
Sore itu? tepat nya di restoran AKA dua orang wanita sedang menunggu pesanan nya, namun pesanan nya juga belum datang? tapi kedua nya malah di tarik oleh 2 orang laki-laki yang tampak wajah nya begitu beringas dan jahat, wanita tersebut meronta ronta, namun tak bisa berbuat apa apa, karena cekalan tangan nya yang sangat kuat di lengan putih nya.
Sebut saja kedua wanita tersebut adalah Gayatri dan juga Silvia, yang membuat onar di kampus Sania, yang membuat Sania tak sadarkan diri.
''Siapa kalian? lepasin, kalau nggak,'' Ujar Gayatri meronta ronta.
''Kalau nggak apa?'' potong orang suruhan tuan Arzan.
''Teriak saja, nggak akan ada orang yang akan membantu kamu sekarang, walaupun itu adalah ayah mu sekalian!'' jawab anak buah tuan Arzan, yang kini tengah membawa Gayatri dan juga Silvia.
''Lebih baik simpan tenaga mu buat nanti, karena nanti kamu akan bertemu langsung dengan bos kami yang sesungguhnya!'' sambung yang satu nya dengan seringaian di bibir tebalnya, mereka membawa Gayatri dan juga Silvia ke dalam markas nya, di mana di sana sudah banyak orang dan juga sang bos sudah menunggu nya juga di dalam.
''Maaf bos,'' Ucap anak buah yang kini tengah menarik paksa Gayatri dan Silvia. Gayatri dan Silvia di dorong dengan keras sehingga mereka berdua terjatuh bersimpuh tepat di bawah tuan Arzan. Gayatri menatap nyalang tuan Arzan, karena dia merasa tak punya musuh sama sekali, bahkan sang papa nya juga orang baik di mata semua kolega koleganya.
''Ma...maaf tuan? kalau boleh tau saya salah apa,'' tanya Gayatri gugup, namun dia mencoba untuk tetap tenang ketika berhadapan orang besar di depan nya saat ini.
''Tuan tolong jangan siksa kami, kami nggak tau salah kami di mana?'' sambung Silvia yang juga ikut menyuarakan isi hatinya.
Tuan Arzan menatap salah satu asisten nya, sang asisten yang digunakan tatap pun segera mengangguk dan memberikan laptop pada tuan Arzan. Tuan Arzan mengangkat alisnya ke atas menatap kedua gadis di depan nya.
'Jadi gadis tengil ini, yang sudah bikin ponakan ku menderita, akan aku perlihatkan kelakuan mu pada ponakan ku kemarin,' Ucap tuan Arzan dalam hati.
''Siapa nama kamu!'' tanya tuan Arzan dingin dan datar.
__ADS_1
''Saya Gayatri tuan?'' jawab nya takut, namun jemarinya kini tengah meremas gaun mahalnya yang tampak kusut, akibat ulah anak buah nya.
''Saya Silvia tuan?'' sambung Silvia menundukkan kepalanya, menghindari tatapan tajam dari tuan Arzan.
''Sebenarnya kamu kuliah apa mau jadi jagoan di kampus kamu!'' tanya tuan Arzan dengan datar.
''Ku...kuliah tu...tuan?'' jawab Gayatri gugup.
''Hubungi orang tua mereka, agar mereka semua tau kelakuan bejat puteri puteri nya ini,'' gumam tuan Arzan pada asisten pribadi nya.
Sang asisten hanya mengangguk dan segera menghubungi orang tua Gayatri dan juga Silvia, kedua nya hanya saling tatap, tak mengerti apa yang diaa ucapkan. 'Apa maksud dari semua ini, apa mereka kenal dengan orang tua ku,' batin Gayatri berkecamuk.
'Gawat! kalau sampai Papa ku tau kelakuan ku di kampus, bisa bisa aku di hajar habis habisan di rumah,' ucap Silvia dalam hati, yang sudah mulai takut ketika mendengar sang tuan menyebutkan orang tua mereka.
''Tuan? ada apa anda menyuruh saya untuk datang ke tempat ini, dan saya kira pertemuan tadi siang sudah cukup,'' Ujar Papa Silvia ketika sudah bertemu dengan tuan Arzan, sang Papa tak melihat ke samping kiri, mereka hanya menatap lurus ke depan.
''Och,, Tuan? silahkan duduk, saya hanya ingin memberitahu sesuatu sama anda semua nya, dan saya harap kamu jangan terkejut melihat nya, karena mereka berdua sudah berbuat kriminalitas pada ponakan saya,'' jawab tuan Arzan panjang lebar.
''Maksud tuan Arzan bagaimana?'' tanya Papa Silvia tak mengerti yang di maksud oleh tuan nya.
''Bawa mereka kesini semua nya,'' perintah tuan Arzan pada anak buah nya. Mereka berdua di lempar di hadapan tuan muda nya, Gayatri dan juga Silvia hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat orang tua nya. Sedangkan orang tua nya juga sangat terkejut melihat puteri kesayangan nya di perlakukan seperti itu, bahkan di hadapan nya juga.
''Sayang? kamu kenapa,'' seru sang Mama yang sudah berlari menghampiri sang puteri yang kini jatuh tersungkur.
__ADS_1
Anak buah Tuan Arzan langsung menghentikan langkah mama dari kedua gadis di depan nya.
''Sekarang, kamu harus jujur sama saya, dan mengatakan apa yang terjadi di kampus beberapa hari lalu, coba jelaskan?'' tanya tuan Arzan dingin.
''Tuan? dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk?'' jawab Papa Silvia tiba-tiba.
Tuan Arzan menatap nyalang dan menyuruh mereka untuk mendengar kan jawaban apa yang akan di jawab puteri nya. Karena setau sang Papa keduanya adalah gadis baik dan juga ramah, tapi itu semua hanya akak bulus yang mereka tampilkan di hadapan kedua orang tua nya.
''Mulai sekarang? kalian akan tau kenapa saya membawa mereka ke sini dan memanggil kalian langsung ke sini, agar kalian tau kelakuan bejat anak anak mu ini, mungkin di depan kalian mereka akan bersikap seperti kucing yang manja, namun di luar sebenarnya mereka sangat buas! bahkan mereka berdua hampir membunuh seorang gadis di dalam kampus nya.'' balas tuan Arzan mengangkat sudut bibir nya ke atas, tuan Arzan mentertawakan kedua orang tua yang sudah di bohongi oleh anak anak nya.
''Baiklah!'' Ucap tuan Arzan tegas, ''Kalau kalian berdua tak mau berkata jujur, dan menceritakan apa yang sudah kalian perbuat di kampus kemarin, saya harap kalian berdua akan menjadi gembel dalam waktu kurun satu jam!'' ancam tuan Arzan. Namun Gayatri maupun Silvia masih terus tak bergeming walaupun sudah di beri ancaman seperti tadi.
''Jangqn Tuan? maaf kan puteri kami yang sudah berbuat salah? tapi jangan buat usaha saya menjadi bangkrut tuan? jangan tuan,'' mohon orang tua Gayatri. Sedangkan mama Gayatri hanya menangis melihat suaminya sudah bersujud di depan tuan Arzan.
''Pa!!'' teriak Gayatri yang tak terima Papa nya bersujud pada orang di depan nya, yang Papa nya panggil tuan.
''Ini semua salah kamu Gayatri!'' sang Papa membalas teriakan Gayatri yang tak lain adalah puteri satu satu nya.
''Tapi Papa nggak pantas bersujud sama laki-laki itu, laki-laki itu sudah membuat puteri mu seperti ini!'' sambung Gayatri dengan keangkuhan nya.
''Sekarang kamu bisa lihat sendiri kan, betapa culas dan angkuh nya puteri kamu ini, selain itu dia sudah berbuat salah dan kesalahan nya sangat fatal? karena ini menyangkut nyawa ponakan saya.'' tuan Arzan menghentikan ucapan nya.
''Mereka berdua sudah membuat ponakan saya sakit? sehingga harus di larikan kerumah sakit saat itu juga, itu kesalahan yang tak bisa aku maaf kan!'' lanjut nya menarik rambut Gayatri, sehingga membuat gadis angkuh tersebut mendongak.
__ADS_1