengan putera nya.
Andrian yang di katain acem oleh sang Mama, malah tambah menggoda sang Mama, Andrian mencium Mama nya seraya memeluk Mama nya erat.
''Kakak...! ich bau tau,'' ucap Citra Mama Andrian.
''Kalau githu Mas tinggal dulu, mau bersih bersih dulu,'' pamit Arzan pada adik ipar nya.
''Iya Mas?'' jawab Fabian, Cinta hanya mengangguk pelan. Sedangkan Andriana jangan di tanya lagi dech! dia penyuka kebersihan, sebelum menyapa tante dan Om nya, Andriana sudah pergi ke kamar nya di lantai atas untuk membersihkan dirinya dari keringat, Andriana, Andrian dan Arzan sang Papa selalu olahraga pagi setiap hari minggu mereka akan berolahraga di Lapangan yang lumayan jauh dari rumahnya. Sedangkan di hari hari biasa mereka bertiga hanya berkeliling komplek perumahan nya.
''Hallo adek kecil? kakak sudah wangi nich, sini sama kak Riana,'' sapa Andriana pada adik sepupu-nya.
''Tadi kak Riana kemana, Mikaela di panggul tau kak, sama kak Andrian,'' tanya Mikaela sekaligus mengadu juga pada kakak sepupu nya.
''Tadi kak Riana bersih bersih dulu, habisnya kak Riana bau keringat tadi habis berolahraga,'' jawab Andriana pada Mikaela.
''Terus kenapa tante Citra nggak ikutan olahraga kak?'' tanya Mikaela yang emang selalu ingin tau kenapa tantenya nggak ikut olahraga.
''Mama kakak nggak boleh capek capek untuk saat ini, Mama kakak kan lagi mengandung,'' jawab Andriana yang membuat Cinta dan juga Fabian terkejut.
__ADS_1
''Mbak Citra beneran hamil,'' tanya Cinta pada kakak perempuan nya.
''Iya Dek?'' jawab Citra seraya menyunggingkan senyuman nya.
''Och selamat kalau githu ya Kak, Cinta ikut senang mendengar nya, ngomong ngomong sudah berapa bulan nich kak,'' tanya Cinta lagi dan membalas senyuman sang kakak.
''Baru 4 minggu kok Dek? jawabnya singkat.
''Oia, bagaimana kabar Papa,'' tanya mbak Citra.
''Ya alhamdulillah kak sudah membaik, kadang penyakit nya tiba-tiba kambuh, tapi alhamdulillah setelah di periksa dokter penyakit nya mulai mendingan,'' jawab Cinta dengan raut sedihnya.
''Sebenarnya, Papa sangat kangen sama kalian semua nya, kapan kalian bisa menjenguk Papa di rumah kak?'' lanjut Cinta.
''Insya Allah, minggu depan kita ke sana,'' jawab Mas Arzan suami mbak Citra.
''Mas??'' Ucap mbak Citra menatap Mas Arzan.
''Sudahlah sayang? walau bagaimanapun dia itu Papa kamu, mertua Mas. Apalagi sekarang kamu lagi hamil, Mas nggak mau kamu berpikiran yang berat berat. Mas tau kalau kamu kangen juga sama Papa kan, tapi kamu di kalahkan oleh ego kamu yang begitu tinggi,'' Ucap Mas Arzan panjang lebar.
Mbak Citra hanya terdiam tanpa berani menatap wajah Mas Arzan suami nya.
''Papa bakalan senang kalau mendengar berita ini, karena kedatangan kalian sekeluarga yang di tunggu tunggu oleh Papa,'' sahut Mas Fabian yang begitu senang mendengar perkataan dari Mas Arzan suami mbak Citra.
''Mama, gimana kalau kita makan siang di luar saja, Mikaela males makan di rumah terus, kita ke restoran yang kita lewati tadinitu ya Ma?'' Ucap Mikaela tiba-tiba yang memecahkan keheningan, karena orang tua-nya yang berada di ruangan keluarga sibuk sendiri sendiri dengan Gadgetnya masing-masing, setelah cukup lama berbincang-bincang tadi.
''Baiklah sayang?'' jawab mbak Citra menghampiri Mikaela yang berdiri tak jauh darinya.
''Tante, apa benar yang di katakan kak Riana, kalau tante Citra hamil lagi,'' tanya Mikaela dengan sangat antusias.
BERSAMBUNG
__ADS_1