
Pagi hari dokter Michael yang memang pulang ke rumah orang tua nya, sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit, karena hari ini dokter Michael ada pasien yang mau cek up.
Dokter Michael menuruni anak tangga untuk menuju ke lantai dasar, di sana sudah ada Papa dan juga Mama nyanyangnsedang menunggu di meja makan nya.
''Michael sarapan dulu,'' ujar sang Mama kepada dokter Michael ketika sudah ada di samping nya.
''Tapi Ma, Michael sedang buru buru di rumah sakit sedang ada pasien yang harus segera di tangani,'' jawab nya dengan lembut.
''Papa ada yang mau di bicarakan,'' kata tuan Bagas kepada putera nya.
''Tapi Pa?'' jawab dokter Michael lagi.
''Duduklah dulu, hanya sebentar saja kok,'' tambah tuan Bagas kepada dokter Michael yang masih berdiri di samping Mama nya.
Dengan terpaksa Dokter Michael menuruti perminta'an dari Papa nya. ''Mau ngomong apa sich Pa?'' tanya nya dengan mendudukkan bokong nya ke kursi di samping sang Mama.
''Papa mau tanya, perempuan yang bernama Riana itu anak dari siapa?'' tanya nya dengan serius, tuan Bagas menatap wajah putera nya dengan aura yang menakutkan bagi orang yang melihat nya.
''Kenapa Papa nanya orang tua Riana?'' bukan nya menjawab dokter Michael malah balik bertanya kepada tuan Bagas.
''Papa hanya ingin memastikan nya saja, kalau perempuan itu cocok dengan kamu, ya walaupun kamu sendiri yang sudah mengejar dia walau secara tak langsung.'' kata tuan Bagas.
''Riana puteri dari tuan Arzan Pa?'' jawab nya menundukkan kepalanya.
''Jadi perempuan itu puteri tuan Arzan?'' tanya nya dengan nada kaget nya. Dokter Michael mengangguk pelan sebagai jawaban untuk Papa nya.
''Kamu sudah lama kenal dengan dia,'' tambah nya lagi dengan mengangkat satu alisnya.
''Michael kenal dengan Riana waktu masih kuliah dulu, tapi kenapa Papa bertanya seperti itu sich, Michael sedang ada pasien di rumah sakit hati ini Pa,'' jawab nya lalu beranjak dari tempat duduk nya, dan mencium punggung tangan sang Mama dan juga punggung tangan tuan Bagas, dokter Michael segera pergi dari meja makan menuju mobil nya yang ada di teras rumah nya, sang supir sudah menyiapkan mobil dokter Michael atas perintah tuan Bagas, karena tuan Bagas tau benar kalau putera satu satu nya bakalan sibuk di rumah sakit hari ini, semalam tuan Bagas terpaksa menyuruh dokter Michael untuk pulang ke rumah nya, karena dia juga ingin menanyakan tentang perempuan yang ada di rumah Karan semalam.
Tuan Bagas tidak pernah memikirkan masalah kasta selama wanita itu baik dan di cintai oleh putera nya, tuan Bagas tidak pernah mempermasalahkan bibit bebet bobot nya, tapi ketika Karan menyebut wanita itu dengan saudara sepupu nya, tuan Bagas langsung bertrafeling dengan salah satu dari saudara Ayah Karan.
''Mama tau dengan Papa Mama nya Riana nggak?'' tanya tuan Bagas kepada istri tercinta nya.
__ADS_1
''Kalau nggak salah orang tua Karan adalah tuan Candra Pa, dan kedua adik nya perempuan semua nya, Mama juga nggak yakin kalau Riana puteri dari tuan Fabian, kalau menurut Papa? Riana puteri dari tuan Arzan nggak?'' jawab nyonya Helena menebak nebak orang tua Riana.
''Kalau puteri dari tuan Fabian tidak mungkin dech Ma, salah satu puteri nya masih mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam, sedangkan anak anak tuan Arzan Papa juga nggak tau seperti apa, soal nya Papa tidak pernah menjalin hubungan kerja sama dengan tuan Arzan yang terkenal sangat kejam dan juga raja tega itu,'' jawab nya sembari memutar otak nya. Padahal tadi dokter Michael sudah memberitahukan kalau Riana puteri dari tuan Arzan, tapi kenapa mereka masih memikirkan Riana anak dari siapa juga.
...****************...
Di rumah sakit dokter Michael sedang di sibukkan dengan para pasien pasien yang sudah sejak tadi mengantri.
''Dokter Michael ada pasien baru yang datang,'' kata seorang suster yang sedang membantu dokter Michael untuk mengecek para pasien pasien yang datang untuk melakukan cek up.
''Suruh masuk saja,'' jawab dokter Michael datar. Sang suster mengangguk dan berlalu untuk menemui pasien baru yang tadi di katakan oleh rekan nya.
''Nona Laura,'' panggil sang suster ketika sudah ada di ambang pintu.
''Ya saya suster?'' jawab Laura dengan lembut.
Suster dan Laura berjalan beriringan menuju dokter Michael, sesampai nya di dalam Laura tersenyum smirk melihat dokter Michael yang sedang sibuk menatap layar ponsel nya yang bergambarkan wajah Riana, saat itu Riana tengah tersenyum menatap si kecil yang sedang ia gendong, namun si kecil tidak ia ikutkan ketika mengambil gambar gambar Riana dirumah Karan kemarin.
''Dokter, ini Nona Laura pasien baru baru dokter Michael?'' ucap sang suster setelah Laura duduk anteng di kursi depan dokter Michael.
''La-laura,'' sapa dokter Michael dengan gugup.
''Iya ini aku Michael?'' jawab nya tanpa embel-embel kata dokter di depan nya.
''Kenapa kamu datang ke sini?'' tanya dokter Michael dengan nada dingin nya, dokter Michael kesal melihat wajah Laura yang menunjukkan wajah wajah tanpa dosa nya.
''Suster, boleh anda keluar sebentar?'' Laura mengusir suster yang ada di samping kursi dokter Michael.
Suster pun menatap ke arah dokter Michael sejenak, dokter Michael yang di tatap pun menganggukkan kepala nya pelan, dan suster pun berlalu keluar dari ruangan dokter Michael.
Laura adalah pasien dokter Michael yang terakhir, karena rencana dokter Michael hanya sampai sore hari, tapi nyatanya dia malah di hadapkan dengan Laura saat ini.
''Laura, mau apa kamu datang ke sini!'' tanya dokter Michael dengan sorot tajam, sehingga membuat semua lawan nya takut dengan dokter Michael.
__ADS_1
''Santai saja lah Michael?'' jawab nya santai lalu tersenyum. ''Aku datang kemari hanya ingin menemui kamu saja tidak lebih?'' tambah nya lagi dengan mengangkat sudut bibir nya ke atas.
''Untuk apa lagi kamu datang menemui ku, bukan lah kamu sudah bahagia dengan laki-laki yang kamu pilih dulu,'' sela dokter Michael dengan nada datar nya.
''Asal kamu tau saja ya Michael, aku tuh sebenarnya cinta sama kamu, tapi kamu tidak pernah mengungkapkan isi hati kamu kepada ku, aku juga ingin di cintai oleh seseorang, dan di saat aku di cintai oleh seseorang, aku menerima nya dengan cepat. Tapi yang aku lakukan saat itu ternyata salah, aku salah pilih dengan pilihan ku sendiri,'' terang nya yang memang Laura sangat mencintai dokter Michael, dan dokter Michael juga mencintai Laura, tapi dokter Michael tidak pernah mengutarakan isi hati nya kepada Laura karena dia sudah mengetahui sikap Laura yang sesungguh nya dari teman nya, sebelum dokter Michael mengutarakan isi hati nya kepada wanita yang ia anggap baik.
Flashback on
''Bro, bantuin gue untuk mempersiapkan tempat,'' Ucap dokter Michael kepada teman teman nya.
''Tempat buat apa Michael?'' tanya salah satu teman cewek nya.
''Aku mau menembak Laura nanti malam? makanya aku minta bantuan ke kalian semua nya,'' jawab Michael dengan jujur kepada semua teman nya yang memang sedang berkumpul di tempat yang mereka tempati ketika sedang bersama semua nya.
''Kamu yakin ingin berpacaran dengan Laura, apa kamu sudah mencari tau latar belakang Laura seperti apa?'' tanya teman nya, dokter Michael menggelengkan kepala nya pelan.
''Aku hanya tau kalau dia adalah wanita yang baik dan juga sangat sopan yang aku temui selama satu tahun ini,'' jawab dokter Michael lagi dengan tanpa ada yang di tutup tutupi dari semua teman teman nya yang memang sudah ia anggap sebagai saudara nya sendiri.
''Kalau aku boleh kasih saran sama kamu, kamu jangan lanjutkan rencana kamu ini, takut nya kamu malah kecewa setelah mengetahui di saat kamu sudah mengungkapkan isi hatimu itu.''
''Tolong lebih baik kalian semua katakan dengan jujur kepada sekarang, ngapain juga aku harus mencari tau latar belakang Laura lagi, kalau kalian semua nya sudah mengetahui Laura seperti apa, aku mohon dengan sangat sama kalian semua nya, jangan ada yang di tutup tutupi dari ku lagi, kalau kalian memang menganggap aku sebagai saudara kalian semua nya,'' pungkas nya dengan panjang lebar, dokter Michael sudah sangat percaya dengan semua teman teman nya, dan mereka tidak akan membohongi nya apalagi dia akan menikam dari belakang, pikiran dokter Michael.
''Sebenarnya Laura adalah wanita panggilan orang orang kaya, tapi kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa cari tau sendiri masalah ini, kami semua hanya peduli dengan kamu saja Michael, kami tidak berniat membuat kamu sedih karena mendengar kan ucapan dari kami semua nya,'' jelas nya dengan wajah yang serius, yang lain hanya menganggukkan kepala nya membenarkan semua ucapan dari salah satu teman nya.
Dokter Michael memjamkan mata nya sejenak, karena dia baru mengetahui sisi buruk Laura yang memang ditutup dengan rapat, sehingga dia juga baru mengetahui semua nya hari ini.
''Baiklah, aku percaya sama kalian semua, dan aku juga sangat berterima kasih kepada kalian semua nya. Karena sudah mengingatkan itu semua kepada ku, kalau gitu hari ini aku yang traktir makan dech,'' Ucap dokter Michael kepada semua teman teman nya.
''Horeee,''
''Asik makan gratis?'' seru yang lain nya, dan masih banyak lagi kata kata yang keluar dari mulut teman nya, mereka pun pergi menuju restoran yang sudah mereka sepakati sebelum merupakan pergi dari tempat yang mereka sebut dengan markas, semua teman teman dokter Michael sangat bahagia sekali ketika mendengar kata traktir.
Dokter Michael berjalan menuju mobil nya dengan senyuman yang mengembang di bibir nya, dia tampak bahagia dengan pertemanan yang mereka bina beberapa tahun ini, walaupun dokter Michael tau, kalau di antara beberapa teman nya dari kalangan bawah, tapi pertemanan mereka tidak memandang status orang lain, mau kaya ayltau miskin semua nya sama di dalam pertemanan.
__ADS_1
Flashback off.
Terima kasih yang selalu dukung karya receh ku, 🙏🙏🙏💕💕💕😘